Kenaikan Harga Pangan dan Transportasi Dorong Inflasi Jatim pada Mei 2026
- analisapost

- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,28 persen pada Mei 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti minyak goreng, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, beras, dan tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi pada periode tersebut.

Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti emas perhiasan, telur ayam ras, daging ayam ras, bawang putih, ikan mujair, dan jeruk, turut menahan laju inflasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, menyampaikan bahwa secara tahunan (year on year/y-on-y), inflasi Jawa Timur pada Mei 2026 mencapai 3,49 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi pada Mei 2025 yang tercatat sebesar 1,22 persen.
"Pada Mei 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 3,49 persen. Sementara itu, inflasi bulanan atau month to month sebesar 0,28 persen dan inflasi tahun kalender atau year to date sebesar 1,43 persen," ujar Herum, Selasa (2/6/26).
BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Timur pada Mei 2026 sebesar 111,83, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 108,06. Kenaikan inflasi terjadi seiring meningkatnya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan sebesar 5,67 persen. Selanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan 10,65 persen, sedangkan kelompok transportasi meningkat 3,30 persen secara tahunan.
Herum menjelaskan, sejumlah komoditas menjadi pendorong utama inflasi tahunan di Jawa Timur. Komoditas tersebut antara lain emas perhiasan, tarif angkutan udara, cabai rawit, beras, daging ayam ras, minyak goreng, daging sapi, cabai merah, dan rokok kretek mesin.
Menurutnya, kenaikan harga emas perhiasan memberikan andil terbesar terhadap inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Sementara pada kelompok pangan, lonjakan harga cabai rawit, beras, daging ayam ras, dan minyak goreng menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan inflasi.
"Di sektor transportasi, tarif angkutan udara menjadi komoditas dengan andil terbesar. Kenaikan harga tiket pesawat turut mendorong inflasi kelompok transportasi yang mencapai 3,30 persen secara tahunan," jelasnya.

BPS juga mencatat seluruh 11 daerah penghitungan IHK di Jawa Timur mengalami inflasi tahunan pada Mei 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 5,12 persen dengan IHK 116,18. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Tulungagung sebesar 2,84 persen dengan IHK 112,29.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, inflasi Jawa Timur pada Mei 2026 menunjukkan tren yang lebih tinggi. Pada Mei 2024, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,83 persen, sedangkan pada Mei 2025 sebesar 1,22 persen.
Dengan inflasi tahunan mencapai 3,49 persen, perkembangan harga pangan, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya akan menjadi indikator penting yang terus dipantau dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di Jawa Timur. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar