Ledakan Rumah Makan Nasi Tempong Surabaya: Gegana Temukan 3 Tabung LPG, Pipa Gas Diduga Bocor
SURABAYA -analisapost.com| Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun potensi ledakan susulan di lokasi ledakan rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan San Antonio, Jalan Kalisari Utara I Nomor 62, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi.

Pemeriksaan dilakukan setelah ledakan yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB tersebut menyebabkan lima orang terluka dan mengakibatkan sedikitnya 41 ruko di sekitar lokasi mengalami kerusakan.
Petugas Gegana menyisir bagian dalam bangunan untuk memastikan kondisi lokasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya bahan peledak atau ancaman ledakan lanjutan. Dari hasil pemeriksaan, tim Jibom menyatakan lokasi dalam kondisi aman.
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan mengatakan, ledakan terjadi saat seorang koki sedang memasak di rumah makan tersebut. Sebelum ledakan, sejumlah saksi mengaku mencium aroma gas yang cukup kuat dari dalam bangunan.
"Tak lama kemudian, dalam sekejap terjadi semacam ledakan,ā kata Luthfie saat ditemui di lokasi.
Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi, ledakan untuk sementara diduga berkaitan dengan kebocoran gas elpiji. Namun, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
"Kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras akibat kebocoran gas tersebut,ā ujarnya.
Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi mengatakan, petugas menemukan tiga tabung gas elpiji berkapasitas masing-masing 50 kilogram di lokasi.
Meski demikian, ketiga tabung tersebut tidak mengalami ledakan. Polisi menduga sumber kebocoran berasal dari bagian pipa penyalur gas yang digunakan di rumah makan.
"Kebocoran itu diduga karena dari pipanya ya, sementara dugaannya," kata Sandi.

Menurut Sandi, kebocoran gas yang kemudian memenuhi ruangan dapat menimbulkan tekanan besar apabila mendapat pemicu. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ledakan dan kerusakan cukup luas di sekitar lokasi.
"Jadi, karena ada tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan, setelah terpicu itu akan meledak, berakibat dengan kerusakan yang tadi disampaikan oleh Kapolres," ujarnya.
Dampak ledakan meluas karena rumah makan berada di kawasan deretan ruko yang saling berhadapan dan bersebelahan. Sedikitnya 41 ruko dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian kaca jendela yang pecah akibat kuatnya getaran.
Sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi turut terdampak. Beberapa kanopi ruko juga dilaporkan roboh akibat ledakan.
Sementara itu, lima orang mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut. Korban terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke Rumah Sakit Haji Surabaya.
Luthfie menegaskan, berdasarkan pemeriksaan tim Jibom Gegana, lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan tidak terdapat potensi ledakan lanjutan.
"Dan ini dari Jibom yang tadi mengolah TKP menyatakan memang tidak ada lagi, tidak ada lagi (potensi ledakan)," tegas Luthfie.
Meski lokasi telah dinyatakan aman, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan ledakan. Pemeriksaan juga diarahkan untuk memastikan titik kebocoran serta sumber pemicu gas sebelum ledakan terjadi.(Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com






Komentar