top of page

Mahasiswa ITS Raih Juara 2 Innovilleague Mandaya Awards 2026 Lewat Inovasi Desa Sirkular

6 jam yang lalu
3 menit membaca

SURABAYA - analisapost.com | Inovasi pengelolaan sampah terpadu yang menggabungkan energi terbarukan, budidaya perikanan modern, dan pemberdayaan UMKM mengantarkan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih prestasi di tingkat nasional.

Mahasiswa ITS Raih Juara 2 Innovilleague Mandaya Awards 2026 Lewat Inovasi Desa Sirkular
Mahasiswa ITS Raih Juara 2 Innovilleague Mandaya Awards 2026 Lewat Inovasi Desa Sirkular (Foto:Ist)

Tim ITS berhasil menyabet Juara 2 Innovilleague dalam ajang Mandaya Awards 2026 yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (Kemenko PM RI) di Jakarta, beberapa hari lalu.


Prestasi tersebut diraih Tim Estafet Sosial, kelompok mahasiswa lintas departemen yang dipimpin Riva Rizkiana Ramadhani dari Departemen Teknik Fisika dan Hilmy Alfadel Nurindaputra dari Departemen Teknik Mesin Industri.


Mereka mengusung program bertajuk Smart Circular Village: Integrated Waste Management System, sebuah inovasi yang mengintegrasikan energi surya, pengolahan limbah, dan perikanan modern untuk merevitalisasi kawasan pesisir.


Program ini berangkat dari persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Sebagian besar tambak di wilayah tersebut terdampak banjir rob. Selain itu, limbah sisa makanan mencemari aliran sungai tambak, sementara Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) setempat masih bergantung pada sedikit petugas dengan upah minim.


Melihat kondisi tersebut, Hilmy bersama tim mengembangkan konsep ekonomi sirkular yang menghubungkan pengolahan sampah, budidaya perikanan, dan kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sampah organik diolah melalui proses biokonversi menggunakan larva maggot untuk menghasilkan pakan alternatif ikan. Sistem ini diperkuat dengan teknologi pengering bertenaga surya dan tambak cerdas berbasis Internet of Things (IoT).


Pada sektor pengelolaan limbah, tim memasang fasilitas modular Magobox Tower Lite di TPS3R untuk mengolah sampah organik dengan memanfaatkan larva lalat tentara hitam atau black soldier flyĀ (BSF). Proses pascapanen juga didukung alat pengering putar (rotary dryer) yang memanfaatkan energi surya dan biogas.


ā€œFasilitas maggot menjadi kunci pengurai sampah bulanan desa sekaligus penghasil pakan bernutrisi tinggi,ā€ terang Hilmy.


Mahasiswa semester tujuh tersebut menjelaskan, hasil panen maggot selanjutnya dimanfaatkan sebagai pakan untuk kolam bioflok cerdas dan budikdamber (budidaya ikan dalam ember). Kolam terpal bundar tersebut dilengkapi platform digital yang memantau kualitas air melalui sensor IoT dan kecerdasan buatan. Penerapan teknologi ini membantu menekan angka kematian ikan nila sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pelet komersial.


Pemberdayaan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui mekanisasi UMKM Olahan Ikan (Olikan). Unit usaha tersebut memproduksi kerupuk berbahan limbah sisik ikan bandeng. Untuk mendukung proses produksi, tim memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Off-Grid yang memasok energi bagi mesin pengaduk dan pemotong.


ā€œKami memasang panel surya agar produksi kerupuk sisik bandeng terus beroperasi hemat energi tanpa membebani biaya warga,ā€ imbuh pemuda asal Jombang tersebut.


Dalam pelaksanaannya, Tim Estafet Sosial tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga mendampingi masyarakat sejak tahap perencanaan hingga mampu mengelola sistem secara mandiri. Di bawah koordinasi Riva sebagai Project Leader dan Hilmy sebagai Technical Project Manager, program ini melibatkan puluhan mahasiswa serta Karang Taruna setempat.


Kolaborasi tersebut telah memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 97 warga pesisir. Hilmy menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar program pemberdayaan dapat berjalan secara berkelanjutan.


"Kunci keberhasilan pemberdayaan terletak pada keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai penggerak utama," tegasnya.


Penerapan sistem ekonomi sirkular tersebut turut memberikan dampak ekonomi melalui penghematan pengeluaran dan peningkatan pendapatan tambahan warga hingga puluhan juta rupiah per tahun. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development GoalsĀ (SDGs), khususnya tujuan ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta tujuan ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.


Bagi Tim Estafet Sosial, capaian di Mandaya Awards 2026 menjadi dorongan untuk terus mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Hilmy berharap peran mahasiswa tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.


"Bagi kami, mahasiswa adalah agen perubahan yang bermoral untuk mengabdi dan membawa dampak positif bagi masyarakat," pungkas Hilmy.(*)

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya