top of page

Mahasiswa UINSA Segel Kampus, Tuntut Rektor Akhmad Muzakki Mundur

4 jam yang lalu
2 menit membaca

SURABAYA - analisapost.com | Aktivitas di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya terganggu setelah mahasiswa melakukan penyegelan sejumlah akses kampus, Senin (21/9/2026). Aksi tersebut merupakan bagian dari desakan mahasiswa agar Rektor UINSA Akhmad Muzakki mundur dari jabatannya.

Aksi mahasiswa UINSA Surabaya, Senin (21/9/2026), diwarnai penyegelan kampus dan pembakaran ban sebagai bentuk desakan agar Rektor Akhmad Muzakki mundur.
Aksi mahasiswa UINSA Surabaya, Senin (21/9/2026), diwarnai penyegelan kampus dan pembakaran ban sebagai bentuk desakan agar Rektor Akhmad Muzakki mundur.(Foto: Charles)

Pantauan AnalisaPost, aksi telah berlangsung sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Mahasiswa menutup pagar kampus di sisi selatan dengan memasang banner bertuliskan, “Kampus Disegel, Sampai Muzakki Turun.” Akses tersebut ditutup dan hanya dibuka ketika ada kepentingan tertentu.


Di sisi utara kampus, mahasiswa juga menggelar aksi dengan membakar ban. Banner bertuliskan “Menag Love Muzakki” terlihat terpasang di pagar kampus. Koordinator Lapangan aksi, Fadlurrahman Fazle, mengatakan penyegelan dilakukan sebagai bentuk protes dan membuat aktivitas perkuliahan dihentikan.


“Kampus kami segel. Tidak ada aktivitas perkuliahan hari ini. Penyegelan dilakukan mulai pagi. Yang boleh masuk hanya mahasiswa yang menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa. Begitu juga pegawai tenaga kependidikan hanya boleh masuk untuk absen, untuk parkir di luar,” ujarnya.


Sejumlah karyawan dan mahasiswa terlihat berada di sepanjang trotoar di sekitar kampus. Sementara itu, seorang mahasiswi yang enggan disebutkan namanya mengatakan dosen masih dapat masuk melalui akses belakang kampus. Namun, mahasiswa berharap tidak ada aktivitas perkuliahan selama aksi berlangsung.


Menurut dia, aksi tersebut merupakan rangkaian demonstrasi yang telah dilakukan mahasiswa sejak Rabu (16/9/2026), sehari setelah pelantikan Akhmad Muzakki sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030.


"Untuk dosen bisa masuk dari belakang sebenarnya, cuma diharapkan tidak ada aktivitas di kampus. Tuntutan tetap sama, aksi mulai dari Rabu hingga sekarang," katanya.


Aksi penyegelan tersebut juga berdampak pada arus lalu lintas di jalur frontage Jalan Ahmad Yani. Sejumlah mahasiswa masih bertahan di sekitar area kampus saat aksi berlangsung.

Mahasiswa UINSA Surabaya menyegel akses kampus sebagai bentuk protes dan desakan agar Rektor Akhmad Muzakki mundur.
Mahasiswa UINSA Surabaya menyegel akses kampus sebagai bentuk protes dan desakan agar Rektor Akhmad Muzakki mundur (Foto: Charles)

Mahasiswa menyatakan aksi akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka mendapat tanggapan dari Kementerian Agama, termasuk tuntutan pencopotan Akhmad Muzakki sebagai Rektor UINSA.

Pelantikan Akhmad Muzakki sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030 dilakukan di Kantor Kementerian Agama di Jakarta pada Selasa (15/9/2026).


Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan.

  1. Meminta Rektor UIN Sunan Ampel dicopot secara tidak hormat atau mengundurkan diri secara pribadi.

  2. Mahasiswa mendesak pimpinan UINSA memberikan pernyataan publik mengenai PPID yang baru terbentuk pada 2025. Mereka mempersoalkan keterlambatan pembentukan PPID selama tiga tahun dan mengaitkannya dengan dugaan pelanggaran terhadap mandat UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

  3. Mahasiswa meminta kasus Kopertais yang melibatkan Rektor UINSA sebagai terlapor diusut hingga tuntas.

  4. Mahasiswa meminta klarifikasi serta kepastian waktu mengenai keterlambatan pembagian buku, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), dan almamater bagi mahasiswa baru.

  5. Mahasiswa menuntut pertanggungjawaban atas penerimaan mahasiswa baru yang dinilai terlalu banyak dan berdampak terhadap keterbatasan fasilitas kampus.

  6. Mahasiswa meminta kebijakan jam malam dihapus karena dinilai tidak mengakomodasi kebutuhan mahasiswa di luar kegiatan akademik.

  7. Mahasiswa meminta pertanggungjawaban terkait kebijakan penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru yang mereka nilai memberatkan kelompok mahasiswa dari kalangan menengah ke bawah.

  8. Mahasiswa meminta mekanisme peminjaman tempat di lingkungan kampus yang dinilai menyulitkan agar dihapus.

Hingga berita ini diturunkan, aksi mahasiswa masih berlangsung di lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya.(Che)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya