top of page

Penjual Bakso Raih Juara III Lomba Sampan Tradisional di Jembrana

13 Agu
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Agu

JEMBRANA - AnalisaPost | Lomba sampan tradisional dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Negara ke-131 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Kabupaten Jembrana. Sebanyak 29 pasang peserta ambil bagian dalam perlombaan yang mengambil start di kawasan sungai Desa Perancak, Kamis (13/8/26).

I Grde Sandu Adnyana penjual bakso raih juara III lomba sampan tradisional di Jembrana
I Grde Sandu Adnyana penjual bakso raih juara III lomba sampan tradisional di Jembrana (Foto: Tim AP)

Lomba sampan tradisional yang mengambil start di kawasan sungai Desa Perancak, Kamis (13/8/26), dibuka langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), perwakilan Forkopimda Jembrana, serta sejumlah kepala OPD terkait.


Antusiasme warga terlihat sejak perlombaan dimulai. Masyarakat yang datang bersama keluarga memadati pinggir arena untuk menyaksikan jalannya perlombaan. Sorakan penonton semakin terdengar ketika posisi sejumlah sampan saling berdekatan saat menuju garis finis.


Bupati Kembang Hartawan bersama Wabup Ipat juga turut menaiki sampan untuk melihat langsung jalannya perlombaan dari dekat. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan masyarakat yang mengangkat tradisi lokal dalam rangkaian perayaan HUT Kota Negara dan HUT Kemerdekaan RI.


Bagi masyarakat, lomba sampan tradisional tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga menjadi ruang untuk berkumpul, bersilaturahmi dan menikmati hiburan bersama.


Sejumlah warga bahkan datang lebih awal untuk mendapatkan tempat terbaik di pinggir arena. Anak-anak terlihat bersemangat menyaksikan sampan melaju di atas air, sementara orang dewasa turut memberikan dukungan kepada para peserta.


Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengapresiasi kemeriahan dan antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.


"Yang paling penting masyarakat bisa bergembira bersama. Kita ingin perayaan HUT Kota Negara dan HUT Kemerdekaan ini benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,ā€ ujar Bupati Kembang.


Menurutnya, lomba sampan tradisional juga memiliki nilai penting dalam menjaga keberadaan tradisi lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.


"Ini bukan hanya perlombaan. Ada tradisi dan kebersamaan yang harus kita jaga. Anak-anak muda juga perlu mengenal dan ikut melestarikan kegiatan seperti ini," katanya.


Bupati berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan kemasan yang semakin menarik sehingga tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya daerah.

Perlombaan berlangsung sengit hingga akhir. Kayuhan demi kayuhan terus dikebut para peserta
Perlombaan berlangsung sengit hingga akhir. Kayuhan demi kayuhan terus dikebut para peserta (Foto: Purnama)

"Menang kalah itu biasa. Yang penting sportivitas, kebersamaan dan masyarakat menikmati kegiatan ini,ā€ pesannya.


Perlombaan berlangsung sengit hingga akhir. Kayuhan demi kayuhan terus dikebut para peserta, sementara sorakan warga mengiringi setiap sampan yang melaju menuju garis finis.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra mengatakan, lomba tersebut diikuti 29 pasang peserta. Setiap sampan masing-masing diisi dua orang.


Untuk hadiah, juara pertama memperoleh Rp2,5 juta, juara kedua Rp2 juta, sedangkan juara ketiga mendapatkan Rp1,8 juta.


Salah satu peserta yang berhasil meraih juara III adalah I Gede Sandi Adnyana. Pria yang sehari-hari berjualan bakso di wilayah Samblong tersebut mengaku tidak menyangka kegemarannya mencari ikan dapat membawanya meraih prestasi dalam lomba sampan tradisional.


"Sebagai tukang bakso, saya juga tidak pernah menyangka bisa mendapatkan juara. Saya sangat senang bisa ikut lomba ini. Tidak menyangka juga bisa mendapatkan juara III," ujar Gede Sandi.


Ia mengatakan, keikutsertaannya dalam perlombaan tersebut berawal dari keinginan untuk menyalurkan hobinya. Sebagai penjual bakso yang gemar memancing, ia tidak pernah membayangkan dapat meraih posisi ketiga dalam perlombaan yang diikuti puluhan peserta tersebut.


Menurut Gede Sandi, pencapaian tersebut menjadi pengalaman dan kebanggaan tersendiri. Ia berharap lomba perahu tradisional dapat terus digelar karena selain menjadi bagian dari perayaan HUT Kota Negara dan Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi dan mempererat kebersamaan.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya