UKWMS Lantik 111 Insinyur Baru, Total Lulusan Capai 805 Orang
SURABAYA - analisapost.com | Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melantik dan mengambil sumpah 111 insinyur baru dari Program Studi Profesi Insinyur (PSPI), Fakultas Teknik, periode II tahun akademik 2025/2026. Pelantikan yang berlangsung di Auditorium Widya Mandala, Pakuwon City, Surabaya, Jumat (9/10/2026), ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga profesional yang mampu mendukung penguasaan teknologi dan penguatan industri nasional.

Pelantikan dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknik UKWMS, Prof. Ir. Felycia Edi Soetaredjo, S.T., M.Phil., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Sementara itu, pengambilan sumpah profesi dipimpin Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Surabaya, Prof. Ir. Muhammad Sigit Darmawan, M.Eng.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
Dari 111 peserta, sembilan orang mengikuti jalur reguler, sedangkan 102 lainnya melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Dengan tambahan tersebut, jumlah lulusan Program Studi Profesi Insinyur UKWMS hingga periode II tahun akademik 2025/2026 mencapai 805 orang.
Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat dan penyematan helm insinyur oleh rektor sebagai simbol dimulainya perjalanan profesional para lulusan. Mereka secara resmi menyandang gelar insinyur (Ir.) di depan nama masing-masing.
Insinyur Dituntut Menjaga Kompetensi dan Integritas
Dekan Fakultas Teknik UKWMS, Prof. Ir. Felycia Edi Soetaredjo, mengatakan pendidikan profesi merupakan bagian penting dalam pengembangan kompetensi keinsinyuran. Gelar insinyur, menurutnya, turut memperkuat profesionalisme agar profesi tersebut semakin diakui di tingkat dunia.
Ia menambahkan, insinyur memiliki peran strategis dalam mencari solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.
Felycia juga mengapresiasi dukungan Politeknik Pelayaran Surabaya, Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), dan PT Duta Bangsa Mandiri dalam pengembangan Program Studi Profesi Insinyur UKWMS. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas akademik dan profesionalisme lulusan.
Ia turut mengajak para insinyur mengurus Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI), serta menjaga kualitas, integritas, dan profesionalisme di tengah perkembangan teknologi.

Sementara itu, Rektor UKWMS, apt. Sumi Wijaya, S.Si., Ph.D., menekankan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mempersiapkan insinyur yang mampu menjawab kebutuhan bangsa.
Ia berharap para lulusan memegang teguh sumpah profesi dan menjalankan tanggung jawab sesuai bidang keahlian masing-masing.
"Melalui program insinyur, peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat dan gelar insinyur, tetapi juga dipersiapkan untuk mengabdi membangun negara, memperkuat kedaulatan bangsa di bidang teknologi, serta menjunjung tinggi marwah profesi insinyur Indonesia,"ujarnya.
Insinyur Berperan dalam Penguatan Industri Nasional
Ketua PII Kota Surabaya, Prof. Ir. Muhammad Sigit Darmawan,M.Rng.Sc.,Ph.D.,IPM.,ASEAN Eng mengatakan gelar insinyur merupakan bentuk pengakuan profesi sesuai amanat undang-undang. Ia mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadapi persaingan global.
Menurut Sigit, pelantikan bukanlah akhir perjalanan seorang insinyur. Para lulusan masih perlu mengembangkan kemampuan dan melanjutkan tahapan karier keinsinyuran sesuai jenjang yang berlaku di PII.
Ia juga menyoroti pentingnya peran insinyur dalam mendukung reindustrialisasi nasional untuk mencapai target Indonesia Emas 2045.
Reindustrialisasi, jelasnya, tidak cukup dilakukan dengan memperbanyak pabrik atau meningkatkan investasi. Upaya tersebut perlu disertai penguasaan teknologi, peningkatan produktivitas, penguatan rantai pasok, serta kemampuan menghasilkan produk industri bernilai tambah tinggi.
Indonesia, kata Sigit, tidak boleh hanya menjadi pasar dan pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi pencipta, pengembang, dan pemilik teknologi.
Ia menilai kawasan industri Surabaya, Gresik, Mojokerto, hingga Pasuruan memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat aktivitas industri dan manufaktur di Indonesia. Namun, pertumbuhan industri di kawasan tersebut perlu diikuti peningkatan kemampuan rekayasa, inovasi, dan penguasaan teknologi oleh sumber daya manusia Indonesia.
Sigit menguraikan empat peran strategis institusi dalam mendukung reindustrialisasi nasional. Pertama, meningkatkan produktivitas dan daya saing industri melalui inovasi, digitalisasi, otomatisasi, efisiensi energi, dan perbaikan proses produksi.
Kedua, mendorong kemandirian teknologi melalui penguatan sains, rekayasa manufaktur, dan pengembangan komponen dalam negeri.
Ketiga, menjadi pelopor industri berkelanjutan. Keempat, memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, penelitian, dan industri agar hasil riset dapat dikembangkan menjadi teknologi, produk, serta solusi yang memiliki nilai ekonomi.
Ia berharap UKWMS, PII wilayah Provinsi Jawa Timur, dan para pelaku industri dapat memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan tujuan tersebut.
"Perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya inovasi, sementara industri menjadi tempat inovasi itu dikembangkan dan diwujudkan menjadi karya nyata," katanya.

UKWMS Berikan Penghargaan kepada Peserta
Kepala Program Studi Profesi Insinyur UKWMS, Dr. Ir. Ivan Gunawan, S.T., M.MT., CSCM., IPM., ASEAN Eng., mengapresiasi konsistensi universitas dalam menyelenggarakan pendidikan profesi insinyur.
Ia mengajak para insinyur Indonesia untuk terus memperbarui kompetensi agar sesuai dengan perkembangan zaman. Menurut Ivan, keinsinyuran memiliki peran penting dalam mengarahkan perkembangan peradaban.
Ivan menjelaskan, pelantikan 111 insinyur tersebut juga menjadi bagian dari proses memperoleh kredensial atau pengakuan resmi atas kompetensi dan kualifikasi profesional di bidang keinsinyuran.
Dalam kesempatan itu, program studi juga memberikan penghargaan kepada peserta melalui tiga kategori, yakni PeKA (Peduli, Komit, dan Antusias) Award, presenter terbaik dalam seminar praktik keinsinyuran, serta penghargaan Pembelajar Lestari.
Penerima PeKA AwardĀ terdiri atas:
Dr. Ir. Moejiono, M.T., M.Mar.E., kategori paling Peduli.
Ir. Sutadjianto, S.E., S.T., S.H., M.M., kategori paling Komit.
Ir. Ardiansyah, S.E., S.T., M.T., kategori paling Antusias.
Adapun penghargaan Presenter Terbaik dalam Seminar Praktik KeinsinyuranĀ diberikan kepada:
Ir. Yudhi Galih Prathama, S.TP., M.M.
Ir. Pompy Pratisna, S.T., M.T., M.Tr.Opsla.
Ir. Sugeng Marsudi, S.T., M.M., M.Mar.E.
Ir. Yanata Chandra, S.T.
Ir. Akhmad Syauqi Futaki, S.T.
Ir. Felix Taihuthu, S.T., M.T.
Ir. Aizzatul Khiyana, S.T., M.T.
Sementara itu, penghargaan Pembelajar LestariĀ diberikan kepada Ir. Huki Chandra, S.T., M.Sc.
Lulusan Siap Menerapkan Keahlian di Lapangan
Salah satu peserta pelantikan, Laksamana Muda TNI Ir. Ardiansyah, S.E., S.T., M.T., CHRMP., yang menjabat Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), mengatakan pendidikan profesi insinyur memberikan bekal untuk meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kedinasan.

Selama mengikuti program tersebut, peserta mempelajari berbagai modul mengenai praktik dan tanggung jawab seorang insinyur profesional.
Ardiansyah menjelaskan, kompetensi keinsinyuran dibutuhkan dalam penerapan teknis di lapangan, terutama untuk memvalidasi data, gambar kerja, dan berbagai kebutuhan teknis lainnya.
"Profesi ini sangat penting untuk mendukung kegiatan kedinasan masing-masing. Saya berharap profesi insinyur terus disosialisasikan dan UKWMS dapat terus meningkatkan profesionalismenya," ungkapnya.
Ia menambahkan, STTAL mengikutsertakan 16 perwira dalam program pendidikan profesi insinyur tersebut.
Dengan total lulusan yang mencapai 805 orang, UKWMS diharapkan terus berkontribusi dalam menyiapkan insinyur yang kompeten, inovatif, dan berintegritas. Kompetensi tersebut menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional dan meningkatkan daya saing industri Indonesia.(Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com






Komentar