UKWMS Luluskan 497 Wisudawan, Torehkan Prestasi hingga Pengalaman Pendidikan Internasional
SURABAYA - analisapost.com | Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) meluluskan 497 wisudawan dan wisudawati pada Tahun Akademik 2025/2026. Mereka terdiri atas 9 lulusan doktor, 28 lulusan magister, 417 lulusan sarjana, dan 43 lulusan ahli madya.

Upacara Wisuda Semester Genap 2025/2026 tersebut akan digelar pada Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan itu, UKWMS juga memberikan apresiasi kepada 32 wisudawan berprestasi akademik terbaik dan 16 wisudawan aktif berprestasi.
Rektor Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, apt. Sumi Wijaya, S.Si., Ph.D., mengatakan para lulusan tidak hanya mencatat capaian akademik, tetapi juga prestasi dalam kompetisi, publikasi buku, pengalaman pertukaran pelajar, hingga mengikuti program pendidikan internasional.
"Total yang akan diwisuda pada semester genap ini berjumlah 497 lulusan. Kami berharap para wisudawan tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh untuk kehidupan pribadi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dan dampak nyata bagi masyarakat. Apa pun yang telah diberikan oleh UKWMS selama mereka menempuh pendidikan, semoga dapat bermanfaat, berguna, dan diterapkan dalam kehidupan bersama,” kata Sumi kepada awak media AnalisaPost, Jumat (25/9/2026).
Sumi mengatakan, arah pengembangan UKWMS tahun ini semakin memperkuat misi untuk mencetak impactful leaders, yaitu lulusan yang mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Menurutnya, para lulusan juga diharapkan tetap membawa nilai-nilai yang ditanamkan selama menempuh pendidikan di UKWMS, yakni semangat untuk peduli, berkomitmen, dan antusias. Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para lulusan ketika memasuki dunia profesional maupun menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Berikut mahasiswa yang berprestasi:
Willthy Cliffton Stanislaus Palit, Wisudawan Berprestasi Akademik Terbaik dari Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik UKWMS. Cliffton merupakan penerima program 3+1+1 INTENSE Double Degree 2025 di St. John's University, Taiwan. Melalui program tersebut, Cliffton berkesempatan menjalani studi selama satu tahun dan memperoleh gelar tambahan B.Sc (Bachelor of Science).
Dr. Nyana Vaddhano, S.Bns., M.M., menjadi Wisudawan Berprestasi Akademik Terbaik Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Bisnis UKWMS. Ia meraih gelar doktor termuda di UKWMS pada usia 25 tahun 11 bulan dan mencatat IPK tertinggi sejak pendidikan S1.
Siau Wei menjadi Wisudawan Berprestasi Akademik Terbaik dan Aktif Berprestasi dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Ia mengikuti pengalaman internasional selama satu semester melalui Canada-ASEAN Scholarships and Educational Exchange for Development (SEED) di Vancouver Island University, Kanada.
Faya Sherza Afrilyra dari Fakultas Teknologi Pertanian yang membawa pulang Medali Perunggu NSSO bidang Geografi dan Medali Perunggu NSSO Bahasa Indonesia.
Dari Fakultas Filsafat, Gilang Sakti Wiyono menerbitkan dua buku, yakni Filsafat untuk Pemula dan Seni Memahami Kematian.
Josephine Vianita Oeswandi dari Fakultas Teknologi Pertanian meraih Medali Emas Ajang Olimpiade Sains bidang Biologi dan Bahasa Inggris tingkat nasional dalam Olimpiade Sains Nusantara (OSN) 2026.
Maryano Rayvalldy Saputra Sololuir dari Fakultas Keperawatan tetap aktif dalam organisasi kemahasiswaan selama menjalani perkuliahan. Ia tercatat sebagai Ketua BEM Fakultas Keperawatan dan Ketua BPMU UKWMS, serta pernah mengikuti program pertukaran pelajar di Saint Louis College, Bangkok, Thailand.

Beragam pengalaman dan prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan para wisudawan selama menempuh pendidikan di UKWMS.
Salah satunya adalah Willthy Cliffton Stanislaus Palit, yang mengaku senang dan bersyukur atas capaian yang diraihnya selama menjalani masa perkuliahan.
Cliffton menuturkan, ketika pertama kali masuk UKWMS, ia hanya memiliki ekspektasi sederhana, yakni menyelesaikan kuliah sekitar tiga setengah tahun, kemudian mencari pekerjaan setelah lulus.
“Sangat senang dan bahagia. Saya tidak pernah menyangka bisa sampai di tahap ini. Puji Tuhan, saya sangat bersyukur. Ketika pertama kali masuk Widya Mandala, ekspektasi saya sebenarnya sederhana. Saya hanya ingin kuliah sekitar tiga setengah tahun, kemudian setelah lulus mencari pekerjaan sendiri,” ceritanya.
Namun, perjalanan Cliffton selama menempuh pendidikan di UKWMS membawanya mendapatkan kesempatan mengikuti program pendidikan di Taiwan. Melalui program tersebut, ia memperoleh fasilitas beasiswa dari Pemerintah Taiwan, sementara perusahaan yang menjadi sponsor memberikan living stipend setiap bulan selama masa program.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Taiwan, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menjalani ikatan kerja selama satu tahun dengan perusahaan sponsor.
“Jadi, dari pihak Pemerintah Taiwan memberikan beasiswa untuk kuliah. Kemudian, perusahaan yang menjadi sponsor memberikan living stipend setiap bulan selama satu tahun. Setelah itu, kami juga mendapat kesempatan untuk bekerja selama satu tahun di perusahaan tersebut,” jelasnya.
Menurut Cliffton, salah satu tantangan yang dihadapinya adalah ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, sistem pendidikan yang berbeda, serta kehidupan di negara lain.
“Saya merupakan angkatan pertama yang berangkat, jadi harus berani beradaptasi karena lingkungan baru, teman baru. Kemampuan akademik perlu disertai keberanian untuk mencoba dan mengambil kesempatan. Selama ini apa yang saya lakukan semua autodidak dan harus berani,” katanya.
Bagi Cliffton, pengalaman menempuh pendidikan di UKWMS hingga mendapat kesempatan belajar di Taiwan menjadi perjalanan yang tidak hanya memperkaya pengalaman akademik, tetapi juga mengajarkannya untuk berani keluar dari zona nyaman, beradaptasi, dan mengambil setiap kesempatan yang datang. Kini, setelah menyelesaikan pendidikannya, ia siap membawa pengalaman tersebut sebagai bekal untuk melangkah ke dunia profesional.(Che/Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com






Komentar