top of page

Anggaran Rp100 Miliar untuk 1.098 Sapi Kurban Presiden Picu Perdebatan Publik

JAKARTA - analisapost.com | Penyaluran 1.098 ekor sapi kurban oleh Presiden Prabowo Subianto untuk perayaan Iduladha tahun ini menjadi perhatian publik. Program yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai sekitar Rp100 miliar tersebut memunculkan berbagai tanggapan, mulai dari pertanyaan mengenai penggunaan anggaran hingga perdebatan terkait status kurban yang disalurkan.

Program bantuan kemasyarakatan berupa 1.098 ekor sapi kurban untuk Iduladha memunculkan beragam tanggapan terkait manfaat sosial dan penggunaan APBN.
Program bantuan kemasyarakatan berupa 1.098 ekor sapi kurban untuk Iduladha memunculkan beragam tanggapan terkait manfaat sosial dan penggunaan APBN. (Ilustrasi: Tim AP)

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa seluruh sapi kurban yang disalurkan Presiden merupakan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banpres) yang rutin dilakukan setiap tahun.


Menurut Juri, sebanyak 598 ekor sapi dialokasikan untuk pemerintah daerah di seluruh Indonesia, sedangkan sekitar 500 ekor lainnya disalurkan kepada pondok pesantren, lembaga pendidikan, lembaga sosial, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.


"Maksud sapi kurban dari Presiden adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar warga yang membutuhkan dapat merayakan Iduladha dengan menyembelih hewan kurban bersama," ujar Juri, Rabu (27/5/26).


Ia menjelaskan bahwa anggaran pengadaan sapi kurban tersebut berasal dari APBN melalui pos bantuan presiden untuk kemasyarakatan dengan nilai sekitar Rp100 miliar. Besaran biaya pengadaan sapi di setiap daerah berbeda-beda karena dipengaruhi oleh bobot hewan dan lokasi pengadaan.


"Harga sapi bervariasi menyesuaikan bobot dan lokasi pengadaan masing-masing daerah," kata Juri.


Juri menambahkan, seluruh sapi yang disalurkan berasal dari peternak lokal di berbagai daerah. Bobot sapi yang dipilih tergolong premium, berkisar antara 800 kilogram hingga 1,3 ton.


Adapun jenis sapi yang disalurkan cukup beragam, antara lain Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, Friesian Holstein (FH), Belgian Blue, hingga Charolais.


Meski demikian, penggunaan APBN untuk pengadaan sapi kurban tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah nilai anggaran yang mencapai sekitar Rp100 miliar.

penyaluran sapi kurban Presiden yang menggunakan anggaran negara menjadi sorotan publik.
Penyaluran sapi kurban Presiden yang menggunakan anggaran negara menjadi sorotan publik.(Foto: Div)

Jika dibagi dengan jumlah sapi yang disalurkan, rata-rata nilai pengadaan mencapai sekitar Rp91 juta per ekor. Perhitungan tersebut diperoleh dari total anggaran Rp100 miliar yang dibagi 1.098 ekor sapi.


Perhitungan tersebut kemudian dibandingkan dengan harga sapi kurban yang umum dijual di pasaran. Berdasarkan berbagai estimasi harga pasar, sapi standar dengan bobot 250 hingga 400 kilogram umumnya dibanderol antara Rp 15 juta hingga Rp 26 juta per ekor. Sementara sapi premium seperti Limousin atau Simmental dengan bobot 600 hingga 800 kilogram berkisar Rp 35 juta hingga Rp 60 juta per ekor.


Di sisi lain, sapi berukuran jumbo dengan bobot lebih dari satu ton dapat mencapai harga Rp 80 juta hingga Rp 120 juta per ekor, tergantung kualitas dan lokasi pembelian.


Menanggapi polemik tersebut, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menegaskan bahwa penggunaan APBN untuk bantuan hewan kurban Presiden bukanlah kebijakan baru dan telah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya.


"Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat," kata Sugiat, Kamis (28/5).


Menurutnya, program bantuan hewan kurban Presiden telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi bagian dari bantuan sosial kemasyarakatan yang diberikan negara kepada masyarakat pada momentum Iduladha.


Sugiat menilai program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan, karena memungkinkan mereka ikut merasakan manfaat daging kurban.

"Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi, jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru," ujarnya.


Ia menambahkan bahwa bantuan presiden selama ini mencakup berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan fasilitas publik, sehingga bantuan hewan kurban merupakan salah satu bentuk program kemasyarakatan yang telah berjalan secara rutin.


Program penyaluran 1.098 ekor sapi kurban tersebut sekaligus melibatkan peternak lokal dari berbagai daerah sebagai penyedia hewan kurban, sehingga diharapkan turut memberikan dampak ekonomi bagi sektor peternakan nasional menjelang Hari Raya Idul Adha.(Che/Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya