top of page

Batik Corner UK Petra Hadirkan Ruang Edukasi Budaya Madura Pesisir

3 hari yang lalu
2 menit membaca

SURABAYA - analisapost.com | Upaya melestarikan kain tradisional Indonesia dikemas secara kreatif oleh mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya. Melalui kolaborasi ilmu desain interior dan seni modern, lantai 8 Perpustakaan UK Petra disulap menjadi Batik Corner dengan konsep budaya Madura Pesisir yang diresmikan pada Sabtu (12/9/2026).

Wakil Rektor 1 UK Petra, Dra. Leenawaty Limantara (tengah), dan Ketua KIBAS, Lintu Tulistyantoro (kiri), memotong pita peresmian Batik Corner di lantai 8 Perpustakaan UK Petra, Surabaya, disaksikan Kepala Perpustakaan UK Petra, Dian Wulandari (kanan)
Wakil Rektor 1 UK Petra, Dra. Leenawaty Limantara (tengah), dan Ketua KIBAS, Lintu Tulistyantoro (kiri), memotong pita peresmian Batik Corner di lantai 8 Perpustakaan UK Petra, Surabaya, disaksikan Kepala Perpustakaan UK Petra, Dian Wulandari (kanan) (Foto: Ist)

Kepala Perpustakaan UK Petra, Dian Wulandari, S.IIP., mengatakan, kehadiran Batik Corner merupakan bagian dari upaya melengkapi koleksi khusus (special collection) perpustakaan yang telah dikumpulkan secara bertahap sejak sebelum pandemi.


“Koleksi ini tidak hanya berbentuk buku fisik, tetapi juga digital collection yang merekam karya seni mahasiswa. Batik Corner hadir sebagai ruang edukasi sekaligus pusat rujukan bagi peneliti dan masyarakat yang ingin mengenal batik lebih dalam,” ujar Dian.


Konsep dan desain Batik Corner tersebut merupakan hasil kreativitas mahasiswa Program Studi Desain Interior UK Petra. Mereka terlibat melalui mata kuliah Service Learning – Interior Design and Styling for Cultural Space.


Dalam prosesnya, mahasiswa tidak hanya merancang dan menata ruang (styling), tetapi juga mengerjakan mural berukuran 3,2 x 1,25 meter yang terdiri atas dua bidang. Pengerjaan mural dilakukan selama sekitar satu bulan di sela-sela aktivitas perkuliahan.


Konsep yang diusung mengangkat karakter Batik Madura dengan inspirasi motif flora pesisir. Motif bunga dan daun merepresentasikan kedekatan masyarakat dengan alam. Sementara itu, warna biru menggambarkan laut pesisir Madura, sedangkan warna kuning melambangkan kemakmuran.


Melalui konsep visual tersebut, Batik Corner diharapkan dapat menjadi ruang rujukan yang nyaman bagi peneliti maupun masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan batik Jawa Timur.


Kehadiran ruang edukasi tersebut sekaligus melengkapi koleksi batik yang dimiliki Perpustakaan UK Petra. Saat ini, perpustakaan memiliki 116 buku fisik mengenai batik serta 49 koleksi motif batik dalam format digital.


Pengembangan Batik Corner juga merupakan hasil kolaborasi UK Petra dengan Komunitas Batik Jawa Timur (KIBAS) dan Himpunan Wastraprema, yang menjadi wadah bagi para pecinta serta pemerhati kain tradisional Indonesia.

Valencia Diandra Syalomita, mahasiswi DKV UK Petra, memegang detail kain batik Jawa Timur yang dipamerkan di Ruang Pamer Perpustakaan UK Petra, Surabaya
Valencia Diandra Syalomita, mahasiswi DKV UK Petra, memegang detail kain batik Jawa Timur yang dipamerkan di Ruang Pamer Perpustakaan UK Petra, Surabaya (Foto: Ist)

Rangkaian peresmian Batik Corner turut diisi dengan Demo Membuat Pola Batik yang berlangsung di area Batik Corner lantai 8. Selain itu, Pameran Batik Jawa Timur juga digelar di lantai 6 Perpustakaan UK Petra.


Dian menegaskan, pelestarian budaya tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Menurutnya, lingkungan pendidikan dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan, mempelajari, sekaligus menghidupkan kembali warisan budaya kepada generasi berikutnya.


“Kehadiran Batik Corner ini menjadi pengingat bahwa melestarikan budaya bisa dimulai dari langkah-langkah kecil di sekitar kita. Ketika pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian bertemu, warisan budaya tidak sekadar disimpan untuk dikenang, tetapi terus dihidupkan untuk masa depan,” tutup Dian Wulandari.(Dna)

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya