Bhikkhu Tudong Disambut Hangat Uskup Surabaya, Bawa Pesan Damai
- analisapost

- 15 Mei
- 3 menit membaca
Diperbarui: 18 Mei
SURABAYA - analisapost.com | Suasana hangat dan penuh persaudaraan terasa di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus (HKY) Surabaya, Kamis (15/5/26).

Keuskupan Surabaya menerima kedatangan rombongan Bhikkhu Tudong yang tengah menempuh perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur dalam rangkaian kegiatan Indonesia Walk for Peace 2026.
Rombongan tersebut tiba di Gereja Katedral HKY Surabaya, Jalan Polisi Istimewa Nomor 15, Keputran, Kecamatan Tegalsari, sekitar pukul 14.30 WIB. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, bersama para romo, biarawati, dan umat Katolik.
Pertemuan berlangsung sederhana, namun sarat makna. Setibanya di halaman gereja yang dibangun pada 1921 tersebut, rombongan Bhikkhu menyerahkan bunga kepada pihak Keuskupan Surabaya sebagai tanda persahabatan. Sebagai balasan, Keuskupan Surabaya memberikan bingkisan kepada para peserta tudong sebelum mereka melanjutkan perjalanan.
Dalam kesempatan itu, kedua pihak juga menggelar doa bersama sebagai simbol persatuan, persaudaraan, dan harapan akan perdamaian dunia. Kehadiran para Bhikkhu di Gereja Katedral HKY Surabaya menjadi salah satu bentuk pesan toleransi lintas agama dalam perjalanan spiritual tersebut.
Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, mengatakan perjalanan tudong yang dilakukan para Bhikkhu bukan sekadar perjalanan fisik. Menurutnya, perjalanan tersebut juga menjadi simbol perjuangan spiritual untuk menghadirkan perdamaian di tengah dunia yang penuh perbedaan.
āPesan damai yang mereka bawa akan semakin luas gaungnya. Ini bukan soal agama apa, tetapi kerinduan bersama tentang perdamaian di Indonesia dan di bumi ini,ā kata pemimpin gereja yang akrab disapa Romo Didik tersebut.
Mgr. Agustinus menilai perjalanan para Bhikkhu dengan berjalan kaki merupakan bentuk seruan perdamaian yang nyata. Ia menyebut, pesan tersebut disampaikan bukan melalui banyak kata, melainkan melalui tindakan dan keteladanan.
āMereka ini seperti demo yang terbaik. Demo untuk mewujudkan perdamaian dan membawa pesan damai,ā ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tradisi berjalan kaki dalam perjalanan spiritual tidak hanya dikenal dalam agama Buddha, tetapi juga terdapat dalam Gereja Katolik. Salah satunya melalui tradisi ziarah kuno Camino de Santiago, yakni perjalanan ziarah dari wilayah perbatasan Prancis Selatan menuju Spanyol yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Menurut Mgr. Agustinus, dalam Gereja Katolik terdapat pula semangat sinodalitas, yakni berjalan bersama dengan siapa saja yang memiliki kehendak baik, tanpa memandang agama maupun latar belakang.
āBerjalan bersama siapa saja yang memiliki kehendak baik untuk mewujudkan dunia yang lebih baik,ā ucapnya.

Ia menambahkan, perjalanan para Bhikkhu menuju Candi Borobudur mengingatkan bahwa kehidupan manusia sejatinya merupakan perjalanan spiritual menuju kedamaian dan pencerahan batin.
Sementara itu, pemimpin rombongan Bhikkhu Tudong, Bhante Phra Phanarin Oaksothip, menyampaikan rasa bahagia atas sambutan yang diberikan selama berada di Indonesia, khususnya saat singgah di Surabaya.
āSangat bahagia dengan segala sambutan ramah yang diterima di Indonesia, khususnya di Surabaya. Semuanya menimbulkan rasa bangga,ā ujarnya dalam bahasa Thailand.
Sebelum tiba di Gereja Katedral HKY Surabaya, rombongan Bhikkhu sempat singgah di Balai Kota Surabaya dan Gedung Negara Grahadi. Di Gereja Katedral HKY, rangkaian kegiatan diisi dengan penyambutan, diskusi singkat bersama pihak Keuskupan, serta doa bersama.
Rombongan Bhikkhu Tudong tersebut berjumlah 58 orang. Mereka terdiri dari 43 Bhikkhu asal Thailand, empat dari Malaysia, tiga dari Laos, dan delapan dari Indonesia. Dalam perjalanan ini, peserta tertua berusia 68 tahun, sedangkan peserta termuda berusia 23 tahun.
Perjalanan Indonesia Walk for Peace 2026Ā dimulai dari Bali pada 7 Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026. Perjalanan ini membawa misi perdamaian, persaudaraan, dan toleransi lintas agama.
Kehadiran para Bhikkhu Tudong di Gereja Katedral HKY Surabaya menjadi bagian dari rangkaian perjalanan tersebut. Momen ini sekaligus menunjukkan bahwa pesan perdamaian dapat dibangun melalui perjumpaan, dialog, dan sikap saling menghormati antarumat beragama. (Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar