top of page

Bukan Mencari Penghasilan, Belasan WNA Gelar Aksi Cuci Motor Gratis di Surabaya

SURABAYA - AnalisaPost |  Belasan warga negara asing (WNA) yang menjalankan pelayanan sebagai misionaris menggelar aksi sosial dengan mencuci sepeda motor warga secara gratis. Aksi tersebut berlangsung di halaman Gereja Yesus Kristus di Jalan Ratna, Ngagel, Wonokromo, Se;asa (8/9/26).

Belasan warga negara asing yang menjalankan pelayanan sebagai misionaris menggelar aksi sosial dengan mencuci sepeda motor warga
Belasan warga negara asing yang menjalankan pelayanan sebagai misionaris menggelar aksi sosial dengan mencuci sepeda motor warga (Foto: Div)

Meski cuaca Surabaya cukup terik, para misionaris tetap bersemangat memberikan layanan cuci motor kepada masyarakat tanpa memungut biaya.


Salah seorang misionaris, Sister Fogg, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan secara rutin setiap pekan.


"Every week, we try to do some kind of service in the community, and this is one thing that we can do. People are used to coming here. They’ve been doing it for a long time. So, it’s just a service project that the missionaries want to do to contribute something for free."


“We’ve only been here four months, and it’s been going on a lot longer than that. We haven’t been here very long, but they’ve been doing it for a long time.”


Ia menambahkan, kegiatan cuci motor gratis tersebut dilaksanakan setiap Jumat mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Tidak ada batasan khusus mengenai jumlah warga yang dapat datang. Pelayanan berakhir ketika waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB.


“A lot of people come every week, and some people often come back. Some people, it’s their first time, but every week we see a few people that we’ve seen before.”


Di lokasi, salah seorang WNA bersama 11 rekannya terlihat mencuci puluhan sepeda motor warga. Dengan menggunakan sikat, deterjen, dan selang air, mereka membersihkan berbagai bagian sepeda motor, termasuk sela-sela yang sulit dijangkau.


Menariknya, para misionaris tersebut mampu berkomunikasi dengan warga menggunakan bahasa Indonesia. Mereka juga secara langsung mengajak pengguna jalan untuk memanfaatkan layanan cuci motor gratis tersebut.


“Ayo bapak-ibu cuci motor gratis,” kata salah seorang misionaris saat menawarkan layanan kepada pengguna jalan.


Ajakan tersebut membuat sejumlah pengendara penasaran dan kemudian datang ke lokasi untuk mendapatkan layanan cuci motor.


Aktivitas mencuci motor selama beberapa jam membuat tangan para misionaris tampak keriput akibat cukup lama terkena air dan deterjen. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat mereka dalam memberikan pelayanan kepada warga.

Warga Negara Asing menjalankan pelayanan Misionaris, Sister dan Elder Fogg dari Gereja Yesus Kristus
Warga Negara Asing menjalankan pelayanan Misionaris, Sister dan Elder Fogg dari Gereja Yesus Kristus (Foto: Div)

Sister Fogg menjelaskan, para misionaris yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari berbagai negara. Di antaranya terdapat misionaris dari Filipina, Indonesia, dan Amerika Serikat.


"They come from all over. There is somebody here from the Philippines, a couple from Indonesia, and some from America."


Ia menerangkan, pelayanan yang dilakukan para misionaris tidak hanya berupa kegiatan sosial seperti mencuci motor. Mereka juga menjalankan misi untuk berinteraksi dengan masyarakat dan berbagi mengenai kehidupan keluarga serta kepercayaan yang mereka anut.


Salah satu kegiatan yang mereka perkenalkan adalah FamilySearch, sebuah aplikasi gratis yang dapat digunakan melalui telepon seluler maupun komputer untuk membantu masyarakat menyusun silsilah keluarga.


“FamilySearch adalah aplikasi gratis yang bisa digunakan melalui ponsel atau komputer. Kita bisa memulainya dari diri sendiri, kemudian menambahkan orang tua, kakek dan nenek, termasuk informasi mengenai kelahiran dan mereka yang sudah meninggal, lalu membuat pohon keluarga,” tutur Sister Fogg.


Ia mengatakan keluarga memiliki arti penting dalam pelayanan yang mereka jalankan, khususnya dalam upaya menghubungkan anggota keluarga melalui informasi mengenai sejarah dan silsilah keluarga.


Bagi para misionaris, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat. Mereka membuka layanan bagi siapa saja yang ingin datang, tanpa membatasi warga berdasarkan latar belakang. “Semua orang dipersilakan untuk datang,” ujar Sister Fogg.

Aldi dan temannya datang mencoba cuci motor gratis yang digelar para misionaris di Surabaya
Aldi dan temannya datang mencoba cuci motor gratis yang digelar para misionaris di Surabaya.(Foto: Div)

Sementara itu, aksi sosial tersebut mendapat perhatian dari warga sekitar. Aldi, salah seorang pemotor yang tinggal di kawasan Ngagel, mengaku terkejut melihat para WNA mencuci sepeda motor warga secara gratis.


Menurut Aldi dan temannya, kegiatan tersebut merupakan pemandangan yang cukup unik, terlebih dilakukan ketika matahari masih terik.


“Unik sih Bule nyuci motor saat matahari terik panas lagi. Mereka juga telaten mencucinya senang banget di cucikan terutama buat kita yang malas cuci motor,” kata Aldi sambil tertawa kepada awak media AnalisaPost.


Sejumlah warga bahkan mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel. Kehadiran belasan misionaris yang turun langsung mencuci sepeda motor warga menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat yang melintas di kawasan Jalan Ratna. (Dna)


Reporter: Charles


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya