Bukan Sekadar Ngopi, Polresta Denpasar dan PHDI Bahas Balapan Liar hingga Provokasi Medsos
- analisapost

- 19 jam yang lalu
- 2 menit membaca
DENPASAR - AnalisaPost | Polresta Denpasar bersama jajaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar memperkuat komunikasi dan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas yang digelar Jumat (21/8/26).

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., didampingi pejabat utama (PJU) dan para Kapolsek, mengapresiasi dukungan PHDI dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan komunikasi dan koordinasi untuk mengantisipasi berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu kamtibmas.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu menjadi bahan pembahasan, antara lain potensi konflik sosial, balapan liar, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi, kemacetan, kendaraan tanpa tanda nomor, serta potensi provokasi melalui media sosial.
Kapolresta juga memperkenalkan aplikasi Cakrawasi yang digunakan untuk mendukung pendataan orang asing yang tinggal di hotel, vila maupun tempat kos. Pendataan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Berbagai masukan yang disampaikan dalam dialog tersebut, menurut Kapolresta, akan menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan. Polresta Denpasar juga tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan dalam menangani persoalan yang berkaitan dengan adat dan agama, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami berharap komunikasi seperti ini terus terjaga. Jika ada persoalan yang berpotensi mengganggu kamtibmas, mari segera dikoordinasikan sehingga dapat ditangani sejak dini," ujar Leonardo.
Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka menyatakan kesiapan PHDI untuk terus bersinergi dengan Kepolisian dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. PHDI juga mendorong penguatan kerukunan antarumat beragama melalui komunikasi serta kegiatan bersama yang melibatkan tokoh-tokoh lintas agama.
Dalam pembahasan, perhatian juga diarahkan pada kemacetan yang terjadi pada jam sibuk, balapan liar, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi, kendaraan tanpa tanda nomor, hingga potensi provokasi di media sosial. Peningkatan patroli pada waktu rawan, terutama dini hari, turut menjadi salah satu masukan yang disampaikan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Denpasar menegaskan pihaknya akan melanjutkan langkah pencegahan maupun penegakan hukum sesuai ketentuan. Untuk persoalan yang berkaitan dengan adat dan agama, pendekatan persuasif dan kekeluargaan akan tetap diutamakan sepanjang memungkinkan.
Koordinasi juga akan ditingkatkan dalam pelaksanaan kegiatan masyarakat, termasuk upacara Ngaben. Satlantas Polresta Denpasar diarahkan berkoordinasi dengan panitia kegiatan untuk mengatur arus lalu lintas sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan dampaknya terhadap pengguna jalan dapat diminimalkan.
Polresta Denpasar juga berencana kembali menggalakkan program Sipandu Beradat dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Sementara untuk penguatan program Polisi Banjar, Kapolresta akan menugaskan Kasat Intelkam dan Kasat Binmas untuk menindaklanjuti program tersebut.
Pada akhir kegiatan, Kapolresta Denpasar mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga komunikasi, kerukunan dan kepedulian bersama. Masyarakat juga diimbau menggunakan Call Center Polri 110 apabila mengetahui adanya kejadian atau gangguan kamtibmas agar dapat segera ditindaklanjuti.
"Keamanan bukan hanya tanggung jawab Kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Dengan komunikasi dan sinergi yang kuat, berbagai potensi gangguan dapat kita cegah sejak dini," tegasnya.(*)





Komentar