Dari Titip Jual hingga Kemitraan, Burger Panen Kembangkan Brand Kuliner Lokal Surabaya
SURABAYA - analisapost.com | Persaingan bisnis kuliner di Surabaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tidak hanya mengandalkan harga, tetapi juga memperkuat kualitas produk, inovasi, dan identitas merek.

Strategi tersebut salah satunya diterapkan Burger Panen (Pancen Enak), brand burger lokal Surabaya yang mengembangkan produk dengan konsep premium namun tetap menyasar konsumen dengan harga terjangkau.
Usaha yang berdiri sejak 1 Maret 2023 itu berlokasi di Jalan Ketintang Baru IV No. 3A, Surabaya. Sebelum membuka outlet, Burger Panen lebih dahulu memperkenalkan produknya melalui sistem titip jual di sejumlah tempat, antara lain Bilka, Ciko, serta kedai makanan di kawasan Tenggilis.
Pemilik Burger Panen, Gaguk Triyatno, mengatakan keputusan memilih burger sebagai produk utama dilakukan setelah melalui proses analisis bisnis. Sebelum memulai usaha, ia mempelajari sejumlah konsep bisnis, termasuk Business Model Canvas (BMC), analisis SWOT, serta Unique Selling Proposition (USP).
"Karena saya itu orangnya pembelajar. Artinya ketika saya mau ambil atau mau jualan atau mau bisnis, saya pelajari dulu. Saya belajar tentang BMC, Business Model Canvas. Saya belajar tentang analisis SWOT," kata Gaguk kepada awak media AnalisaPost saat ditemui di kediamannya, Kamis (8/10/26).
Dari proses tersebut, Burger Panen menetapkan keunggulan produknya pada patty yang digunakan. Gaguk menyebut patty Burger Panen menggunakan 100 persen daging asli tanpa campuran tepung dan tanpa pengawet.
"Keunggulan Burger Panen itu adalah ada pada patty-nya. Kita menggunakan patty 100 persen daging asli tanpa pengawet," ungkapnya.
Patty tersebut dipadukan dengan roti lembut serta saus homemade dengan sejumlah pilihan rasa. Menu yang ditawarkan antara lain Beef Cheese Burger, Blackpepper Burger, Beef Burger, Chicken Crispy Burger, Korean Spicy Beef Burger, Japanese Curry Burger, dan Egg Burger.
Variasi saus menjadi salah satu pilihan rasa yang ditawarkan kepada konsumen, di antaranya blackpepper, Japanese curry, dan Korean spicy. Sementara dari sisi harga, Burger Panen berupaya menjaga produknya tetap terjangkau bagi berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan keluarga.
Gaguk mengatakan pengembangan Burger Panen tidak hanya diarahkan pada penjualan produk, tetapi juga membangun merek burger lokal yang dapat berkembang lebih luas. Dalam company profile, Burger Panen mencantumkan visi menjadi brand burger lokal kebanggaan Indonesia melalui rasa premium, inovasi produk, dan keberlanjutan usaha.
Untuk memperluas pasar, Burger Panen memanfaatkan penjualan langsung melalui outlet dan layanan pesan-antar daring, seperti GrabFood, ShopeeFood, GoFood, dan BukaPO. Usaha ini juga membuka kerja sama dengan kafe serta mitra usaha skala kecil melalui skema business to business (B2B).
Selain penjualan produk, Burger Panen mengembangkan usaha melalui sistem kemitraan. Salah satu yang ditawarkan adalah Paket Booth Mini senilai Rp12,5 juta, yang mencakup booth berukuran sekitar 120 x 60 x 180 sentimeter, peralatan memasak, alat promosi, perlengkapan pendukung, serta stok bahan sebanyak 100 pack.
Pilihan lainnya adalah Paket Cafe Mini Container senilai Rp50 juta. Paket tersebut mencakup mini container berukuran 3 x 3 meter, peralatan memasak, perangkat kopi dan minuman kekinian, alat promosi, stok bahan burger sebanyak 100 pack, serta stok bahan minuman untuk 50 pack.
Pengembangan kemitraan tersebut diarahkan untuk membuka peluang usaha baru sekaligus membangun ekosistem kemitraan di sektor kuliner.
Burger Panen juga mencantumkan sejumlah legalitas usaha, antara lain Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran merek dagang Burger Panen (Pancen Enak), serta sertifikat halal.
Dalam perjalanan usahanya, Burger Panen mencatat sejumlah capaian dalam kompetisi UMKM. Burger Panen meraih kemenangan dalam kompetisi Sayembarasa 2024 di Ibis Style pada November 2024 dan Juara II Kompetisi Pitching Gerobak Kawan Ayu pada Januari 2025.
Produk Burger Panen juga disebut telah melalui sejumlah proses kurasi yang melibatkan beberapa chef, di antaranya Chef Ken, Chef Sarwan āKatrokā dari MasterChef Indonesia, serta Chef Hadi dari Hotel Grand Inna Tunjungan Surabaya.
Respons konsumen turut tercatat melalui Google Business Profile yang mencantumkan rating 5,0 berdasarkan 170 ulasan positif. Burger Panen juga menyebut outletnya telah dikunjungi wisatawan asing dari sejumlah negara.
Bagi Gaguk, pengembangan Burger Panen merupakan proses untuk membangun usaha kuliner yang tidak hanya bertumpu pada penjualan, tetapi juga kualitas produk dan kemampuan berinovasi.
"Burger Panen bukan sekadar makanan, tapi simbol inovasi kuliner lokal dengan kualitas premium, harga terjangkau, dan semangat UMKM Indonesia untuk naik kelas," tegas Gaguk.
Perjalanan Burger Panen dari sistem titip jual hingga mengembangkan outlet dan kemitraan menunjukkan upaya sebuah UMKM kuliner lokal untuk memperluas pasar secara bertahap. Dari Surabaya, usaha tersebut terus membawa produk burger lokal dengan harapan dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.(Dna/Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com






Komentar