top of page

Siswa dan Mahasiswa Magang di Burger Panen, Belajar Bisnis dan Strategi Digital

19 menit yang lalu
4 menit membaca

SURABAYA - analisapost.com | Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal dunia kerja secara langsung. Salah satunya dilakukan Burger Panen (Pancen Enak) di Surabaya yang menerima siswa dan mahasiswa untuk menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan program magang.

Siswa SMK Ketintang dan mahasiswa Unesa bersama pemilik Burger Panen dalam kegiatan PKL dan magang untuk mengenal dunia usaha secara langsung.
Siswa SMK Ketintang dan mahasiswa Unesa bersama pemilik Burger Panen dalam kegiatan PKL dan magang untuk mengenal dunia usaha secara langsung.(Foto: Div)

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari aktivitas usaha, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenai pemasaran, pengelolaan produk, dan strategi pengembangan bisnis. Mereka juga berkesempatan memberikan masukan terkait produk, fasilitas, serta pemasaran digital.


Pemilik Burger Panen, Gaguk Triyatno, mengatakan para peserta mengetahui usahanya melalui media sosial Instagram sebelum mengajukan permohonan magang.


Menurut Gaguk, program tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dalam membangun usaha, terutama mengenai pentingnya pemasaran sebelum memulai bisnis.


ā€œDari awal saya sampaikan, kami di sini hanya bisa berbagi. Jadi, kebetulan saya punya pengalaman, terutama dari marketing,ā€ kata Gaguk kepada awak media AnalisaPost saat ditemui di kediamannya, Kamis (8/10/2026).


Ia menjelaskan, pemahaman tentang pemasaran perlu menjadi perhatian bagi siapa pun yang ingin memulai usaha. Pelaku usaha harus mengenali calon konsumen dan menentukan target pasar sebelum memutuskan produk yang akan dijual.


"Sebenarnya punya usaha itu yang harus dipelajari dulu adalah marketing-nya. Nomor satu marketing. Jangan asal langsung buka, targetnya belum jelas," jelasnya.


Gaguk juga mendorong peserta magang untuk mempelajari konsep segmentasi, targeting, dan positioningĀ (STP), yakni proses menentukan kelompok konsumen, memilih target pasar, dan membangun posisi produk di pasar.


"Marketing-nya itu harus kuat, kalian harus belajar tentang itu. Segmentasi, targeting, positioning. Ketika kamu sudah punya target, baru kamu jualan. Jadi riset dulu," ujarnya.


Menurut dia, riset pasar perlu dilakukan sebelum membuka usaha agar produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Perencanaan tersebut juga membantu calon pelaku usaha mempertimbangkan kebutuhan modal dan strategi pemasaran.


"Jangan langsung buka. Riset, galilah marketing kamu. Buka usaha nomor terakhir. Itu yang saya sampaikan kepada mereka," ungkapnya.


Siswa SMK Mengenal Produk dan Aktivitas UMKM

Burger Panen menerima empat siswa SMK Ketintang dari jurusan Bisnis Digital, yakni Raqilla Habibie, Raissa Ananta, Aprilia Putri, dan Aurora Yaquta.

Raqilla Habibie dan Raissa Ananta siswa SMK Ketintang
Raqilla Habibie dan Raissa Ananta siswa SMK Ketintang (Foto: Div)

Bagi siswa SMK, kegiatan PKL menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah. Selama menjalani kegiatan tersebut, mereka membuat konten digital sekaligus mengenal produk dan aktivitas usaha secara langsung.


Raqilla Habibie mengaku sempat terkejut ketika pertama kali mengenal lingkungan UMKM. Ia juga berkesempatan mencoba produk Burger Panen dan menilai cita rasa saus, patty, serta tekstur roti menjadi daya tarik tersendiri.


"Kami di sini membuat konten-konten digital. Tetapi, ketika awal datang ke UMKM, saya sempat kaget saat membeli burgernya. Rasanya enak. Kalau menurut saya, sausnya juara, patty-nya juga beda dari yang lain. Rotinya lembut banget,ā€ kata Raqilla.


Dari sejumlah menu yang dicoba, Raqilla menyebut Japanese Curry Burger sebagai salah satu menu favoritnya karena sesuai dengan seleranya terhadap cita rasa kari Jepang. Sementara itu, Raissa Ananta menyukai Korean Spicy Burger, terutama karena saus pedasnya.


"Yang lebih menarik itu saus pedasnya. Enak, kalau untuk nilai saya 9,0," ujar Ananta.


Selain memberikan penilaian terhadap produk, Raissa juga menyampaikan masukan mengenai fasilitas parkir. Menurutnya, area parkir yang terbatas membuat kendaraan harus diparkir dekat dengan sisi jalan.


"Sedikit masukan, mungkin dari parkirnya sempit karena kalau parkir harus di pinggir sekali," katanya.


Mahasiswa Soroti Pemasaran dan Konten Media Sosial

Selain siswa SMK, Burger Panen menjadi tempat magang bagi lima mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dari bidang pendidikan bisnis, yakni Firda Ahlan Diyah, Adinda Renggita Modelvi Avionasis, Devi Saputri, Nailatul Haiba Anafisa, dan Vincentius Maylanno Santosa.


Selama magang, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami penerapan teori bisnis dalam praktik, termasuk melalui kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan usaha dan kerja sama.


Devi Saputri dan Nailatul Haiba Anafisa, misalnya, mendapat kesempatan terlibat dalam kegiatan menjalin kerja sama. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai pelaksanaan aktivitas bisnis di lapangan.


Sementara itu, Firda Ahlan Diyah menilai pengalaman magang membantunya memahami hubungan antara kualitas produk, harga, kemasan, dan pemasaran.


Menurut Firda, harga Burger Panen relatif terjangkau jika dibandingkan dengan kemasan yang diberikan kepada konsumen.



"Kalau dari saya sendiri pribadi, sangat layak dilihat dari harganya. Mulai dari Rp15 ribu sudah dapat packagingĀ seperti itu. Biasanya kalau di brand-brandĀ besar cuma beberapa saja," tutur Firda.


Meski demikian, ia menilai pemasaran melalui kanal daring masih dapat ditingkatkan untuk memperluas jangkauan konsumen.


"Kalau dari sisi penjualannya mungkin belum optimal di online. Karena online kan promonya naik turun," ujarnya.


Menurut Firda, pemasaran daring dapat membantu produk Burger Panen menjangkau konsumen di luar area sekitar gerai. Dengan strategi promosi yang lebih konsisten, usaha tersebut berpeluang memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.


Masukan lain disampaikan Adinda Renggita Modelvi Avionasis yang menyoroti penyajian konten media sosial. Menurutnya, konten Burger Panen masih dapat dikembangkan agar lebih menarik bagi kalangan anak muda.

Firda Ahlan Diyah dan Adinda Renggita Modelvi Avionasis mahasiswi Universitas Negeri Surabaya
Firda Ahlan Diyah dan Adinda Renggita Modelvi Avionasis mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Foto: Div)

"Kalau dilihat dari segi burgernya di media sosial, kontennya kurang terlihat menarik kalau bagi anak muda," kata Renggita.


Ia menilai gaya komunikasi dan penyajian konten perlu disesuaikan dengan karakteristik target pasar. Pendekatan yang lebih kekinian dapat dipertimbangkan jika Burger Panen ingin meningkatkan daya tarik di kalangan konsumen muda.


Magang Menjadi Ruang Belajar Bersama

Pengalaman para peserta menunjukkan bahwa kegiatan PKL dan magang di lingkungan UMKM dapat menjadi sarana untuk menerapkan pengetahuan dari bangku pendidikan sekaligus memahami tantangan dunia kerja.


Melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas usaha, siswa dan mahasiswa dapat mempelajari pentingnya perencanaan bisnis, pemahaman terhadap target pasar, serta kemampuan menyesuaikan strategi pemasaran dengan karakteristik konsumen.


Di sisi lain, masukan peserta dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaku usaha, terutama dalam mengembangkan pemasaran digital dan menyesuaikan konten media sosial dengan kebutuhan pasar.


Dengan demikian, kegiatan magang di Burger Panen tidak hanya memberikan pengalaman kerja kepada siswa dan mahasiswa, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan antara generasi muda dan pelaku UMKM dalam melihat peluang pengembangan usaha. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya