top of page

Emas 24 Karat Disebut Murni, Benarkah Tanpa Campuran Logam Lain?

6 jam yang lalu
2 menit membaca

SURABAYA - analisapost.com | Emas 24 karat dikenal sebagai emas dengan tingkat kemurnian tertinggi yang tersedia secara komersial. Jenis emas ini banyak dipilih sebagai instrumen investasi karena kandungan emasnya sangat tinggi. Namun, benarkah emas 24 karat sepenuhnya murni tanpa campuran logam lain?

Emas 24 karat dikenal memiliki tingkat kemurnian tinggi dan banyak dipilih sebagai instrumen investasi.
Emas 24 karat dikenal memiliki tingkat kemurnian tinggi dan banyak dipilih sebagai instrumen investasi.(Ilustrasi: AnalisaPost)

Mengutip laman Logam Mulia Antam, emas murni dinyatakan memiliki kadar 24 karat atau mencapai 99,99 persen. Dalam praktiknya, emas 24 karat umumnya memiliki tingkat kemurnian sekitar 99,9 persen atau lebih, bergantung pada spesifikasi produk. Karena itu, emas jenis ini kerap diberi tanda "999" atau "999,9" untuk menunjukkan kadar kemurniannya.


Secara teori, emas 24 karat merupakan emas dengan tingkat kemurnian tertinggi. Meski demikian, kemurnian 100 persen sulit dicapai dalam proses pemurnian karena masih dimungkinkan adanya sejumlah kecil unsur lain yang tertinggal. Perbedaan kecil tersebut tidak menghilangkan statusnya sebagai emas berkadar sangat tinggi.


Karat merupakan satuan untuk menunjukkan tingkat kemurnian emas dalam suatu logam. Setiap satu karat mewakili satu bagian emas dari total 24 bagian. Dengan demikian, emas 22 karat mengandung 22 bagian emas dan dua bagian logam lain, sedangkan emas 18 karat terdiri atas 18 bagian emas dan enam bagian logam campuran.


Logam yang digunakan sebagai campuran dapat berupa perak, tembaga, platinum, atau logam lainnya, bergantung pada komposisi dan tujuan penggunaannya. Sebagai contoh, emas 18 karat memiliki kandungan emas sekitar 75 persen, sedangkan 25 persen sisanya terdiri atas logam campuran.


Perbedaan kadar tersebut juga memengaruhi karakteristik emas. Emas 24 karat memiliki warna kuning yang cenderung lebih pekat dan tekstur lebih lunak karena kandungan emasnya sangat tinggi. Sifat tersebut membuatnya lebih rentan berubah bentuk dibandingkan emas dengan kadar lebih rendah.

Oleh sebab itu, emas 24 karat lebih banyak dimanfaatkan sebagai instrumen investasi dalam bentuk batangan atau koin. Sementara itu, perhiasan seperti cincin, gelang, dan kalung umumnya menggunakan emas 18 karat atau 22 karat agar lebih kuat dan tahan terhadap goresan maupun perubahan bentuk.


Bagi investor, emas 24 karat menjadi salah satu pilihan karena kadar kemurniannya tinggi dan harga emas batangan relatif lebih mudah ditelusuri berdasarkan harga pasar emas. Produk investasi seperti emas batangan Antam dan UBS umumnya dipasarkan dengan kadar kemurnian tinggi sesuai spesifikasi masing-masing produk.


Berbeda dengan emas batangan, harga jual kembali perhiasan tidak hanya dipengaruhi oleh harga emas di pasar. Toko emas biasanya mempertimbangkan harga emas yang berlaku saat transaksi, kadar karat, desain atau kerumitan pengerjaan, serta kelengkapan surat pembelian dalam menentukan nilai buyback.


Dengan memahami perbedaan kadar dan karakteristik emas, masyarakat dapat menyesuaikan pilihan pembelian dengan kebutuhannya. Emas berkadar tinggi dapat menjadi alternatif investasi, sedangkan emas dengan kadar lebih rendah dapat dipertimbangkan untuk perhiasan yang membutuhkan daya tahan lebih baik.(Ay)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya