top of page

Koster Tambah Trip Kapal Padangbai-Nusa Penida, Harga Sembako Ditarget Lebih Stabil

DENPASAR -analisapost.com | Tingginya harga kebutuhan pokok di Nusa Penida dibandingkan wilayah daratan Kabupaten Klungkung mendorong Pemerintah Provinsi Bali mencari solusi untuk memperlancar distribusi logistik ke wilayah kepulauan tersebut.

Koster Tambah Trip Kapal Padangbai-Nusa Penida, Harga Sembako Ditarget Lebih Stabil
Koster Tambah Trip Kapal Padangbai-Nusa Penida, Harga Sembako Ditarget Lebih Stabil (Foto: Ist)

Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah melakukan uji coba penambahan frekuensi pelayaran kapal pengangkut barang pada lintasan Padangbai-Nusa Penida.


Gubernur Bali, Wayan Koster, meminta agar jumlah trip kapal barang ditambah dari dua kali menjadi tiga kali setiap hari. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi hambatan distribusi, menjaga ketersediaan stok, sekaligus menekan kesenjangan harga kebutuhan pokok antara Nusa Penida dan wilayah daratan Klungkung.


Permintaan tersebut disampaikan saat Gubernur Koster memimpin rapat tindak lanjut persetujuan lintas pelayaran Padangbai-Nusa Penida di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Senin (16/6).


Dalam rapat itu, ia menegaskan bahwa kelancaran distribusi barang menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.


Menurut Koster, semakin lancar arus distribusi barang ke Nusa Penida, semakin kecil kemungkinan terjadinya kelangkaan stok maupun kenaikan harga di pasar.


"Jika penambahan trip ini berhasil dilakukan, maka ke depan perbedaan harga antara Klungkung daratan dengan Nusa Penida tidak akan terjadi lagi, karena pasokan lancar dan stoknya juga menjadi aman," tegas Koster.


Meski penambahan frekuensi pelayaran akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan subsidi operasional, Pemerintah Provinsi Bali menilai manfaat yang diperoleh masyarakat jauh lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan.


Saat ini subsidi layanan perintis mencapai sekitar Rp1,4 miliar dan diperkirakan meningkat menjadi Rp2,1 miliar apabila frekuensi pelayaran ditambah menjadi tiga kali sehari.


Koster bahkan menilai, dengan skema layanan perintis yang berlaku saat ini, pengiriman barang terutama kebutuhan pokok sebenarnya memungkinkan dilakukan hingga tiga sampai empat kali dalam sehari.


"Dengan pola layanan perintis, pengiriman barang terutama kebutuhan pokok ke Nusa Penida harusnya bisa dilakukan tiga sampai empat kali sehari," ujarnya.



Sementara itu, Bupati Klungkung, I Made Satria, menjelaskan bahwa tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok di Nusa Penida selama ini lebih banyak dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan barang. Kapasitas angkut kapal yang terbatas serta frekuensi pelayaran yang belum optimal menyebabkan antrean pengiriman barang kerap terjadi.


Akibatnya, distribusi menjadi lebih lambat dan berdampak langsung terhadap ketersediaan barang di pasar. Ketika stok berkurang, harga kebutuhan pokok pun cenderung meningkat.


"Perbedaan harga terjadi karena stok sering terbatas dan pengiriman barang harus mengantre akibat trip yang masih terbatas," jelas I Made Satria.


Di sisi lain, hasil kajian Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali menunjukkan bahwa lintasan Padangbai-Nusa Penida saat ini belum layak dikomersialkan sepenuhnya. Selain itu, pemerintah tidak diperkenankan menerapkan dua sistem layanan sekaligus, yakni layanan perintis dan layanan komersial, pada satu lintasan pelayaran yang sama.


Karena itu, pemerintah memilih melakukan proses transisi secara bertahap melalui penyesuaian tarif dan evaluasi berkala. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap subsidi tanpa menimbulkan gejolak harga di masyarakat.


Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, mengatakan bahwa proses komersialisasi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak berdampak pada kenaikan harga barang.


"Komersialisasi harus dilakukan secara bertahap agar tidak memicu lonjakan harga barang dan memberi waktu bagi pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian," paparnya.


Penambahan frekuensi pelayaran dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat konektivitas logistik menuju Nusa Penida. Selain memperlancar distribusi barang, kebijakan ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan kebutuhan sehari-hari lainnya agar lebih setara dengan harga di wilayah daratan Klungkung.


Apabila uji coba penambahan trip kapal berjalan efektif, lintasan Padangbai-Nusa Penida tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi sarana pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan.(*)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya