Mahasiswa UK Petra Edukasi Ratusan Warga tentang Deteksi Dini Kanker Payudara
- analisapost

- 7 Jun
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini kanker payudara mendorong mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Kristen (UK) Petra kembali menggelar kampanye Ribbon of Hope 2026.

Melalui kampanye bertajuk “Bersama SADARI (Periksa Payudara SendiriKATEGORI)”, mereka berupaya mengedukasi masyarakat sekaligus menghapus stigma dan rasa canggung yang masih melekat pada pembahasan kesehatan payudara.
Ketua Ribbon of Hope 2026, Ida Bagus Made Kesawa Telaga, mengatakan kampanye ini menyasar masyarakat Surabaya, khususnya kelompok usia 18-40 tahun. Program tersebut hadir sebagai respons terhadap masih rendahnya pengetahuan dan kebiasaan masyarakat dalam melakukan deteksi dini kanker payudara.
"Kampanye ini menyasar masyarakat Surabaya, khususnya kelompok usia 18-40 tahun, sebagai respons atas masih rendahnya pengetahuan dan kebiasaan melakukan deteksi dini kanker payudara,” ujarnya.
Rangkaian kampanye berlangsung pada 9-22 Mei 2026 di sejumlah ruang publik di Surabaya dan sekitarnya, antara lain Mall Royal Plaza, Jalan Tunjungan, Alun-Alun Sidoarjo, Car Free Day Taman Bungkul, serta Kampus UK Petra.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi edukasi mengenai SADARI, tetapi juga mengajak masyarakat berdialog secara langsung melalui media pembelajaran berupa interactive box.
"Selain menyampaikan materi edukasi tentang SADARI, kami juga berdialog bersama masyarakat sambil belajar dengan menggunakan media edukatif interactive box,” kata Ida Bagus Made yang akrab disapa Gusde.
Melalui kegiatan roadshow tersebut, sekitar 300 warga berhasil dijangkau dan mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan payudara secara mandiri.
Puncak kegiatan Ribbon of Hope 2026 digelar pada Minggu (7/6/26) di Transcape F2, Trans Icon Mall Surabaya.
Acara yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB itu menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif dan interaktif, salah satunya talkshow “Bincang SADARI” yang menghadirkan dr. Sidharta Himawan Giri, Sp.B., FICS., seorang Breast Surgeon dari Rumah Sakit Onkologi Surabaya.
Baca Juga: APSILANGGA Soroti Fenomena Generasi Sandwich dan Kesehatan Mental Keluarga di Era Digital
Selain talkshow, sebanyak sekitar 79 peserta dari berbagai kelompok usia turut mengikuti sesi Pound Fit, olahraga kardio yang menggunakan stik khusus bernama ripstix untuk menghasilkan gerakan ritmis menyerupai aktivitas menabuh drum.
Menurut Gusde, konsep tersebut dipilih untuk menghadirkan edukasi kesehatan dengan pendekatan yang lebih aktif dan menyenangkan.
"Lewat Ribbon of Hope, kami ingin membuktikan bahwa edukasi kanker payudara tidak melulu harus kaku seperti seminar searah, tetapi bisa dikemas secara aktif dan energik. Ketukan ripstix di sini menjadi simbolisasi untuk menyuarakan kepedulian secara lantang, sekaligus mengajak peserta membangun body awareness, yang merupakan esensi utama SADARI,” tegasnya.
Kegiatan lain yang turut menarik perhatian peserta adalah phone straps decoration, yaitu aktivitas menghias dan merangkai gantungan telepon genggam. Dalam proses dekorasi, peserta menyematkan pita berwarna merah muda atau pink ribbon sebagai simbol kepedulian terhadap kanker payudara.
Ribbon of Hope menjadi bukti bahwa kegiatan akademik di lingkungan Ilmu Komunikasi UK Petra tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai, tetapi juga mampu melahirkan gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sejak pertama kali digagas pada 2009, Ribbon of Hope terus menunjukkan konsistensinya sebagai kampanye edukasi kanker payudara di Surabaya. Melalui pendekatan kreatif dan partisipatif, kampanye ini berupaya mengubah SADARI dari topik yang dianggap tabu menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan kesadaran masyarakat untuk lebih mengenali tubuhnya sendiri.(*)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar