top of page

Mengenal Tokoh Legendaris yang Menginspirasi Film The Odyssey

AnalisaPost | Film The Odyssey garapan sutradara Christopher Nolan berhasil menarik perhatian penonton sejak tayang di bioskop. Selain menyuguhkan visual spektakuler dan deretan pemeran ternama, film ini juga membangkitkan rasa ingin tahu publik terhadap kisah asli yang menjadi sumber inspirasinya.

Mengenal Tokoh Legendaris yang Menginspirasi Film The Odyssey
Mengenal Tokoh Legendaris yang Menginspirasi Film The Odyssey (Ilustrasi: Tim AP)

Salah satu tokoh yang paling mencuri perhatian adalah Odysseus, sosok utama dalam film yang berasal dari mitologi Yunani. Ia dikenal sebagai Raja Ithaca sekaligus pahlawan legendaris yang terkenal karena kecerdikan, keberanian, dan perjalanan panjangnya usai Perang Troya.


Kisah hidupnya diabadikan dalam epos The Odyssey karya penyair Yunani kuno, Homer, yang hingga kini masih menjadi salah satu karya sastra paling berpengaruh di dunia.


Odysseus merupakan putra Laertes dan Anticleia, suami Penelope, serta ayah dari Telemachus. Berbeda dengan banyak pahlawan Yunani yang mengandalkan kekuatan fisik di medan perang, Odysseus lebih dikenal berkat kecerdasannya dalam menyusun strategi, kemampuan bernegosiasi, dan kelicikan yang sering membantunya keluar dari situasi berbahaya.


Dalam mitologi Yunani, Odysseus juga digambarkan sebagai sosok yang mendapat perlindungan dari Dewi Athena. Kebijaksanaan dan keberaniannya membuat Athena kerap memberikan bantuan ketika Odysseus menghadapi berbagai rintangan, baik selama Perang Troya maupun dalam perjalanan pulang menuju Ithaca.


Peran Penting dalam Perang Troya

Sebelum kisah The Odyssey dimulai, Odysseus telah menjadi salah satu tokoh penting dalam Perang Troya yang berlangsung selama sepuluh tahun.


Awalnya, ia enggan ikut berperang karena mendapat ramalan bahwa dirinya akan meninggalkan keluarga dalam waktu yang sangat lama. Meski demikian, Odysseus tetap memenuhi sumpahnya untuk membantu pasukan Yunani merebut kembali Helen dari Troya.


Selama peperangan, ia berperan dalam berbagai strategi yang menentukan kemenangan Yunani. Odysseus berhasil menemukan Achilles yang menyamar sebagai perempuan, menangkap peramal Troya bernama Helenus untuk memperoleh informasi penting, serta memimpin sejumlah misi bersama Diomedes.


Puncak kecerdasannya terlihat saat mencetuskan strategi Kuda Troya (Trojan Horse), sebuah siasat yang memungkinkan pasukan Yunani memasuki Kota Troya secara diam-diam. Strategi tersebut menjadi titik balik yang mengakhiri perang dan membawa kemenangan bagi Yunani.


Setelah Perang Troya berakhir, Odysseus seharusnya dapat segera kembali ke Ithaca. Namun, perjalanan pulangnya justru berubah menjadi petualangan panjang selama sepuluh tahun akibat murka Poseidon, dewa laut dalam mitologi Yunani.


Kemarahan Poseidon dipicu oleh tindakan Odysseus yang membutakan Polyphemus, seorang Cyclops yang juga merupakan putra sang dewa. Sejak saat itu, perjalanan pulang Odysseus dipenuhi berbagai rintangan yang kemudian menjadi bagian paling terkenal dalam kisah The Odyssey.


Selama pengembaraannya, Odysseus dan para awak kapal bertemu dengan bangsa Lotus-Eaters atau Pemakan Teratai yang membuat siapa pun melupakan kampung halamannya. Ia juga menghadapi Cyclops Polyphemus, mengunjungi penyihir Circe yang mengubah anak buahnya menjadi babi, mendengar nyanyian mematikan para Siren, melewati monster Scylla dan pusaran Charybdis, hingga ditahan nimfa Calypso selama tujuh tahun.


Meski hampir seluruh awak kapalnya gugur dalam perjalanan, Odysseus terus bertahan berkat kecerdikan, keberanian, serta tekadnya untuk kembali berkumpul dengan keluarganya.


Setelah sekitar dua puluh tahun meninggalkan rumah, sepuluh tahun berperang dan sepuluh tahun mengembara, Odysseus akhirnya kembali ke Ithaca dengan bantuan Dewi Athena.


Setibanya di kerajaan, ia menyamar sebagai seorang pengemis tua untuk mengetahui kondisi istananya. Saat itu, banyak bangsawan berusaha mempersunting Penelope karena mengira Odysseus telah meninggal dunia.


Bersama putranya, Telemachus, Odysseus kemudian menghadapi dan membunuh para pelamar tersebut sebelum merebut kembali tahtanya sebagai Raja Ithaca. Penelope akhirnya mengakui identitas suaminya setelah mengujinya melalui sebuah pertanyaan mengenai ranjang pernikahan mereka, yang hanya diketahui oleh keduanya.


Dalam versi The Odyssey karya Homer, kisah Odysseus berakhir ketika ia berhasil kembali kepada keluarga dan memulihkan kerajaannya di Ithaca.


Namun, sejumlah versi mitologi Yunani yang berkembang kemudian menyebutkan bahwa Odysseus masih menjalani perjalanan lain sebelum akhirnya tewas di tangan Telegonus, putranya dari Circe.


Dalam kisah tersebut, Telegonus tidak mengetahui bahwa Odysseus adalah ayah kandungnya sehingga kematian sang pahlawan terjadi tanpa disengaja. Hingga kini, Odysseus tetap dikenang sebagai salah satu tokoh paling ikonik dalam mitologi Yunani.


Kisah tentang kecerdikan, ketangguhan, serta perjuangannya menghadapi berbagai ujian terus menginspirasi beragam karya sastra, teater, hingga film modern, termasuk The Odyssey yang kembali memperkenalkan legenda tersebut kepada generasi baru penonton. (Dwi)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

bottom of page