Menteri LH Apresiasi Inovasi ITS Menuju Net Zero Emission
- analisapost

- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Komitmen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam mengembangkan inovasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Apresiasi tersebut disampaikan saat Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Kampus ITS, Surabaya, Senin (27/7), untuk meninjau berbagai inovasi teknologi pengelolaan lingkungan yang dipamerkan di Gedung Rektorat ITS.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah ITS CompoStech, mesin ecosmart composterĀ yang mampu mengolah hingga 50 kilogram sampah organik per hari. Teknologi ini dapat memproses limbah berupa sisa makanan dan dedaunan dalam waktu maksimal 20 jam untuk setiap proses (batch).
Selain bekerja secara cepat, sistem CompoStech juga dirancang untuk meminimalkan bau dan limbah cair sehingga dapat dioperasikan pada area yang memiliki keterbatasan ruang.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menilai mesin tersebut memiliki potensi besar untuk membantu mengatasi persoalan sampah organik di berbagai sektor, seperti pariwisata, industri makanan, perhotelan, hingga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
āTerutama di dapur SPPG yang setiap harinya memproduksi makanan dalam jumlah besar, dibutuhkan mesin yang dapat memproses limbah padat dan cair secara cepat,ā ujar Jumhur, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Dalam kesempatan tersebut, Jumhur juga meninjau ITS Mobile Water Treatment, yakni sistem pengolahan air bersih yang bersifat fleksibel dan mudah dipindahkan. Teknologi ini memanfaatkan prinsip elektrokoagulasi sehingga berpotensi diterapkan di berbagai kondisi, termasuk wilayah terdampak bencana maupun daerah terpencil yang membutuhkan akses air bersih.
Menurut Jumhur, apabila teknologi pengolahan air tersebut dipadukan dengan mesin CompoStech, keduanya dapat menjadi solusi terpadu dalam menangani limbah organik padat maupun cair, khususnya di sektor industri makanan, pariwisata, dan perhotelan.
āApabila dikombinasikan dengan alat komposter, sistem ini dapat menyelesaikan masalah limbah organik padat dan cair di industri makanan, pariwisata, dan perhotelan,ā tegasnya.
Selain kedua teknologi tersebut, ITS juga menampilkan inovasi superwormĀ dan SiklusinĀ yang mendukung penerapan ekonomi sirkular. Pemanfaatan maggot superworm sebagai pendekatan biologis dinilai memiliki potensi untuk menguraikan beberapa jenis plastik, terutama expanded polystyreneĀ (EPS) atau styrofoam.
Proses tersebut juga berpotensi menghasilkan produk turunan berupa residu organik, biomassa larva, serta isolat mikroba dan enzim yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut.
Rektor ITS Bambang Pramujati menegaskan bahwa pengembangan inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen ITS dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa ITS telah memiliki peta jalan menuju Net Zero Emission 2026ā2030Ā sebagai bentuk keseriusan institusi dalam mendukung agenda lingkungan.
āSaat ini ITS memiliki peta jalan menuju Net Zero Emission 2026ā2030, dan kami sangat mengapresiasi dukungan serta kepercayaan yang diberikan oleh KLH RI terhadap inovasi ITS yang mendukung pembangunan berkelanjutan,ā tutur Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menyatakan ITS siap menindaklanjuti arahan Menteri Lingkungan Hidup terkait implementasi mesin CompoStech dan Mobile Water Treatment untuk membantu penyelesaian persoalan limbah organik di sektor industri makanan.
āITS siap menindaklanjuti permintaan alat komposter ini, tentunya dengan menggandeng industri untuk produksi massal,ā tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Jumhur juga berkesempatan mencoba mobil otonom modular yang dikembangkan oleh tim robotika ITS. Ia memberikan apresiasi atas kemampuan ITS dalam mengembangkan teknologi sistem kendali tanpa awak yang dinilai menunjukkan kapasitas perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Apresiasi tersebut semakin menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi inovatif yang dapat mendukung pengelolaan lingkungan sekaligus mempercepat terwujudnya agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.(Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar