top of page

Peringati Hari Santri 2026, Kemenag Jatim Tekankan Penguasaan Ilmu dan Kontribusi Nyata

2 menit yang lalu
2 menit membaca

SURABAYA - analisapost.com Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) menegaskan pentingnya peran santri dalam pembangunan bangsa melalui penguasaan ilmu agama, pengetahuan, dan teknologi. Pesan tersebut disampaikan dalam upacara peringatan Hari Santri 2026 di halaman kantor Kanwil Kemenag Jatim, Kamis (22/10/2026).

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) menegaskan pentingnya peran santri (Foto:Ist)
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) menegaskan pentingnya peran santri (Foto:Ist)

Upacara yang diikuti seluruh pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim itu dipimpin Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Imam Turmidi, selaku inspektur upacara. Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.


Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakannya, Imam mengajak seluruh peserta upacara melanjutkan perjuangan para ulama dan santri melalui pengabdian nyata sesuai dengan peran masing-masing. Ia menekankan bahwa semangat perjuangan tidak cukup hanya dikenang, tetapi perlu diwujudkan melalui peningkatan kapasitas diri dan kontribusi bagi negara.


“Mari kita pertahankan kemerdekaan dengan mengisinya melalui kontribusi nyata bagi negara dan bangsa tercinta. Kuasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Pesantren tidak boleh takut terhadap perubahan, tetapi harus mampu beradaptasi dan menjawab tantangan zaman,” ujar Imam Turmidi.


Menurutnya, penguasaan ilmu agama perlu berjalan beriringan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar santri mampu menghadapi tantangan zaman. Pesantren juga diharapkan tetap menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus beradaptasi dengan perubahan.


Untuk membangkitkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap pesantren, Imam turut mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan seluruh pegawai menyuarakan yel-yel Hari Santri.


“Siapa kita? Santri Indonesia! Santri Indonesia, unggul, mandiri, mendunia! Yuk mondok, mondok itu keren! Yuk nyantri, nyantri itu asyik!” serunya, yang disambut antusias oleh peserta upacara.


Peringatan Hari Santri juga menjadi pengingat atas sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Seruan tersebut menggerakkan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dan turut membangkitkan semangat perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945. Untuk mengenang sejarah tersebut, petugas upacara membacakan Resolusi Jihad.

Peringatan Hari Santri juga menjadi pengingat atas sejarah perjuangan ulama dan santri dalam
Peringatan Hari Santri juga menjadi pengingat atas sejarah perjuangan ulama dan santri dalam (Foto: Ist)

Selain itu, seorang santriwati dari Pondok Pesantren Nurul Faizah Surabaya membacakan ikrar santri. Pembacaan ikrar tersebut menjadi simbol komitmen santri untuk menjaga nilai-nilai keagamaan, menjunjung tinggi persatuan, serta berperan dalam memajukan bangsa.


Semangat Hari Santri turut diwujudkan melalui pemakaian busana khas santri di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim selama sepekan pada hari kerja. Pegawai laki-laki mengenakan baju koko dan sarung, sedangkan pegawai perempuan mengenakan gamis atau busana muslimah.


Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kanwil Kemenag Jatim menyemarakkan Hari Santri sekaligus memperkuat kecintaan terhadap tradisi pesantren. Momentum ini juga menegaskan pentingnya menjaga warisan perjuangan ulama dan santri dengan mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan, persatuan, serta pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.(*)

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya