top of page

PGIS Kota Surabaya Gelar Pelatihan Baja Ringan, Bekali Masyarakat Tingkatkan Peluang Usaha

SURABAYA - analisapost.com | Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Setempat (PGIS) Kota Surabaya menggelar Pelatihan Baja Ringan sebagai bagian dari Program Kerja PGIS Tahun 2026.

PGIS Kota Surabaya Gelar Pelatihan Baja Ringan, Bekali Masyarakat  Tingkatkan Peluang Usaha
PGIS Kota Surabaya Gelar Pelatihan Baja Ringan, Bekali Masyarakat Tingkatkan Peluang Usaha (Foto: Charles)

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (30/6/2026) pukul 09.00-15.00 WIB di halaman HKBP Manyar Surabaya, Jalan Manyar Kertoarjo IV Nomor 2, Surabaya, ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan praktis di bidang pemasangan baja ringan sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif.


Pelatihan tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan PT Kencana dan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI), serta diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan agama. Salah satu peserta berasal dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Kota Surabaya yang mengirimkan tiga orang perwakilan. Ketua WALUBI Kota Surabaya, Dedy Adrianto, turut hadir mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.


Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media AnalisaPost dari panitia, pelatihan ini diselenggarakan secara gratis. Seluruh peserta memperoleh fasilitas berupa sertifikat, modul pelatihan, konsumsi, serta kesempatan memperluas jaringan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Program tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membuka usaha mandiri. Selain meningkatkan kompetensi peserta, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Kota Surabaya.


Dari pantauan AnalisaPost di lokasi, para peserta tampak antusias mengikuti arahan dari instruktur sebelum memasuki sesi praktik pemasangan dan perakitan baja ringan.


Di sela kegiatan, Wakil Sekretaris PGIS Kota Surabaya, Pendeta Vanny, yang mewakili Ketua Umum Majelis Pekerja Harian (MPH) PGIS Kota Surabaya, Pdt. Claudia Stefanie Kawengian, S.Th., M.Min., menjelaskan bahwa pelatihan baja ringan merupakan program rutin yang telah dilaksanakan sebanyak empat kali.


"Pelatihan baja ringan yang diselenggarakan oleh PGIS Kota Surabaya merupakan program rutin yang sudah memasuki pelaksanaan keempat. Program ini terlaksana melalui kerja sama dengan PT Kencana dan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI)," ujarnya.


Menurut Vanny, peserta yang mengikuti pelatihan akan memperoleh sertifikat dari HAPI sebagai bukti kompetensi dasar yang telah diperoleh. Namun, program tersebut tidak berhenti hanya pada pelatihan satu hari.


"Peserta akan mendapatkan sertifikat dari Himpunan Aplikator. Setelah pelatihan masih ada tindak lanjut berupa pendampingan dan penjelasan lanjutan dari masing-masing pihak yang terlibat agar kemampuan peserta terus berkembang," katanya.


Ia menambahkan, salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah membuka relasi antar peserta, khususnya bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha maupun menambah keterampilan di bidang konstruksi.


"Di sini nantinya akan membuka relasi antar pelaku UMKM. PGIS sendiri memiliki kurang lebih 98 gereja anggota di Kota Surabaya. Pelaksanaan pelatihan dilakukan di beberapa gereja anggota, seperti GKI Diponegoro hingga GBIP. Penentuan lokasi disesuaikan dengan kesiapan fasilitas. HKBP dipilih karena memiliki halaman dan area parkir yang luas sehingga memadai untuk kegiatan praktik," jelasnya.


Menurutnya, setiap pelatihan umumnya diikuti peserta baru, meskipun ada beberapa peserta yang kembali mengikuti kegiatan karena merasa materi yang diberikan sangat bermanfaat.


Vanny juga menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai latar belakang agama dan profesi. Selain jemaat Kristen, pelatihan juga diikuti masyarakat beragama Islam, Hindu, maupun Buddha.


"Pesertanya sekitar 50 orang. Mereka berasal dari berbagai profesi, mulai dari tukang, pekerja konstruksi bangunan, pengemudi ojek online, pekerja serabutan, hingga masyarakat umum yang ingin mengetahui manfaat penggunaan baja ringan," tuturnya.


Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis material baja ringan, ukuran, fungsi, hingga teknik perakitan yang benar. Setelah menerima materi teori dari perwakilan PT Kencana, peserta mengikuti sesi praktik membuat berbagai produk berbahan baja ringan, seperti rangka atap rumah, teras rumah, hingga tempat sampah.


"Nanti peserta akan praktik membuat tempat sampah dari baja ringan. Setelah kegiatan ini selesai, mereka diharapkan mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi peluang usaha, termasuk memproduksi dan menjual hasil karyanya," tambah Vanny.


Ia menegaskan, seluruh materi teknis disampaikan langsung oleh PT Kencana, sedangkan PGIS bertindak sebagai penyelenggara program. Gereja yang menjadi lokasi kegiatan hanya menyediakan tempat pelaksanaan sesuai fasilitas yang dimiliki.


Sementara itu, salah seorang peserta, Putra, mengaku mengikuti pelatihan untuk menambah wawasan meski telah lama bekerja di bidang konstruksi.


"Saya ikut pelatihan ini baru pertama kali. Saya memang bekerja di bidang konstruksi dan mengetahui informasi pelatihan ini dari teman. Materi yang disampaikan sebenarnya sebagian besar sudah pernah saya kerjakan. Saya sudah bekerja di bidang konstruksi sejak usia 14 tahun dan pernah bekerja di berbagai daerah di Indonesia," ungkapnya.


Meski demikian, ia menilai pelatihan tetap memberikan manfaat karena menambah pengetahuan sekaligus memberikan sertifikat yang dapat mendukung kompetensinya.


"Sekarang saya ikut pelatihan untuk menambah ilmu. Apalagi dapat sertifikat, jadi lumayan, selain menambah pengalaman juga sekarang memiliki sertifikat sebagai nilai tambah," pungkasnya. (Che)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya