Ratusan Pelukis Gelar OTS di Balai Pemuda untuk Peringati Hari Kartini
- analisapost

- 6 hari yang lalu
- 3 menit membaca
Diperbarui: 8 jam yang lalu
SURABAYA -analisapost.com | Ratusan pelukis dari berbagai daerah memadati ruang seni Balai Pemuda Surabaya dalam kegiatan “Beauty of Balai Pemuda” yang digelar pada Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan melukis on the spot (OTS) yang diinisiasi Galeri Merah Putih ini diikuti lebih dari 200 peserta dan menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini.
Ketua Galeri Merah Putih, M Anis, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga merupakan respons atas polemik rencana pengosongan ruang galeri oleh Pemerintah Kota Surabaya.
“Awalnya ada surat peringatan dari Pemkot untuk mengosongkan galeri. Kami merespons dengan kegiatan seni seperti ini. Alhamdulillah, akhirnya dicabut karena galeri memang digunakan untuk kesenian, bukan kepentingan pribadi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat semangat berkesenian sekaligus memperingati Hari Kartini. Ke depan, pihaknya berencana terus menggelar agenda serupa, termasuk pasar seni lukis Indonesia secara rutin setiap tahun.
"Kami ingin Balai Pemuda tetap hidup sebagai ruang seni. Ke depan, kami akan rutin menggelar kegiatan, termasuk rencana pasar seni lukis Indonesia setiap tahun agar ekosistem seni semakin berkembang,” katanya.
Anis menyebutkan, sebanyak 197 pelukis tercatat mendaftar, namun jumlah peserta di lapangan melebihi 200 orang karena adanya peserta tambahan yang hadir langsung.
"Para peserta berasal dari berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Yogyakarta, hingga Wonosobo."Ini juga menjadi ajang reuni bagi para seniman,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, dua figur publik, Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin, hadir sebagai model lukisan. Kehadiran keduanya, menurut Anis, menjadi bentuk partisipasi tokoh budaya dalam mendukung aktivitas seni. Acara juga dihadiri budayawan Eros Djarot serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.
Marcella menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para pelukis. “Saya merasa terhormat bisa terlibat. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa seni rupa di daerah memiliki energi yang luar biasa dan perlu terus didukung,” terangnya kepada awakmedia AnalisaPost.
Kegiatan ini terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari pelukis profesional hingga pemula, termasuk anak-anak dan peserta berkebutuhan khusus. "Kami tidak membatasi. Ada yang baru belajar, ada yang sudah senior. Semua diberi ruang,” kata Anis.

Hasil karya para peserta dijadwalkan dipamerkan pada 20-27 April 2026 di Galeri Merah Putih dan galeri basement Balai Pemuda. Pameran tersebut terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, dengan karya yang telah melalui proses kurasi.
Salah satu peserta, Lian M Margareta, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut setelah menerima undangan langsung. Ia menyebut kegiatan ini sebagai pengalaman menyenangkan karena mempertemukan banyak seniman dalam satu ruang.
"Saya diundang langsung dan memang sehari-hari bekerja sebagai pelukis. Biasanya saya melukis figur manusia dengan pendekatan cerita,” terangnya.
“Senang bisa berkumpul dengan sesama seniman, apalagi melukis model yang tidak biasa seperti ibu wagub dan artis. Tidak ada kesulitan, semua berjalan enjoy,” tambahnya.
Lian berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan dan mendapat dukungan dari pemerintah. "Semoga ke depan selalu ada ruang untuk seniman di Surabaya dan pemerintah terus mendukung,” harapnya.
Seniman lainnya, Andreanus Gunawan, menilai kegiatan ini penting sebagai bentuk dukungan nyata terhadap komunitas seni, khususnya setelah polemik yang sempat terjadi.
"Acara ini bagus kalau sering diadakan. Kami para seniman merasa mendapat dukungan dari pemerintah,” tegasnya. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar