top of page

Ratusan Anggota PSHT Gelar Aksi Damai di Polrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Dugaan Penganiayaan Anggota

Diperbarui: 2 Agu

SURABAYA - analisapost.com | Ratusan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7/26). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap dua anggota PSHT yang diduga menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan saat bertugas sebagai petugas valet di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Basuki Rahmat, Surabaya.

Ratusan Anggota PSHT Gelar Aksi Damai di Polrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Dugaan Penganiayaan Anggota
Ratusan Anggota PSHT Gelar Aksi Damai di Polrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Dugaan Penganiayaan Anggota (Foto: Charles)

Mengenakan pakaian serba hitam khas organisasi, massa datang menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, hingga mobil komando. Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan penolakan terhadap segala bentuk premanisme di Kota Surabaya, khususnya yang diduga berkedok sebagai debt collector (DC).


Koordinator aksi, Bondan, menegaskan bahwa aksi yang digelar merupakan bentuk solidaritas yang tetap mengedepankan ketertiban dan kedamaian.


"PSHT cinta damai, ini adalah aksi damai. Kita buktikan gerakan arus bawah solid dan cinta damai. Kita tidak ingin ada aksi premanisme berkedok DC dan anarkis di Surabaya," tegas Bondan di atas mobil komando.


Menurutnya, tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector tidak boleh dibiarkan terjadi kembali. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara profesional dan memberikan kepastian hukum.


"Jangan sampai ada lagi aksi debt collector yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut perkara ini secara transparan, objektif, dan menghasilkan kepastian hukum yang jelas," lanjutnya.


Menanggapi aspirasi massa, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menemui para peserta aksi dan menyampaikan komitmen kepolisian untuk menuntaskan kasus dugaan penganiayaan tersebut.


"Kami bersama jajaran terus berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini. Kita masih berupaya memburu terduga pelaku penganiayaan lainnya," kata Kombes Pol Luthfie.


Ia juga mengajak masyarakat, termasuk keluarga besar PSHT, untuk turut membantu proses penyelidikan dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para terduga pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran.


Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam aksi tersebut, gerakan solidaritas ini mendapat dukungan sekitar 10 ribu anggota PSHT yang menyatakan keprihatinan atas peristiwa yang menimpa rekan mereka.


Selain berunjuk rasa di depan Mapolrestabes Surabaya, massa juga menggelar aksi di kawasan Jalan Teuku Umar, Tegalsari. Melalui aksi damai tersebut, mereka berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan kasus dugaan premanisme secara menyeluruh sehingga keamanan dan ketertiban di Kota Surabaya tetap terjaga. (Che)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya