top of page

Komisi VII DPR Minta KNKT Ungkap Penyebab Hilang Kontak KM Virgo Transport 8 Secara Menyeluruh

1 hari yang lalu
5 menit membaca

SURABAYA - analisapost.com | Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden hilang kontak KM Virgo Transport 8 saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) memberikan keterangan kepada awak media saat meninjau posko penanganan insiden KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) memberikan keterangan kepada awak media saat meninjau posko penanganan insiden KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya (Foto: Div)

Menurut Bambang Haryo, penyelidikan tidak seharusnya hanya berfokus pada usia kapal. Hal itu disampaikannya menyusul informasi yang berkembang di masyarakat yang mengaitkan kondisi dan usia KM Virgo Transport 8 dengan insiden tersebut.


Ia mengatakan, investigasi perlu mencakup kondisi teknis kapal, kapasitas angkutan, aspek keselamatan pelayaran, serta stabilitas dan berat keseluruhan muatan.


"Nanti tentu yang evaluasi adalah dari Komisi V pasti. Tapi, kan banyak suara-suara ini adalah kapal tua dan sebab,ā€ ujar BHS saat meninjau Posko Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (14/9/26).


BHS mengatakan, usia kapal tidak dapat secara langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan. Menurut dia, sejumlah negara masih mengoperasikan kapal yang telah berusia puluhan hingga sekitar 100 tahun karena memenuhi standar keselamatan dan kelayakan yang berlaku.


Ia menyebut Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat sebagai negara yang masih memiliki kapal berusia tua yang tetap digunakan dalam kegiatan pelayaran.


Terkait KM Virgo Transport 8, BHS menyebut kapal tersebut relatif muda dan merupakan buatan Jepang. Menurut dia, kapal tersebut menggunakan pelat baja berkekuatan tinggi atau high tensileĀ yang dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap tekanan.


"Jepang kalau membuat kapal itu semua platnya high tensileĀ mempunyai tekuk tekan atau string yang kuat melebihi daripada standarisasi yang ada di beberapa negara. Eropa juga memakai high tensileĀ juga pelat yang tidak mudah pecah atau patah," katanya.


Selain kondisi fisik kapal, BHS meminta kapasitas dan berat muatan turut menjadi bagian dari investigasi. Ia menyebut KM Virgo Transport 8 memiliki kapasitas hingga 570 orang.


Sementara berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah penumpang dan barang yang diangkut saat kapal berlayar mencapai 243 orang. Meski jumlah tersebut masih berada di bawah kapasitas penumpang yang disebutkan, BHS menilai berat keseluruhan muatan dan kemampuan kapal tetap perlu diverifikasi.


"Ini saya serahkan kepada KNKT. Berapa berat yang diangkut oleh kapal ini. Apakah masih mempunyai daya buat dan sebagainya. Kalau dari sisi jumlahnya masih oke, sesuai standarisasi yang dikeluarkan oleh KSOP. Dari sisi penumpang juga masih jauh dari batasan kapasitas," terangnya.


BHS juga menyoroti pentingnya penerapan ketentuan keamanan kawasan pelabuhan sesuai International Ship and Port Facility Security CodeĀ (ISPS Code) yang merupakan bagian dari ketentuan International Maritime OrganizationĀ (IMO).


"Pelabuhan juga harus steril sebagaimana aturan International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code) dalam aturan International Maritime Organization (IMO)," jelasnya.

Petugas Call Center Polda Jatim melayani masyarakat di meja pelayanan terkait informasi pencarian dan penanganan insiden KM Virgo Transport 8.
Petugas Call Center Polda Jatim melayani masyarakat di meja pelayanan terkait informasi pencarian dan penanganan insiden KM Virgo Transport 8.(Foto: Div)

BHS Minta Anggaran Basarnas Tidak Dikurangi


Di tengah operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8, Bambang Haryo mengapresiasi upaya Basarnas bersama tim SAR gabungan dalam pencarian dan evakuasi korban.


Ia menilai kapasitas lembaga penyelamatan perlu diperkuat untuk menghadapi kondisi darurat, termasuk kecelakaan transportasi laut. Karena itu, ia meminta anggaran Basarnas tidak dikurangi.


"Basarnas harus kuat, anggaran tidak boleh dikurangi, kalau misal dikurangi harus dikembalikan. Keselamatan nomor satu," tegasnya.


Bambang Haryo juga menyampaikan keprihatinan kepada korban dan keluarga penumpang yang masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.


Ia meminta Jasa Raharja segera memberikan santunan kepada pihak yang berhak, termasuk penumpang yang belum ditemukan tetapi tercatat dalam manifes.


"Saya juga titipkan kepada asuransi Jasa Raharja, cepat bergerak untuk segera memberikan santunan yang pasti. Tidak hanya penumpang yang diketemukan, yang tidak diketemukan sudah masuk dalam manifest, harus mendapatkan penggantian daripada asuransi ini," ungkapnya.


Menurut dia, pemberian santunan perlu dilakukan secara cepat dan tidak mempersulit keluarga korban yang telah memenuhi kewajiban terkait perlindungan asuransi.


114 Korban Telah Ditemukan


KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/26) sekitar pukul 02.00 WITA saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut sebelumnya dilaporkan menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan.


Berdasarkan data Basarnas hingga Senin (14/9/26) pukul 11.00 WITA, tim SAR gabungan telah menemukan 114 korban. Sebanyak 108 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara enam orang dinyatakan meninggal dunia.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Sebanyak 85 orang dalam kondisi selamat dan satu orang meninggal dunia.


Sementara itu, 129 penumpang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes.


Operasi pencarian dan pertolongan masih dilakukan oleh tim SAR gabungan. Bagi keluarga korban, pencarian tersebut menjadi upaya untuk mendapatkan kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.


Salah satu keluarga yang mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak adalah Elvira (35), warga Gresik. Ia datang untuk mencari informasi mengenai kakeknya, Imam Suparno (66), yang diduga berada dalam kapal tersebut.

Elvira di tengah ketidakpastian tersebut, ia berharap kakeknya segera ditemukan
Elvira di tengah ketidakpastian tersebut, ia berharap kakeknya segera ditemukan (Foto: Div)

Menurut Elvira, Imam bekerja sebagai kernet sekaligus mekanik truk. Ia berangkat menuju Banjarmasin untuk bekerja bersama seorang sopir.


"Kakek saya ikut sopir. Kebetulan beliau kernet sekaligus mekaniknya. Truknya sering mengalami masalah, sehingga kalau ke luar pulau, kakek saya biasanya ikut. Tujuannya paling sering ke Kalimantan, khususnya Banjarmasin," ujar Elvira sambil menangis.


Elvira mengatakan, komunikasi terakhir dengan kakeknya berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Dalam komunikasi tersebut, Imam berpamitan untuk menjalankan pekerjaan sekaligus menyampaikan keinginannya untuk berhenti bekerja.


"Terakhir komunikasi hari Sabtu sekitar pukul 20.30 WIB. Isinya hanya pamit untuk terakhir bekerja, setelah itu katanya mau berhenti. Beliau juga memberi tahu kalau naik kapal Virgo," katanya.


Informasi mengenai insiden KM Virgo Transport 8 kemudian diketahui Elvira melalui media sosial Facebook pada Minggu pagi. Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia langsung berangkat dari Gresik menuju Pelabuhan Tanjung Perak.


ā€œPaginya saya melihat berita di Facebook yang menginformasikan kapal Virgo mengalami kecelakaan. Saya langsung ke sini dari Gresik,ā€ tutur Elvira.


Elvira mengatakan, Imam sudah sering menggunakan KM Virgo Transport 8 untuk perjalanan menuju Kalimantan. Sebelum keberangkatan terakhir, seorang temannya sempat mengajak Imam menggunakan kapal lain, tetapi ajakan tersebut ditolak.


"Beliau sering naik kapal Virgo. Padahal temannya mengajak naik kapal lain, tetapi kakek saya tidak mau,ā€ ungkapnya.


Elvira mengaku tidak memiliki firasat khusus sebelum kejadian. Namun, ia merasa pernyataan Imam mengenai keinginannya berhenti bekerja berbeda dari kebiasaannya.


"Firasat tidak ada. Namun, tumben beliau bilang tidak mau kerja lagi. Biasanya di rumah hanya dua hari, kemudian lanjut kerja lagi. Paling lama di rumah satu minggu," ceritanya sambil sesekali mengusap air mata.


Elvira menggambarkan Imam sebagai sosok yang baik dan menyayangi cucu-cucunya. Ia berharap kakeknya segera ditemukan. "Orangnya baik dan penyayang kepada cucu-cucunya. Saya berharap segera cepat ditemukan, dalam keadaan apa pun,ā€ tangisnya.


Di tengah proses pencarian, Elvira mengatakan keluarga hanya dapat berharap dan berdoa agar Imam segera ditemukan. Ia juga berharap operasi pencarian berjalan lancar.


"Doa itu yang paling penting. Semoga diberi kekuatan. Di laut itu kan dasar laut, jadi semoga yang terbaik saja," tutupnya.


Hingga Senin (14/9/2026), keluarga korban masih menunggu informasi terbaru dari petugas terkait proses pencarian dan evakuasi para korban KM Virgo Transport 8. Mereka berharap seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dan keluarga memperoleh kepastian mengenai kondisi kerabat mereka. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya