top of page

Dari Nyeri hingga Pasca-Stroke, Warga Benowo Manfaatkan Akupunktur Gratis

SURABAYA - analisapost.com | Sebanyak 150 warga mendapat kesempatan mengikuti layanan pengobatan tradisional akupunktur gratis dalam kegiatan Bhakti Kesehatan Nakestrad Peduli Surabaya Sehat yang digelar di Gedung Serba Guna Sememi RW 03, Kecamatan Benowo, Surabaya, Minggu (21/6/26).

Bhakti Kesehatan Nakestrad Peduli Surabaya Sehat gelar pengobatan tradisional akupuntur gratis
Bhakti Kesehatan Nakestrad Peduli Surabaya Sehat gelar pengobatan tradisional akupuntur gratis (Foto: Div)

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai organisasi dan institusi, di antaranya Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS), Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok, Perkumpulan Pengobatan Tradisional Interkontinental Indonesia (PPTII), Perkumpulan Naturopatis Indonesia, Perkumpulan Pengobatan Tradisional Indonesia (PPTI), Ikatan Sinolog Indonesia, Kolegium Pengobatan Tradisional Interkontinental, World Federation of Chinese Medicine Societies, Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC), Rumah Sakit Ubaya, serta Pemerintah Kecamatan Benowo.


Program yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut bertujuan mendekatkan layanan kesehatan tradisional kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan manfaat terapi akupunktur sebagai salah satu alternatif pengobatan yang telah berkembang dan diakui di Indonesia.


Sejak pagi, puluhan warga memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan layanan kesehatan secara gratis. Hingga siang hari, sekitar 60 warga tercatat telah mengikuti terapi akupunktur secara bergiliran.


Tenaga Kesehatan Tradisional Interkontinental, Suryawan, SE.B.Med., M.Med, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan program rutin yang hampir setiap bulan dilaksanakan di berbagai kecamatan di Surabaya.


"Kami dari PPTII Surabaya bersama Program Studi D4 Pengobatan Tradisional Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Dharma Cendika, bekerja sama dengan sejumlah pihak, rutin mengadakan kegiatan bakti sosial kesehatan di berbagai wilayah Surabaya," ujarnya.


Menurut Suryawan, meskipun jumlah praktisi yang bertugas pada kegiatan kali ini tidak terlalu banyak, antusiasme masyarakat Benowo cukup tinggi.


"Hari ini kami melayani berbagai keluhan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan mata, nyeri pundak, kesemutan, dan berbagai keluhan lainnya. Harapan kami, meskipun pelayanan hanya berlangsung satu hari, terapi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat," katanya.

Tenaga Kesehatan Tradisional Interkontinental, Suryawan, SE.B.Med., M.Med
Tenaga Kesehatan Tradisional Interkontinental, Suryawan, SE.B.Med., M.Med (Foto: Div)

Akupunktur dan Konsep Keseimbangan Energi

Suryawan menjelaskan, dalam konsep Traditional Chinese Medicine (TCM), kondisi sakit dipandang sebagai akibat ketidakseimbangan energi dalam tubuh atau ketidakseimbangan antara unsur yin dan yang.


"Secara sederhana, seseorang bisa sakit karena aliran energinya terlalu cepat, terlalu lambat, atau bahkan tidak mengalir dengan baik. Melalui stimulasi jarum akupunktur, energi yang terlalu cepat akan dinormalkan, yang terlalu lambat akan dipercepat, dan yang tidak mengalir akan dirangsang agar kembali mengalir," jelasnya.


Ia menambahkan, efektivitas terapi sangat bergantung pada kondisi masing-masing pasien. Pada beberapa keluhan ringan dan belum berlangsung lama, satu kali terapi terkadang sudah dapat menunjukkan hasil yang cukup baik.


Namun untuk kondisi tertentu seperti pasca-stroke maupun diabetes, biasanya diperlukan terapi berulang dan berkelanjutan agar hasilnya lebih optimal. Suryawan juga menepis anggapan bahwa akupunktur selalu menimbulkan rasa sakit yang berlebihan.



"Banyak orang takut mencoba akupunktur karena jarum. Padahal, rasa nyeri biasanya hanya muncul saat jarum pertama kali menembus kulit. Sensasi seperti linu, kesemutan, atau rasa berat justru merupakan respons yang umum terjadi selama terapi dan sering kali menjadi tanda bahwa stimulasi pada titik akupunktur sudah tepat sasaran," terangnya kepada awak media AnalisaPost.


Durasi dan Anjuran Pasca Terapi

Mengenai durasi terapi, Suryawan menjelaskan bahwa jarum akupunktur umumnya dipertahankan selama sekitar 30 menit.


"Dalam teori yang kami pelajari, satu siklus perputaran energi tubuh berlangsung sekitar 30 menit. Karena itu, jarum dipasang selama 30 menit agar tubuh mendapatkan satu siklus stimulasi energi secara penuh sehingga proses penyesuaian dan perbaikan dapat berlangsung lebih optimal," ucap Surya.


Setelah menjalani terapi, pasien juga dianjurkan untuk tidak langsung mandi. "Biasanya kami menyarankan pasien menunggu sekitar dua jam sebelum mandi. Hal ini karena setelah terapi kondisi tubuh dan kulit masih dalam proses penyesuaian sehingga perlu waktu untuk kembali normal," jelasnya.


Sementara itu, Camat Benowo Yuri Widarko, SH, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan berbagai organisasi dan masyarakat setempat.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus Cheng Hoo yang telah berpartisipasi memberikan pelayanan kepada masyarakat Kecamatan Benowo, khususnya warga RW 3, melalui kegiatan bakti sosial pengobatan gratis dengan metode akupunktur," sebutnya.


Menurut Yuri, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi bagian dari pelaksanaan Program Kampung Pancasila di wilayahnya.

Camat Benowo Yuri Widarko, SH (kiri) dan Oei Tjing Yen Sekertaris YHMCHI
Camat Benowo Yuri Widarko, SH (kiri) dan Oei Tjing Yen Sekertaris YHMCHI (Foto: Div)

Ia menilai kehadiran layanan kesehatan gratis di lingkungan warga sangat membantu masyarakat karena tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pengobatan.


"Dengan adanya program ini masyarakat sangat terbantu karena layanan kesehatan hadir langsung di lingkungan tempat tinggal mereka," ungkapnya.


Pihak kecamatan juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau wilayah lain di Kecamatan Benowo yang memiliki cakupan wilayah cukup luas.


"Kami siap memfasilitasi apabila kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin di wilayah-wilayah lain di Kecamatan Benowo," tambahnya.


Ketua panitia yang juga Sekretaris Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), Oei Tjing Yen yang kerap di sapa pak Yen menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin layanan kesehatan keliling yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai kecamatan di Surabaya.


"Hari ini merupakan pelaksanaan ke-20 program Nakestrad Peduli Sehat. Setiap bulan kami berpindah-pindah kecamatan untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat," paparnya.


Dalam kegiatan kali ini, yayasan menghadirkan tujuh tenaga akupunktur yang didukung oleh tiga hingga empat mahasiswa pendamping. Hingga kegiatan berlangsung, tercatat sekitar 53 warga telah mendaftar untuk mengikuti layanan kesehatan.


Menurut pak Yan, program tersebut bertujuan memperkenalkan pengobatan akupunktur sekaligus memberikan akses layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat.


"Kami ingin masyarakat lebih mengenal pengobatan akupunktur. Selain manfaatnya bagi kesehatan, biaya pengobatan ini juga relatif terjangkau. Kebetulan tim yang kami miliki merupakan tenaga akupunktur yang kompeten di bidangnya," tuturnya.


Ia menambahkan, kegiatan serupa akan dijadwalkan kembali digelar di Kecamatan Jambangan pada 12 Juli mendatang. Pemilihan lokasi dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan agar layanan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.


Selain kegiatan keliling, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia juga membuka layanan akupunktur setiap hari di kliniknya yang berlokasi di Jalan Kapasan Nomor 39 Surabaya, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.


Untuk membantu masyarakat kurang mampu, yayasan menyediakan kuota layanan khusus bagi 20 warga prasejahtera setiap hari, di samping tetap melayani pasien umum.


"Kami menyediakan kuota 20 orang per hari bagi warga prasejahtera, namun layanan juga terbuka untuk masyarakat umum," tutupnya.


Salah satu peserta yang mengikuti layanan akupunktur gratis adalah Abdurahman (70), warga RW 03 Benowo. Ia datang didampingi putranya, Arif, untuk menjalani terapi akupunktur pertama kalinya.


Arif, Ketua RW 03 Kelurahan Sememi menuturkan, ayahnya telah mengalami stroke selama kurang lebih lima tahun. Meski demikian, semangat sang ayah untuk berusaha pulih tidak pernah surut.

Suasana pendaftaran yang di sambut antusias oleh warga Benowo
Suasana pendaftaran yang di sambut antusias oleh warga Benowo (Foto: Div)

"Bapak saya sudah terkena stroke sekitar lima tahun. Hari ini saya mengantar beliau mengikuti terapi akupunktur karena semangat beliau untuk sembuh luar biasa," kata Arif.


Menurutnya, meskipun baru pertama kali mencoba terapi akupunktur, sang ayah sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap terapi yang dijalani dapat membantu proses pemulihan kesehatan ayahnya.


Kehadiran Abdurahman menjadi salah satu gambaran antusiasme warga terhadap layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan dalam program Nakestrad Peduli Surabaya Sehat. Selain memberikan akses pengobatan alternatif, kegiatan tersebut juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kondisi kesehatannya. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya