Dermaga Ketapang-Gilimanuk Di-upgrade Jadi MB 50 Ton, Diharapkan Kurangi Antrean Truk
- analisapost

- 24 Agu
- 2 menit membaca
BALI.- AnalisaPost | PT ASDP Indonesia Ferry tengah melakukan perbaikan dan pembongkaran Dermaga Ponton di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, untuk ditingkatkan menjadi Movable Bridge (MB) berkapasitas 50 ton.

Peningkatan fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung pelayanan kendaraan berat sekaligus membantu mengurangi antrean kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Proses pembongkaran dermaga telah dimulai sejak 21 Agustus 2026. Proyek peningkatan kapasitas tersebut ditargetkan rampung pada Maret 2027.
Plh Supervisi Pelabuhan Gilimanuk, Hizkya Sandrianto, mengatakan peningkatan kapasitas dermaga dilakukan agar kendaraan dengan tonase lebih besar dapat terlayani melalui Dermaga MB.
"Iya, penambahan kapasitas tonase sudah dimulai per tanggal 21. Dengan adanya perbaikan tonase ini, yang semula Dermaga 2 Gilimanuk hanya mampu 30 ton, ditingkatkan menjadi 50 ton," kata Hizkya kepada awak media AnalisaPost, Senin (24/8/26).
Menurut dia, peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif pelayanan bagi kendaraan berat yang selama ini menggunakan kapal LCT (Landing Craft Tank)Ā atau melalui dermaga LCM (Landing Craft Machinery).
"Sehingga truk-truk yang biasanya naik kapal LCT atau Dermaga LCM bisa naik di Dermaga MB," ujarnya.
Selain meningkatkan kapasitas dermaga, ASDP juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, terutama ketika terjadi peningkatan volume kendaraan di kawasan pelabuhan.
Hizkya mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan penggunaan kantong-kantong parkir yang tersedia di dalam area pelabuhan. Selain itu, buffer zoneĀ atau area penyangga di Terminal Cargo juga disiapkan apabila terjadi penumpukan kendaraan.
"Selain itu mengoptimalkan kantong-kantong parkir dalam pelabuhan. Kita juga menyiapkan buffer zone di Terminal Cargo jika sudah menumpuk," tuturnya.
Untuk mempercepat penguraian antrean, ASDP juga berencana menambah armada. Langkah tersebut akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak kepolisian dan BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat).
"Selanjutnya kita akan menambah armada untuk mengurai, yang pastinya kita akan koordinasi dengan Kepolisian dan BPTD," imbuhnya.
Peningkatan fasilitas tidak hanya dilakukan di Pelabuhan Ketapang, tetapi juga pada sisi Pelabuhan Gilimanuk. Dermaga Ponton di Pelabuhan Ketapang akan ditingkatkan menjadi Movable Bridge berkapasitas 50 ton, sementara Dermaga MB di Pelabuhan Gilimanuk juga ditingkatkan kapasitasnya menjadi 50 ton.
Penyelarasan kapasitas pada kedua sisi lintasan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pelayanan kendaraan, khususnya kendaraan berat, yang melintas melalui jalur Ketapang-Gilimanuk.
Dengan peningkatan kapasitas menjadi 50 ton di kedua sisi, fasilitas penyeberangan diharapkan memiliki standar pelayanan yang lebih selaras serta mampu mendukung pengaturan arus kendaraan di kawasan pelabuhan.
Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan fasilitas penyeberangan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk. Dengan target penyelesaian pada Maret 2027, peningkatan Dermaga Ponton menjadi MB 50 ton diharapkan dapat memberikan tambahan kapasitas pelayanan sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan berat di lintasan tersebut.(Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar