top of page

Direhabilitasi Sebulan, 21 Penyu Hijau Kembali ke Laut di Pulau Serangan

9 jam yang lalu
2 menit membaca

DENPASAR - analisapost.com | Sebanyak 21 ekor penyu hijau (Chelonia mydas) kembali ke habitat alaminya di pesisir Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Pulau Serangan, Denpasar. Pelepasliaran ini dilakukan setelah seluruh penyu menjalani rehabilitasi selama kurang lebih satu bulan usai diselamatkan Ditpolairud Polda Bali dari dugaan upaya penyelundupan ilegal di kawasan Gerokgak, Buleleng.

Pelepasliaran ini dilakukan setelah seluruh penyu menjalani rehabilitasi selama kurang lebih satu bulan usai diselamatkan Ditpolairud Polda Bali (Foto:Ist)
Pelepasliaran ini dilakukan setelah seluruh penyu menjalani rehabilitasi selama kurang lebih satu bulan usai diselamatkan Ditpolairud Polda Bali (Foto:Ist)

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Ditpolairud Polda Bali, Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Denpasar di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan, Marine Guard Foundation, WWF, serta manajemen PT Bali Turtle Island Development (BTID). Upaya penyelamatan ini juga didukung peran masyarakat dan nelayan.


Kasubdit Penegakan Hukum Ditpolairud Polda Bali AKBP Nanang Pri Hasmoko menegaskan, pihaknya terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap perdagangan ilegal penyu untuk memutus rantai penyelundupan satwa dilindungi tersebut.


"Polda Bali sangat intens dalam pencegahan dan penindakan penyelundupan penyu. Lewat kolaborasi ini, kita bisa rutin mengecek pesisir pantai yang menjadi zona pelestarian dan tempat penyu bertelur,ā€ kata AKBP Nanang Pri Hasmoko.


Menurut Nanang, pesisir KEK Kura Kura Bali dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena memiliki sistem pengamanan yang dinilai memadai. Kondisi tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko penyu kembali menjadi sasaran perburuan liar setelah dilepaskan ke habitatnya.


Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar, Ditjen Pengelolaan Kelautan KKP, Getreda Melsina Hehanussa, mengatakan pemilihan lokasi pelepasliaran juga mempertimbangkan aspek kesejahteraan satwa atau animal welfare.


"Jarak tempuh yang dekat meminimalkan risiko stres dan penurunan kesehatan pada penyu selama perjalanan," ujar Getreda.


Sebelum dilepasliarkan, ke-21 penyu tersebut menjalani rehabilitasi intensif di TCEC Serangan selama kurang lebih satu bulan. Penyu-penyu itu diserahkan oleh pihak kepolisian kepada pusat konservasi pada 11 Juni lalu.


Ketua TCEC Serangan I Wayan Indra Lesmana menjelaskan, penyu yang disita dari perdagangan ilegal umumnya membutuhkan observasi dan perawatan medis sebelum dinyatakan siap kembali ke alam bebas.


"Penyu yang disita dari perdagangan ilegal biasanya mengalami luka lubang di flipperĀ (sirip) kiri dan kanan karena diikat oleh oknum saat proses penangkapan. Kami merawatnya dengan saksama. Setelah luka sembuh dan dokter hewan di konservasi merekomendasikan bahwa kondisinya sudah sehat serta tidak dehidrasi, barulah penyu-penyu ini siap dilepaskan kembali," kata Wayan.


Selain menjadi lokasi pelepasliaran, pesisir KEK Kura Kura Bali juga diarahkan untuk mendukung keberlangsungan habitat alami penyu, termasuk sebagai tempat bertelur. Perwakilan PT BTID Zefri Alfaruqy mengatakan, perlindungan ekosistem pesisir menjadi bagian dari visi pengembangan kawasan tersebut.


"Kami berupaya terus menjaga kelestarian ekosistem pesisir kawasan agar aman sebagai lokasi pelepasliaran, sekaligus memastikan kawasan ini tetap menjadi habitat yang baik agar penyu-penyu bisa kembali bertelur secara alami. Secara berkala, kami juga rutin melakukan kegiatan pelepasliaran tukik," tutur Zefri.


Pelepasliaran 21 penyu hijau ini menjadi bagian dari upaya bersama berbagai pihak untuk menjaga kelestarian satwa laut yang dilindungi. Kolaborasi antara aparat penegak hukum, lembaga konservasi, organisasi lingkungan, pengelola kawasan, masyarakat, dan nelayan diharapkan dapat memperkuat perlindungan habitat penyu serta mencegah perdagangan ilegal di Bali.(Dwa)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya