Festival Remo Yosakoi 2026 Hadirkan 700 Penari, Pererat Persahabatan Surabaya dan Jepang
- analisapost

- 12 Jul
- 2 menit membaca
Diperbarui: 14 Jul
SURABAYA - analisapost.com | Sebanyak 700 penari dari berbagai sanggar seni dan sekolah di Kota Surabaya ambil bagian dalam Festival Remo Yosakoi yang digelar di Balai Pemuda, Surabaya, Minggu (12/7/26).

Kegiatan hasil kolaborasi Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dengan Pemerintah Kota Surabaya itu kembali menjadi wadah pertukaran budaya sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Surabaya dan Kota Kochi, Jepang.
Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu, menjelaskan ratusan peserta tersebut berasal dari 20 kelompok tari Remo dan 30 kelompok tari Yosakoi.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap festival budaya yang telah menjadi agenda tahunan tersebut.
"Kami dengan bangga menyampaikan ada 700 peserta. Mendengar ini sangat senang karena banyak yang mengikuti festival ini, antusiasnya sangat tinggi," ujar Takonai.
Ia menuturkan, Festival Remo Yosakoi telah diselenggarakan sejak 2003 sebagai salah satu implementasi kerja sama sister city antara Surabaya dan Kochi.
Selama lebih dari dua dekade, festival ini terus berkembang dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. "Festival ini semakin dikenal dan dicintai masyarakat, terutama generasi muda," katanya.

Menurut Takonai, penyelenggaraan festival tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni budaya kedua negara, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang.
"Kami juga berharap dengan acara ini, banyak masyarakat Surabaya yang semakin dekat dengan Jepang, dan akan semakin banyak yang berkunjung ke Jepang," terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Heri Purwadi, menyampaikan bahwa hubungan sister city antara Surabaya dan Kochi yang telah berlangsung selama 23 tahun terus menunjukkan perkembangan positif di berbagai sektor.
"23 tahun bukan waktu yang pendek. Kerja sama sister city ini sangat luar biasa, karena bukan hanya kerja sama seni budaya saja, tetapi juga UMKM dan ketenagakerjaan," kata Heri kepada awak media AnalisaPost usai kegiatan.
Ia berharap kolaborasi antara kedua kota dapat terus diperkuat melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang.

"Semoga kerja sama ini akan terus berlanjut, sehingga hubungan sister city bisa terjalin selamanya melalui berbagai kolaborasi," ucapnya.
Selain menjaga kesinambungan kerja sama internasional tersebut, Pemerintah Kota Surabaya juga berharap partisipasi sanggar tari Remo semakin meningkat pada penyelenggaraan Festival Remo Yosakoi di tahun-tahun berikutnya.
"Kami juga berharap ke depan sanggar-sanggar Remo bisa lebih aktif lagi mengikuti festival ini," pungkas Heri.(Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar