PKB XLVIII 2026 Tampilkan Inovasi Inklusif, Edukatif, dan Peduli Lingkungan
- analisapost

- 1 jam yang lalu
- 2 menit membaca
DENPASAR - analisapost.com | Pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 tidak hanya menampilkan kemegahan seni dan budaya Bali, tetapi juga menghadirkan berbagai inovasi yang memperkaya makna perhelatan budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut.

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi sejumlah terobosan yang ditampilkan kabupaten dan kota peserta pawai. Menurutnya, PKB tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas, tidak hanya dari sisi artistik, tetapi juga dalam aspek edukasi, partisipasi sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan.
"PKB tahun ini menghadirkan banyak inovasi yang menarik. Saya melihat hampir seluruh kabupaten dan kota melibatkan anak-anak dalam pawai. Bahkan jumlah peserta anak-anak terbanyak datang dari Kota Denpasar. Ini sangat baik karena menjadi ruang pendidikan budaya sejak dini bagi generasi muda Bali," ujar Koster di Denpasar, Minggu (14/6/26).
Koster menilai keterlibatan anak-anak merupakan investasi penting untuk menjaga keberlanjutan seni dan tradisi Bali. Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, kehadiran generasi muda dalam panggung budaya menunjukkan proses regenerasi yang berjalan baik dan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Selain itu, ia juga mengapresiasi partisipasi penyandang disabilitas dalam sejumlah kontingen pawai. Menurutnya, keterlibatan tersebut mencerminkan budaya Bali yang semakin inklusif dan memberikan ruang yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Yang juga menggembirakan, tahun ini ada partisipasi saudara-saudara difabel. Ini menunjukkan bahwa kebudayaan adalah milik semua orang. Tidak boleh ada yang merasa terpinggirkan dalam ruang ekspresi budaya," katanya.
Inovasi lain yang mendapat perhatian khusus berasal dari Kabupaten Tabanan. Usai tampil dalam pawai, kontingen Tabanan melakukan aksi membersihkan sampah di sepanjang jalur parade. Langkah tersebut dinilai menjadi simbol bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.
"Kabupaten Tabanan memberikan contoh yang sangat baik. Setelah tampil mereka langsung membersihkan sampah. Ini sederhana, tetapi memiliki makna besar. Budaya bukan hanya soal pertunjukan, melainkan juga tentang perilaku dan tanggung jawab menjaga lingkungan," ujar Koster.
Menurutnya, berbagai inovasi yang ditampilkan tahun ini menunjukkan bahwa PKB terus berkembang sebagai ruang kreativitas yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman.

Pawai pembukaan tidak lagi sekadar menjadi tontonan, melainkan juga sarana pendidikan karakter, penguatan nilai kemanusiaan, dan kampanye kesadaran lingkungan.
Kehadiran anak-anak, partisipasi penyandang disabilitas, serta pesan nyata mengenai kebersihan dan keberlanjutan lingkungan dinilai menghadirkan wajah baru kebudayaan Bali yang lebih inklusif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
"Karena itu saya melihat PKB semakin berkualitas dan semakin menarik. Tidak hanya indah dilihat, tetapi juga kaya makna dan memberikan pesan positif bagi masyarakat," kata Koster.(Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar