Herbal Bali Dilirik Patanjali Ayurved, Siap Kirim Ahli hingga Buka Pertukaran Mahasiswa
- analisapost

- 1 menit yang lalu
- 3 menit membaca
DENPASAR - analisapost.com | Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya atau yang akrab disapa Dewa Jack menerima kunjungan CEO Patanjali Ayurved, Acharya Balkrishna, di Ruang Ketua DPRD Bali, Denpasar, Kamis (4/6/26).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama pengembangan Usadha Bali, tanaman herbal, pendidikan, hingga pertanian organik.
Dewa Jack didampingi Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali dari Daerah Pemilihan Buleleng, Dr. Somvir, saat menerima tokoh spiritual sekaligus pakar Ayurveda asal India tersebut.
Dalam pertemuan itu, Acharya Balkrishna menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi tanaman herbal yang dimiliki Bali. Menurutnya, kondisi alam Bali yang masih terjaga menjadikan kualitas tanaman obat di daerah ini sangat baik.
"Kami ke Bali untuk mencari tanaman herbal karena tanaman obat di Bali lebih murni sebab tidak tercemar polusi," ujar Acharya Balkrishna.
Ia menilai Bali memiliki peluang besar untuk mengembangkan tanaman herbal dan obat tradisional yang dapat memberikan manfaat ekonomi maupun kesehatan bagi masyarakat.
Selain membahas potensi herbal, Acharya Balkrishna juga memperkenalkan berbagai produk yang dikembangkan oleh Patanjali Ayurved. Menurutnya, perusahaan tersebut saat ini memiliki lebih dari 2.000 jenis produk berbasis herbal dan mineral.
"Total dua ribu lebih produk," katanya.
Acharya Balkrishna merupakan Direktur Pelaksana sekaligus CEO Patanjali Ayurved, perusahaan konglomerasi Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) asal India yang didirikannya bersama guru yoga ternama Baba Ramdev pada tahun 2006.
Di bawah kepemimpinannya, Patanjali Ayurved berkembang dari sebuah apotek kecil menjadi salah satu perusahaan FMCG terbesar di India dengan omzet tahunan mencapai puluhan ribu crore rupee.
Produk-produknya kini telah dipasarkan dan diekspor ke lebih dari 30 negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Rusia, Uni Emirat Arab, Nepal, Bangladesh, serta sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik.
Acharya Balkrishna lahir di Haridwar, India, pada 4 Agustus 1972 dari keluarga imigran asal Nepal. Ia menempuh pendidikan Ayurveda dan Sanskerta di Gurukul Haryana, tempat ia pertama kali bertemu dengan Baba Ramdev.
Kesuksesan Patanjali turut mengantarkannya menjadi salah satu miliarder terkaya di India dengan kekayaan yang dilaporkan mencapai miliaran dolar Amerika Serikat.
Dalam kesempatan tersebut, Acharya yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Patanjali menawarkan program pertukaran pelajar bagi mahasiswa asal Bali.
Program itu memungkinkan mahasiswa untuk belajar di perusahaan maupun universitas yang dikelola Patanjali di India. "Kami siap melakukan pertukaran pelajar," ujarnya.
Selain itu, Patanjali juga membuka peluang kerja sama di bidang pertanian organik dan edukasi herbal. Perusahaan tersebut bahkan menyatakan kesiapannya untuk mengirim tenaga ahli ke Bali guna memberikan pelatihan dan pendampingan terkait pengembangan tanaman herbal.
"Itu termasuk juga terkait tanaman organik. Bahkan, siap mengirim tenaga ahli ke Bali untuk memberikan edukasi," paparnya.
Acharya juga menjelaskan bahwa pusat kegiatan Patanjali berada di kawasan dekat Sungai Gangga dengan luas lahan mencapai 1.000 hektare. "Kantor kami ada di atas lahan seluas seribu hektar di dekat Sungai Gangga," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bali Dewa Jack menyambut baik kunjungan dan tawaran kerja sama yang disampaikan Patanjali Ayurved. Menurutnya, kerja sama tersebut berpotensi memberikan manfaat bagi pengembangan Usadha Bali, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sektor pertanian organik di Pulau Dewata.
"Saya akan bincang-bincang terlebih dahulu dengan Pak Somvir," kata Dewa Jack.
Ia menegaskan dukungannya terhadap rencana kerja sama tersebut karena dinilai dapat memberikan dampak positif bagi Bali, khususnya dalam pengembangan herbal tradisional, pendidikan, dan pertanian organik. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar