top of page

KB-TK Santa Maria Surabaya Gelar Projek Surabaya Mini, Ajak Anak Kenali Kota Lewat Kreativitas

19 jam yang lalu
4 menit membaca

SURABAYA - analisapost.com | Mengenalkan Kota Surabaya kepada anak usia dini tidak harus dilakukan melalui buku dan cerita. Melalui pengalaman langsung, permainan, serta kreativitas, anak-anak dapat belajar memahami lingkungan tempat mereka tinggal. Hal inilah yang diwujudkan KB-TK Santa Maria Surabaya melalui gelar karya bertajuk “Surabaya Mini di Sekolahku”, Selasa (3/11/26).

Suasana Gelar Karya “Surabaya Mini di Sekolahku” di KB-TK Santa Maria Surabaya. Anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias
Suasana Gelar Karya “Surabaya Mini di Sekolahku” di KB-TK Santa Maria Surabaya. Anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias (Foto: Div)

Kegiatan yang dihadiri orang tua murid tersebut menjadi puncak rangkaian pembelajaran dengan tema transportasi dan lingkungan Kota Surabaya. Anak-anak menampilkan hasil karya berupa miniatur kawasan perkotaan yang dibuat secara berkelompok dengan memanfaatkan kardus bekas dan berbagai bahan daur ulang.


Beragam fasilitas dan ikon kota ditampilkan dalam bentuk miniatur, mulai dari Tugu Pahlawan, Stasiun Sanmar, halte, Suroboyo Bus, hingga loket penjualan tiket. Anak-anak juga membuat gambaran jalan raya dan sarana transportasi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat perkotaan.


Gelar karya diawali dengan penampilan flashmob diiringi lagu "Hallo Surabaya". Anak-anak tampak antusias mengikuti gerakan dan irama lagu, sekaligus menunjukkan keberanian mereka tampil di hadapan orang tua dan para undangan


Guru kelas TKB, Bu Tari, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga bertujuan melatih kepercayaan diri, kemampuan berkolaborasi, dan kerja sama tim sejak dini.


Dalam proses pengerjaannya, anak-anak dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas tiga hingga empat orang. Setiap kelompok bertanggung jawab mengerjakan bagian tertentu dari kawasan Surabaya Mini.


"Tujuan kegiatan hari ini lebih kepada melatih anak-anak agar percaya diri, bisa berkolaborasi, dan bekerja sama dalam tim. Mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mengerjakan bagian masing-masing," ujar Bu Tari.

Kepala Satuan Pendidikan KB-TK Santa Maria Surabaya, Suster Erna Veneranda Gai, OSU
Kepala Satuan Pendidikan KB-TK Santa Maria Surabaya, Suster Erna Veneranda Gai, OSU (Foto: Div)

Ia menambahkan, proses pembelajaran diawali dengan pengenalan materi melalui presentasi, gambar, video, dan lagu. Anak-anak kemudian diajak memahami bentuk serta fungsi berbagai fasilitas umum, seperti stasiun, halte, dan sarana transportasi lainnya.


Pembelajaran tersebut juga didukung rangkaian kunjungan edukatif yang telah dilakukan sebelumnya. Anak-anak diajak mengunjungi sejumlah tempat, di antaranya Tugu Pahlawan, Bandara Juanda, dan terminal, sehingga memiliki gambaran lebih nyata mengenai lingkungan perkotaan.


Setelah mendapatkan pengenalan materi, anak-anak mulai menggambar, membentuk, dan mewarnai miniatur menggunakan kardus bekas yang sebagian dibawa dari rumah. Pendampingan dilakukan oleh guru selama proses pengerjaan agar setiap anak dapat terlibat sesuai kemampuan masing-masing.


Menurut Bu Tari, kegiatan pembelajaran berbasis projek akan terus dikembangkan dengan tema yang berbeda untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman anak, khususnya peserta didik kelompok TKB.


Sementara itu, Kepala Satuan Pendidikan KB-TK Santa Maria Surabaya, Suster Erna Veneranda Gai, OSU, mengatakan bahwa gelar karya tersebut merupakan bagian dari upaya mengenalkan identitas dan lingkungan Kota Surabaya kepada anak-anak sejak usia dini.


Ia menjelaskan, proses pembelajaran telah berlangsung lebih dari satu minggu melalui berbagai metode, baik secara langsung maupun tidak langsung. Anak-anak memperoleh informasi dari penjelasan guru, buku literasi, media pembelajaran, hingga kunjungan ke sejumlah lokasi yang berkaitan dengan tema.


Beberapa objek yang diperkenalkan meliputi lambang Kota Surabaya, Tugu Pahlawan, Taman Pintar, dan Bandara Juanda. Kunjungan edukatif dilakukan menggunakan bus dan mobil agar anak-anak dapat melihat secara langsung objek yang sebelumnya mereka pelajari di kelas.


"Tujuan utama kegiatan ini supaya anak-anak mengenal kota tempat mereka tinggal. Mereka mengetahui di dalam Kota Surabaya ada apa saja, sehingga diharapkan semakin mencintai, merawat, dan menjaga keberlangsungan kota ini," jelas Suster Erna kepada awak media AnalisaPost.


Menurutnya, pengenalan lingkungan kepada anak usia dini perlu dilakukan melalui pengalaman konkret. Anak-anak akan lebih mudah memahami suatu objek ketika dapat melihat, menyentuh, mengeksplorasi, dan mempraktikkannya secara langsung dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan.

Bu Tari merupakan guru kelas TKB KB-TK Santa Maria Surabaya yang mendampingi anak-anak dalam proses pembelajaran berbasis projek
Bu Tari merupakan guru kelas TKB KB-TK Santa Maria Surabaya yang mendampingi anak-anak dalam proses pembelajaran berbasis projek (Foto: Charles)

Pendekatan tersebut diterapkan melalui kegiatan di berbagai sentra pembelajaran. Di sentra bahan alam, misalnya, anak-anak diajak bereksperimen menggunakan bahan yang tersedia, termasuk semen untuk membentuk bagian-bagian bangunan. Sementara di sentra bangun, mereka belajar menyusun berbagai bentuk gedung yang ada di Kota Surabaya.


Melalui praktik langsung tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar mengembangkan kreativitas dan kemampuan bereksplorasi.


Suster Erna berharap pembelajaran ini dapat menanamkan karakter mencintai dan menghargai lingkungan sejak dini. Nilai tersebut mencakup sikap menghargai sesama, budaya, alam, bangunan, serta berbagai fasilitas umum yang ada di sekitar mereka.


Ia juga mengajak anak-anak memahami bahwa setiap orang memiliki peran dalam membangun kota. Kelak, mereka dapat berkontribusi sesuai profesi dan kemampuan masing-masing, baik sebagai pilot, pengemudi, maupun profesi lainnya.


"Harapan saya, anak-anak memiliki karakter menghargai budaya dan lingkungan. Nilai mencintai itu diwujudkan dengan sikap menghargai, bukan merusak. Mereka juga belajar memiliki daya juang untuk ikut membuat keadaan kota menjadi lebih baik," ungkapnya.


Dari sisi orang tua, Pricillia, orang tua murid Nadine Valerie, mengapresiasi kegiatan pembelajaran yang mengajak anak-anak mengenal Kota Surabaya melalui berbagai pengalaman.


Ia menyampaikan, anak-anak sebelumnya telah mengikuti kegiatan kunjungan ke sejumlah destinasi, seperti Kebun Binatang Surabaya (KBS), Tugu Pahlawan, dan Rumah Pintar Juanda. Pengalaman tersebut kemudian dikembangkan melalui projek pembuatan karya dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang.


Menurut Pricillia, mengenalkan Kota Surabaya kepada anak-anak menjadi tantangan tersendiri karena pemahaman mereka mengenai kota tempat tinggalnya masih perlu dibangun melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan.

Pricillia, orang tua dari Nadine Valerie, mengapresiasi kegiatan pembelajaran yang mengajak anak-anak mengenal Kota Surabaya
Pricillia, orang tua dari Nadine Valerie, mengapresiasi kegiatan pembelajaran yang mengajak anak-anak mengenal Kota Surabaya (Foto: Div)

"Ini sebenarnya menjadi pekerjaan rumah bagi sekolah dan orang tua, bagaimana anak-anak yang tinggal dan bersekolah di Surabaya bisa merasa betah dan nyaman," ujarnya.


Sementara itu, Nadine Valerie mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga menunjukkan antusiasmenya terhadap aktivitas menyanyi dan belajar bersama teman-temannya.


"Aku suka menyanyi dan suka sekolah di sini. Seru," kata Nadine sambil tersenyum malu.


Melalui gelar karya "Surabaya Mini di Sekolahku", KB-TK Santa Maria Surabaya tidak hanya menghadirkan hasil kreativitas anak, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk belajar bekerja sama, berani mengekspresikan diri, serta mengenal lingkungan secara lebih dekat. Diharapkan, pengalaman tersebut menjadi langkah awal dalam menumbuhkan generasi yang kreatif, peduli, dan memiliki rasa cinta terhadap Kota Surabaya.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya