Ketua BKOW Bali Dorong Penanganan Berkelanjutan bagi Warga Kurang Mampu di Seraya Timur
- analisapost

- 18 jam yang lalu
- 2 menit membaca
KARANGASEM - AnalisaPost | Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, mendorong penanganan lebih lanjut terhadap sejumlah persoalan sosial yang ditemukan saat mengunjungi warga kurang mampu di Desa Seraya Timur, Kabupaten Karangasem, Jumat (21/8).

Selain menyerahkan bantuan sosial, kunjungan tersebut juga mengungkap kondisi keluarga yang membutuhkan pendampingan kesehatan, sosial, hingga perbaikan tempat tinggal.
Dalam kunjungan yang didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Lagosa, bersama jajaran, Ny. Seniasih menyerahkan bantuan berupa sembako dan perlengkapan memasak kepada 20 kepala keluarga. Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 BKOW.
Penyerahan bantuan dipusatkan di kediaman Ni Wayan Trantim (78). Rumah tersebut dihuni tiga kepala keluarga dengan jumlah keseluruhan 12 orang. Dari hasil melihat langsung kondisi warga, Ny. Seniasih menilai terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.
Salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah keluarga Ni Wayan Sariani yang memiliki anak berusia 13 bulan dengan kondisi stunting. Persoalan tersebut akan dikoordinasikan agar anak mendapatkan pendampingan dan penanganan dari pihak terkait, terutama untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Selain persoalan stunting, terdapat pula dua anggota keluarga yang mengalami gangguan mental dan membutuhkan pendampingan. Menyikapi kondisi tersebut, Ny. Seniasih akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali agar penanganan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
"Kita jangan pernah menutup mata terhadap lingkungan terdekat kita, apalagi menyangkut kehidupan, kesehatan, dan kemampuan mereka untuk bertahan hidup. Mari kita lebih peka terhadap warga yang membutuhkan kehadiran dan uluran tangan kita," ujar Ny. Seniasih.
Menurutnya, persoalan sosial tidak cukup diselesaikan melalui pemberian bantuan dalam satu waktu. Kepedulian dan pendampingan secara berkelanjutan diperlukan agar warga yang menghadapi persoalan dapat memperoleh solusi sesuai kebutuhannya.
Khusus terhadap dua anggota keluarga yang mengalami gangguan mental, Ny. Seniasih mendorong dilakukan asesmen oleh tenaga yang kompeten. Pendampingan dan terapi juga akan diupayakan untuk membantu meningkatkan kemampuan komunikasi serta interaksi mereka dengan lingkungan.
"Sebelum kondisinya semakin berat, mari kita berikan pendampingan dan terapi yang tepat. Setelah itu, kita juga perlu mendorong mereka untuk beraktivitas dan berinteraksi dengan lingkungan. Jangan sampai mereka merasa sendiri dan semakin menarik diri," katanya.
Perhatian juga diarahkan pada kondisi tempat tinggal keluarga tersebut. Ny. Seniasih menyampaikan rencana untuk menjajaki dukungan dari pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Upaya itu diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi hunian sehingga keluarga tidak lagi harus tinggal dalam kondisi yang terlalu berhimpitan.
"Untuk persoalan seperti ini, kita tidak bisa bekerja sendiri. Mari bergotong royong hadir untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan perhatian dan kepedulian kita. Dengan bersama-sama, pekerjaan yang berat akan menjadi lebih mudah dan ringan untuk dikerjakan," tegasnya.
Ny. Seniasih selanjutnya mengajak seluruh anggota BKOW Provinsi Bali serta GOW kabupaten/kota se-Bali untuk meningkatkan kepedulian terhadap warga di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dapat dimulai dengan mengenali dan memperhatikan kondisi warga di sekitar.
"Jangan sampai ada warga di sekitar kita yang mengalami kesulitan, tetapi tidak terlihat karena kita kurang peka. Kepedulian harus dimulai dari lingkungan terdekat dan dilakukan secara bersama-sama," pungkasnya.(*)





Komentar