Koster Dorong Generasi Muda Kawal Fondasi 100 Tahun Bali Era Baru
- analisapost

- 4 jam yang lalu
- 2 menit membaca
DENPASAR - AnalisaPost | Pemerintah Provinsi Bali menempatkan periode pembangunan 2025-2030 sebagai fase penting untuk memperkuat fondasi menuju Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125. Gubernur Bali Wayan Koster mengajak generasi muda dan seluruh komponen masyarakat ikut mengambil bagian dalam mewujudkan arah pembangunan jangka panjang tersebut.

Pesan itu disampaikan Koster saat memimpin apel peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (14/8/26).
Peringatan tahun ini mengusung tema āSuci Lascarya, Nusa Wijayaā, yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali.
Koster mengatakan, pembangunan pada periode 2025-2030 harus diarahkan untuk membangun fondasi yang kokoh bagi keberlanjutan pembangunan Bali hingga satu abad ke depan.
"Saya mengajak seluruh komponen masyarakat Bali dan adik-adik generasi muda, mari kita laksanakan dan sukseskan bersama program pembangunan Bali periode 2025-2030 dalam rangka membangun fondasi yang kokoh untuk kesuksesan haluan pembangunan Bali masa depan 100 tahun Bali Era Baru 2025-2125," kata Koster dalam sambutannya.
Haluan pembangunan tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Bali Nomor 4 Tahun 2023. Menurut Koster, arah pembangunan Bali tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus tetap berpijak pada karakter dan jati diri masyarakat Bali.
Pada periode keduanya sebagai Gubernur Bali, Koster memaparkan sejumlah sektor yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Bali. Adat, agama, tradisi, seni budaya, serta kearifan lokal ditempatkan sebagai bidang utama dalam kebijakan pembangunan.
Koster menegaskan pembangunan Bali dilaksanakan melalui pola pembangunan semesta berencana. Pola tersebut, kata dia, mengedepankan pembangunan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah.
"Pembangunan Bali diselenggarakan dengan pola pembangunan semesta berencana, yaitu pembangunan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah: satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola,ā ujar Koster.
Ia mengatakan perjalanan Bali sebagai sebuah provinsi telah berlangsung sejak 1958. Karena itu, peringatan Hari Jadi ke-68 tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan pembangunan sekaligus menentukan arah yang akan ditempuh ke depan.
"Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah berdirinya Provinsi Bali, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi atas berbagai capaian pembangunan, sekaligus memperkuat tekad dan komitmen dalam membangun Bali ke depan,ā imbuhnya.
Salah satu capaian yang disoroti Koster adalah lahirnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. Regulasi tersebut menjadi salah satu pijakan penting dalam pengaturan pembangunan Bali, termasuk pengakuan terhadap karakteristik budaya Bali.
UU tersebut juga mengatur penguatan kelembagaan melalui desa adat serta pemajuan kebudayaan Bali. Bagi Pemerintah Provinsi Bali, keberadaan regulasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan yang tetap berlandaskan identitas, budaya, dan kearifan lokal Bali.
Dengan fondasi kebijakan tersebut, Koster menempatkan pembangunan periode 2025-2030 sebagai bagian awal dari perjalanan panjang menuju Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125. Peran masyarakat, terutama generasi muda, dinilai menjadi salah satu unsur penting untuk memastikan arah pembangunan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.(Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar