Pasamuan Daerah Walubi Jatim Jadi Momentum Konsolidasi dan Pemilihan Ketua Periode 2026-2031
SURABAYA - analisapost.com | Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Timur menggelar Pasamuan Daerah di Ballroom Grand City Convex, Surabaya, Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan undangan dari unsur pengurus Walubi pusat dan daerah, organisasi kemasyarakatan, tokoh lintas agama, pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat.

Pasamuan Daerah diawali doa bersama yang dipimpin Yang Mulia Biksu Samantha Kusala Mahasthavira, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Walubi.
Ketua Panitia Pasamuan Daerah 2026, Fredy Martosentono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi umat Buddha di Jawa Timur untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.
Pasamuan Daerah tahun ini mengusung tema "Memperkokoh Kebersamaan Umat Buddha dalam Mewujudkan Jawa Timur yang Harmonis, Inklusif, dan Sejahtera."Ā Tema tersebut menjadi bagian dari komitmen umat Buddha untuk menjaga persatuan serta mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain menjadi agenda organisasi, Pasamuan Daerah juga menjadi momentum konsolidasi seluruh majelis dan lembaga agama Buddha di Jawa Timur. Dalam forum tersebut sekaligus digunakan untuk memilih Ketua DPD Walubi Jawa Timur periode 2026-2031.
Ketua DPD Walubi Jawa Timur periode 2021-2026, Gito Sugiarto, mengatakan pemilihan ketua merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang harus dijalankan melalui musyawarah bersama seluruh majelis. Ia menyebut terdapat dua kandidat yang mengikuti proses pemilihan Ketua DPD Walubi Jawa Timur periode 2026-2031.
"Momentum ini kami manfaatkan untuk berkumpul, saling memberikan masukan bagi perkembangan organisasi, sekaligus melakukan konsolidasi dengan seluruh majelis dan lembaga Buddha yang ada di Jawa Timur," ujar Gito.
Ia berharap siapa pun yang terpilih dapat membawa Walubi Jawa Timur semakin solid dan harmonis dalam menjalankan tugas serta kewajibannya. Gito juga menyatakan siap menjalani proses serah terima kepemimpinan sesuai hasil pemilihan dan keputusan mengenai ketua terpilih akan disampaikan setelah seluruh tahapan pemilihan selesai.
Selain agenda organisasi, Gito menegaskan kegiatan sosial dan keagamaan akan terus menjadi bagian dari kiprah Walubi Jawa Timur, di antaranya bakti sosial, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, serta perayaan Waisak di Jawa Timur dan Borobudur, Jawa Tengah.

Sementara itu, Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Ketut Panji Budiawan, S.H., S.Ag., M.M., berharap Pasamuan Daerah berlangsung lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu memperkuat sinergi dengan seluruh majelis, lembaga keagamaan, dan pemerintah.
"Siapa pun yang menjadi ketua nantinya diharapkan mampu membangun kerja sama yang baik dengan seluruh lembaga dan majelis yang ada, termasuk dengan pemerintah," katanya kepada awak media AnalisaPost.
Panji menambahkan, sinergi tersebut sejalan dengan program moderasi beragama yang terus didorong pemerintah. Ia berharap seluruh majelis dan lembaga Buddha dapat berkolaborasi dalam mendukung program tersebut.
"Di sini kita sedang menggalakkan yang namanya moderasi beragama. Jadi kita harus moderat dalam menjalankan agama kita. Sudah barang tentu semua majelis dan lembaga yang hadir selalu berkolaborasi untuk mewujudkan program pemerintah, di mana titiknya adalah moderasi beragama,ā jelasnya.
Apresiasi terhadap pelaksanaan Pasamuan Daerah juga disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Walubi, Yandi, S.Ag., M.LAP., M.Sos. Ia mengapresiasi kerja panitia sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Gito Sugiarto atas pengabdiannya selama memimpin DPD Walubi Jawa Timur.
"Terima kasih kepada Pak Gito sebagai Ketua Walubi Jawa Timur yang sudah menyelesaikan tugasnya. Siapa pun yang terpilih nanti diharapkan dapat terus membangun keharmonisan umat di Jawa Timur," ujar Yandi.
Yandi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, organisasi, dan berbagai instansi yang selama ini bekerja sama dengan Walubi dalam membangun kebersamaan. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, termasuk bakti sosial.
Ia menegaskan, peran kepemimpinan dalam organisasi juga telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), termasuk upaya meningkatkan kualitas keimanan umat serta membangun hubungan yang baik antara umat beragama, pemerintah, dan masyarakat.
"Trilogi kita adalah dengan pemerintah, antaragama, dan dengan masyarakat," paparnya.
Dari pantauan awak media AnalisaPost, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turut hadir dalam kegiatan tersebut. Emil memberikan apresiasi terhadap kiprah Walubi Jawa Timur dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan pembinaan umat.

Emil menilai kontribusi Walubi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat membantu sesama tanpa membedakan latar belakang agama, menurutnya, menjadi bagian dari nilai kebersamaan di Jawa Timur.
Ia juga menyebut Pasamuan Daerah sebagai momentum untuk menyatukan langkah, memperkuat komunikasi, dan meningkatkan kebersamaan. Jawa Timur, kata Emil, merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang menjunjung nilai kemanusiaan dan keharmonisan.
Rangkaian Pasamuan Daerah kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat oleh pengurus Walubi Jawa Timur. Acara ditutup dengan penampilan sejumlah tari-tarian yang menghibur para tamu undangan. (Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com






Komentar