top of page

Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Dibuka di Jembrana, 59 Peserta Disiapkan Masuk Dunia Kerja

JEMBRANA - analisapost.com | Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026 di Ruang Rapat Lantai 2 Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Senin (10/8).

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026 (Foto: Ist)

Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mempersiapkan tenaga kerja lokal agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.


Bupati Kembang mengatakan, pelatihan vokasi merupakan langkah awal dukungan pemerintah kepada generasi muda Jembrana. Program tersebut juga menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi masyarakat.


"Saya ingin nanti adik-adik ini serius mengikuti pelatihan ini. Dan untuk pelaksanaan di lapangan, benar-benar berjalan, agar mereka betul-betul merasakan manfaat. Betul-betul kehadiran kita berguna," ucapnya.


Ia menekankan, kesungguhan dan niat peserta menjadi bagian penting dalam mengikuti seluruh proses pelatihan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan peserta mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh setelah pelatihan selesai.


Bupati Kembang juga mengingatkan peserta agar tidak hanya berorientasi pada sertifikat kompetensi. Sertifikat, kata dia, memang penting sebagai legitimasi atas kompetensi yang dimiliki, tetapi kemampuan untuk mengaktualisasikan keterampilan di lapangan jauh lebih utama.


"Sertifikat itu penting sekali untuk menguatkan legitimasi adik-adik. Tetapi yang jauh lebih penting adalah aktualisasi lapangannya! Bagaimana setelah ini adik-adik bisa terus mengembangkan diri," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Program itu sekaligus mendukung prioritas pembangunan SDM nasional.


Pada Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026, terdapat empat paket pelatihan yang resmi dibuka. Keempatnya yakni Pembuatan Konten Visual untuk Media Sosial dengan 14 peserta, Pembuatan Roti dan Kue dengan 13 peserta, Menjahit Pakaian dengan Mesin dengan 16 peserta, serta Barber dengan 16 peserta.


"Adapun kegiatan ini mendapatkan dukungan anggaran APBN tahun 2026 sebesar Rp332.034.000 untuk 7 paket pelatihan, dan pada hari ini akan kita lakukan pembukaan untuk 4 paket pelatihan," jelas Mirah.


Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jembrana akan terus melakukan koordinasi dan menjalin komunikasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, serta Pemerintah Provinsi Bali. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas pelaksanaan program pelatihan melalui kolaborasi pendanaan dari APBN, APBD Provinsi, maupun APBD Kabupaten pada 2026.


Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta juga diwajibkan mengikuti uji kompetensi atau asesmen sesuai dengan skema yang berlaku. Tahapan tersebut diharapkan dapat memastikan peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang pelatihan yang diikuti.


Pemerintah daerah selanjutnya akan mendorong agar lulusan pelatihan tidak berhenti pada tahap memperoleh keterampilan dan sertifikat. Lulusan akan diarahkan untuk memperoleh akses terhadap kesempatan kerja, berwirausaha, maupun mengikuti program pemagangan.


"Melalui layanan penempatan kerja, kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, serta pendampingan kewirausahaan, kami berupaya agar lulusan pelatihan memiliki peluang kerja, berwirausaha, atau mengikuti pemagangan," pungkasnya. (Dwa)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya