top of page

Polres Blitar Sikapi PPKM Darurat Lakukan Tutup Kafe Hingga Putar Balikan Kendaraan


Foto : Humas

Blitar, Analisa Post | Menyikapi dari digelarnya PPKM Darurat diwilayah Kabupaten Blitar sejak 3 Juli 2021, yang dilakukan Polres Blitar yang langsung gerak cepat dalam pelaksanaan terkait penegakan PPKM Darurat.


Kapolres Blitar AKBP Leonard M. Sinambela memimpin langsung Penegakan Hukum PPKM Darurat dalam 3 hari terakhir dengan terus melakukan pemantaun langsung Penyekatan titik Jalan Raya yang menjadi tempat keramaian di Kabupaten Blitar tersebut.


Penyekatan titik jalan dilakukan, yaitu di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Kanigoro depan Alun-alun Pemkab Blitar, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Wlingi (depan RTH Wlingi) dan Jalan Raya Barat, Kecamatan Sutojayan (depan Alun-alun Ludoyo).


Sesuai instruksi, Polisi melakukan penyekatan maupun penutupan arus Lalu-lintas mulai pukul 20.00 WIB di 3 titik Pos penyekatan.


Bahkan Polres Blitar melakukan juga Pembatasan Mobilitas untuk penindakan terhadap pelanggaran Prokes dan Jam Operasi di saat massa PPKM Darurat dilakukan.

Maka tercatat ada 3 Kafe berada di wilayah Kanigoro yang diberikan teguran dan dipaksa tutup segera, karana melewati waktu operasi pukul 20.00 WIB tersebut.

Foto : Humas

Selain itu Polres Blitar menerima laporan masyarakat, pada Sabtu (3/7/2021) sore, maka Polres Blitar melakukan penindakan maupun penggerebekan judi Sambung Ayam di Kecamatan Wlingi. Dalam hal itu telah diamankan 26 orang penjudi. Bahkan saat itu Polisi juga mengamankan puluhan ayam jago dan ratusan Kendaraan R2 milik para penjudi maupun penonton juga Sambung Ayam tersebut.


"Penjudi telah melanggar Hukum dan juga menimbulkan kerumunan disaat pemerintah tengah lakukan PPKM Darurat guna memutus rantai Covid-19," tutur AKBP Leonard M. Sinambela.


Menurut Kapolres Blitar, kegiatan ini guna mendukung sesuai terkait program PPKM Darurat diwilayah Kabupaten Blitar. Maka dengan ini kami mendirikan Pos Penyekatan diwilayah Kanigoro dengan tujuan, yaitu untuk membatasi masuknya kendaraan luar Daerah dengan wilayah Kabupaten Malang.


Hal operasional Pos Penyekatan di mulai pukul 08.00 - 14.00 WIB secara selektif petugas dilapangan yang terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP dan Puskesmas setempat juga selektif memeriksa kendaraan dari luar Daerah.


Juga diterapkan Tes PCR secara acak dan jika tidak ada keperluan yang jelas, juga tanpa SIKM (Surat Ijin Keluar Masuk) kerja itu, maka kendaraan akan diputar-balikan ke Daerahnya.

Foto : Humas

" Kami berharap dengan adanya Pos Penyekatan yang berada di Selorejo ini, dapat mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga PPKM Darurat dalam rangka pengendalian Covid19 ini dapat terlaksana dengan baik," tegasnya.


Data terakhir hari Minggu ini saja Polres Blitar sudah memeriksa kendaraan 144 Unit. Dengan rincian, untuk Sepeda Motor (R2) sebanyak 60, Mobil (R4) pribadi sebanyak 48, untuk Mobil (R4) penumpang 30 Kendaraan dan Bus antar kota sebanyak 6 Unit.


Maka ada sejumlah 80 Kendaraan yang telah dipaksa putar-balik oleh petugas, karena tidak bisa untuk menunjukan SIKM dan dengan alasan yang bisa menjadi bahan pertimbangan oleh petugas Pos Penyekatan tersebut," pungkas Kapolres Blitar AKBP Leonard M. Sinambela. (Red/ Bertus).

0 tampilan0 komentar