top of page

Tujuh Tahun Tak Bekerja Tetap, Mangku Wijana Bertahan dari Nganteb Banten

Diperbarui: 19 jam yang lalu

KELUNGKUNG - AnalisaPost | Selama tujuh tahun terakhir, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap. Warga Kabupaten Klungkung tersebut mengandalkan penghasilan dari nganteb banten setiap kali ada upacara keagamaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Jero Mangku Ketut Wijana menerima bantuan dalam Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” di Kabupaten Klungkung
Jero Mangku Ketut Wijana menerima bantuan dalam Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” di Kabupaten Klungkung (Foto: Ist)

Kondisi itu membuat bantuan yang diterimanya dalam Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali bertajuk "Bergerak dan Berbagi", Jumat (21/8), terasa sangat berarti. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarganya untuk beberapa waktu ke depan.


"Kebetulan saya sudah tujuh tahun tidak bekerja, sejak pandemi Covid-19. Penghasilan yang didapat hanya dari nganteb banten jika ada upacara keagamaan. Bantuan ini sangat membantu," ungkap Mangku Wijana.


Mangku Wijana menjadi satu dari 150 penerima bantuan yang tersebar di tiga lokasi, yakni Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan; Desa Manduang, Kecamatan Klungkung; dan Desa Pikat, Kecamatan Dawan.


Manfaat bantuan tersebut juga dirasakan Ni Ketut Nanik Fitriani, warga Desa Pikat. Ia berharap kegiatan sosial seperti itu dapat terus menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai desa di Bali.


"Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Ibu Putri Koster atas bantuan yang diberikan. Kami berharap kegiatan aksi sosial ini dapat terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat," katanya.


Dalam kegiatan tersebut, setiap penerima mendapatkan bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu dari TP PKK Provinsi Bali. Bantuan diberikan kepada sejumlah kelompok masyarakat, antara lain lansia, ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas, serta kader PKK.


Sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali juga turut menyalurkan berbagai bantuan. Paket tersebut meliputi Gemarikan, sembako dan susu, multivitamin, bibit pohon dan tanaman cabai, serta buku resep kuliner.


Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengatakan Aksi Sosial "Bergerak dan Berbagi" dirancang agar bantuan dapat menyentuh langsung kelompok masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat hingga tingkat desa.


"Ini adalah oleh-oleh dari Bapak Gubernur Bali. Meskipun tidak turun langsung dan bantuan diserahkan melalui TP PKK Provinsi Bali, ini merupakan bentuk cinta dan perhatian Gubernur kepada masyarakat Bali," ujar Ny. Putri Koster.


Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan apresiasi atas perhatian TP PKK Provinsi Bali kepada masyarakat di Kabupaten Klungkung. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.


"Atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Klungkung, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Klungkung pada tahun-tahun berikutnya," ujarnya.


Aksi sosial tersebut tidak hanya diisi dengan penyerahan bantuan. Masyarakat juga mendapatkan pelayanan kesehatan serta vaksinasi rabies secara gratis.


Selain itu, Bali Chef Community memberikan pelatihan memasak kepada para ibu rumah tangga. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan yang sehat dan bergizi.


Keterampilan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga sekaligus membuka peluang bagi peserta untuk menambah penghasilan rumah tangga. Bagi penerima seperti Mangku Wijana, bantuan tersebut menjadi dukungan nyata di tengah keterbatasan penghasilan yang selama ini dijalani.(*)

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya