UK Petra Luncurkan Petra Drone Academy, Siapkan SDM Ahli Drone Berstandar Internasional
- analisapost

- 3 hari yang lalu
- 3 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Perkembangan teknologi drone di Indonesia terus menunjukkan tren positif dan mulai dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pemetaan, inspeksi infrastruktur, hingga logistik.

Namun, di tengah pertumbuhan industri tersebut, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi di bidang teknologi drone dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan.
Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Kristen (UK) Petra meluncurkan Petra Drone Academy, program pendidikan teknologi aplikasi drone pertama di Indonesia yang berbasis kredit akademik selama satu tahun. Program ini diperkenalkan pada Senin (13/7/2026) di Matthew Room, Gedung Radius Prawiro lantai 10, Kampus UK Petra Surabaya.
Petra Drone Academy merupakan hasil kolaborasi antara FTI UK Petra dengan PT SkyWay Aerospace Technology, perusahaan yang didirikan di Indonesia oleh Xiangdao Aerospace Technology (Beijing) Co., Ltd.
Peluncuran program tersebut menjadi langkah UK Petra dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu menjawab kebutuhan industri modern. Program ini tidak hanya melatih mahasiswa menerbangkan drone, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan menyeluruh terkait teknologi pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV), mulai dari rekayasa, analisis data, hingga regulasi penerbangan.
Dekan Fakultas Teknologi Industri UK Petra, Handy Wicaksono, mengatakan kurikulum Petra Drone Academy dirancang berdasarkan kebutuhan industri yang terus berkembang.
"Kurikulum ini tidak hanya mengajarkan regulasi dan navigasi penerbangan. Mahasiswa juga dibekali ilmu rekayasa mulai dari kelistrikan, aerodinamika, perakitan drone secara mandiri, hingga teknologi pengolahan data berbasis kecerdasan buatan atau AI-Based Intelligent Recognition," ujarnya.
Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di UK Petra. Selama satu tahun, peserta akan menempuh pembelajaran yang setara dengan 20 SKS, yang terdiri atas delapan mata kuliah profesional dan dua mata kuliah praktik khusus.
Materi pembelajaran disusun dalam empat pilar utama, yakni Foundation Courses, Applied Courses, AI-Oriented Specialized Courses, dan Practical Training Courses. Melalui kombinasi teori dan praktik tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi teknis sekaligus mampu mengikuti perkembangan teknologi UAV yang bergerak sangat cepat.
Tidak hanya menawarkan pembelajaran di dalam kelas, Petra Drone Academy juga membuka peluang karier internasional. Program ini didukung oleh akademisi dan praktisi dari Taiwan serta China. Mahasiswa yang menyelesaikan program akan memperoleh Sertifikat Program Teknologi Aplikasi UAV, berkesempatan mengikuti program magang di Taiwan, serta memiliki akses menuju pasar kerja global.
Menurut Handy, peluncuran Petra Drone Academy dilatarbelakangi tingginya kebutuhan tenaga profesional drone di Indonesia.
"Tujuan program satu tahun ini adalah membantu mengatasi kesenjangan tenaga ahli teknis drone di Indonesia. Industri membutuhkan SDM yang bukan hanya mampu menerbangkan drone, tetapi juga memahami regulasi keselamatan penerbangan sipil, integrasi sensor atau payload, pemrosesan data, hingga aspek perawatan perangkat," jelasnya.

Data operasional Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI)Ā yang dihimpun Terra Academy menunjukkan saat ini terdapat lebih dari 15.000 drone profesionalĀ yang aktif digunakan untuk kebutuhan pemetaan dan dokumentasi industri di Indonesia.
Sementara itu, laporan Next Move Strategy ConsultingĀ mencatat nilai pasar drone komersial Indonesia mencapai USD 515,5 jutaĀ atau sekitar Rp8,2 triliunĀ pada 2025. Nilai tersebut diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat menjadi USD 982,8 jutaĀ atau sekitar Rp15 triliunĀ pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 13,77 persen.
Menurut Handy, pertumbuhan pasar tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga ahli drone semakin mendesak.
"Pertumbuhan pasar ini menjadi bukti bahwa kebutuhan tenaga ahli drone tidak bisa lagi ditunda. Tanpa SDM yang kompeten, perkembangan industri drone nasional tidak akan mampu berjalan optimal," katanya.
Pesatnya perkembangan teknologi drone juga semakin terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui video viral seorang petani di Jombang yang memanfaatkan drone berukuran besar untuk membantu mobilitas menuju area persawahan.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa teknologi UAV kini tidak lagi terbatas pada sektor militer maupun fotografi, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari transformasi industri dan aktivitas masyarakat.
Saat ini, pemanfaatan drone telah meluas di berbagai bidang, seperti smart agriculture, pemetaan wilayah, inspeksi infrastruktur energi, konstruksi, hingga distribusi logistik. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi lulusan yang memiliki keahlian di bidang UAV.
Peluncuran Petra Drone Academy juga dirangkai dengan talkshow bertajuk "From Campus to Industry: Building the Future UAV Talent Ecosystem"Ā yang menghadirkan Prof. Dr. Bill Tsair-Wang ChungĀ dari Chung Yuan Christian University, Taiwan, serta Mr. Xinli YuĀ dari Beijing Sino-Aviation Research Institute.
Sebagai Academic AdvisorĀ Petra Drone Academy, Prof. Bill menegaskan pentingnya membangun ekosistem pembelajaran yang mampu menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri global.
Melalui kolaborasi lintas negara tersebut, UK Petra berharap dapat melahirkan generasi profesional UAV yang siap bersaing di tingkat internasional sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia. (Utm)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar