top of page

Viral! Peternakan Unta di Mojokerto Datangkan Satwa Langsung dari Australia, Harga Capai Rp250 Juta

MOJOKERTO - analisapost.com | Sebuah peternakan unta di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi perhatian warganet setelah videonya ramai beredar di media sosial. Berbeda dari peternakan pada umumnya di Indonesia yang identik dengan sapi atau kambing, lokasi ini memelihara unta yang didatangkan langsung dari Australia untuk pengembangbiakan.

Peternakan yang memelihara unta impor asal Australia ini menjadi perhatian masyarakat dan ramai dikunjungi warga
Peternakan yang memelihara unta impor asal Australia ini menjadi perhatian masyarakat dan ramai dikunjungi warga (Foto: Div)

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media AnalisaPost, peternakan tersebut bernama Berkah Wafa Farm yang berlokasi di Kabupaten Mojokerto. Peternakan ini milik Faisal Effendi yang mengembangkan usaha peternakan dengan menghadirkan satwa yang tidak lazim dipelihara di Indonesia.


Perawat ternak Berkah Wafa Farm, Hadi Subarno, mengatakan pihaknya telah mendatangkan sebanyak 32 ekor unta dari Australia sejak tahun 2025. Sebagian besar unta tersebut telah terjual ke sejumlah kebun binatang, tempat wisata edukasi, hingga calon pemilik untuk keperluan kurban pada tahun mendatang.


"Kita datangkan dari Australia. Jadi, yang pertama kemarin kita habiskan untuk zoo. Jadi zoo di Bali, zoo di Jawa Tengah, di Jawa Barat, ngambil ke kami. Untuk tahun 2025 habis, sedangkan 2026 ini ada beberapa yang sudah diambil untuk dijadikan hewan kurban tahun depan, ada juga yang dipelihara sendiri," kata Hadi kepada awak media AnalisaPost, Senin (13/7/26).


Saat ini, hanya tersisa dua ekor unta di Berkah Wafa Farm. Kedua unta tersebut dipelihara di kandang berukuran sekitar 10 x 10 meter yang dirancang menyerupai habitat aslinya di kawasan gurun.

Menurut Hadi, dasar kandang sengaja menggunakan pasir sungai agar mampu menyerap panas sehingga kondisi lingkungan lebih sesuai dengan habitat alami unta.


"Kita pakai pasir kali supaya panasnya mirip habitat asli mereka. Jadi unta lebih nyaman dan tidak mudah stres," ujarnya.


Ia menjelaskan, proses pengiriman unta dari Australia dilakukan melalui jalur udara dengan pengawasan khusus. Sebagai satwa impor, setiap unta telah dilengkapi identitas berupa barcode di telinga beserta dokumen kesehatan dan perizinan resmi.


"Di telinganya ada barcode identitas dan data kesehatannya. Pengirimannya pakai pesawat lalu dibawa ke sini menggunakan truk besar," jelasnya.


Hadi menilai perawatan unta relatif lebih mudah dibandingkan sapi. Meski pertumbuhannya lebih lambat, unta memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat terhadap perubahan cuaca maupun serangan penyakit.


"Saya kira lebih praktis, lebih gampang karena makannya juga gampang. Pertumbuhannya memang agak lama, tapi unta lebih kuat daya tahan tubuhnya dibanding sapi," katanya.


Ia menambahkan, sapi lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, termasuk penyakit yang saat ini banyak menyerang ternak.


"Kalau sapi kan gampang kembung, terus gampang kena perubahan cuaca sehingga mudah sakit. Apalagi sekarang kan ada PMK, ada LSD, sama juga demam pada sapi," tuturnya.


Lebih lanjut, Hadi mengatakan pemilik Berkah Wafa Farm saat ini tengah memfokuskan pengembangan usaha melalui program breeding atau pengembangbiakan unta. Meski demikian, pihaknya tetap membuka peluang apabila ada masyarakat yang berminat membeli unta untuk keperluan tertentu, termasuk sebagai hewan kurban.


Namun, unta yang berada di peternakan tersebut belum dapat dijadikan hewan kurban pada tahun ini karena belum memenuhi syarat usia.


"Kalau untuk kurban harus tunggu setahun lagi. Unta minimal berusia lima tahun agar sah dijadikan hewan kurban, sedangkan yang ada sekarang baru sekitar empat tahun. Harga satu ekor unta sekitar Rp250 juta," ungkap Hadi.

Perawat ternak Berkah Wafa Farm, Hadi Subarno menilai perawatan unta relatif lebih mudah dibandingkan sapi
Perawat ternak Berkah Wafa Farm, Hadi Subarno menilai perawatan unta relatif lebih mudah dibandingkan sapi (Foto: Div)

Seiring viralnya peternakan tersebut di media sosial, minat masyarakat untuk berkunjung pun meningkat. Faisal Effendi mengaku tidak menyangka peternakannya menjadi perhatian publik.


Meski bukan objek wisata, Berkah Wafa Farm membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin melihat unta secara langsung tanpa dipungut biaya. Pengelola menerapkan jadwal kunjungan pada pukul 11.00-12.00 WIB dan 15.30-17.00 WIB untuk menjaga kondisi hewan agar tidak mengalami stres akibat banyaknya pengunjung.


"Orang bisa datang ke sini melihat unta secara langsung, seratus persen tidak dikenakan biaya," ujar Hadi.


Ia berharap keberadaan peternakan tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai unta dan pengelolaannya.


"Meskipun kita bukan wisata, kita senang tempat ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin tahu unta atau belajar ternak," pungkasnya.(Dna/Che)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya