top of page

Viral Tangis Anak Korban Dugaan Pengeroyokan di Tabanan, Polisi Tetapkan Lima Tersangka

TABANAN - analisapost.com | Video seorang anak perempuan yang menangis histeris sambil berulang kali memanggil ayahnya viral di media sosial. Bocah tersebut diketahui merupakan putri bungsu KD, pria yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa usai tertangkap saat diduga mencuri ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (24/7/2026) dini hari.

Viral Tangis Anak Korban Dugaan Pengeroyokan di Tabanan, Polisi Tetapkan Lima Tersangka
Viral Tangis Anak Korban Dugaan Pengeroyokan di Tabanan, Polisi Tetapkan Lima Tersangka (Ilustrasi: Tim AP)

Peristiwa itu kembali menyita perhatian publik karena memunculkan persoalan aksi main hakim sendiri yang berujung hilangnya nyawa seseorang. Hingga kini, Polres Tabanan telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dan masih mendalami penyebab pasti kematian korban serta rangkaian peristiwa yang terjadi.


Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani menjelaskan, dugaan pencurian terjadi di tengah keresahan warga akibat maraknya kasus kehilangan ternak. Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui mekanisme hukum.


"Warga yang terlanjur emosi langsung melakukan pengeroyokan terhadap terduga pelaku hingga tewas di lokasi kejadian," kata Wiwik.


Polisi menerima laporan dan tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WITA. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti.


Barang bukti yang diamankan meliputi dua ekor ayam, sebilah golok yang diduga milik KD, tas berisi tang, ketapel, batu-batu kecil, sejumlah uang tunai, serta sepeda motor milik korban yang ditemukan dalam kondisi terbakar.


Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, KD diduga tertangkap tangan saat membawa dua ekor ayam milik warga bernama I Wayan Adi Suteja sekitar pukul 01.30 WITA.


"Yang bersangkutan ditemukan membawa dua ekor ayam curiannya. Mengenai jenis ayam dan nilainya masih kami dalami agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyampaian informasi," ujar Bayu Pati dalam konferensi pers di Mapolres Tabanan, Minggu (26/7/2026) malam.


Menurut Bayu Pati, warga kemudian mengamankan KD. Dalam proses tersebut diduga terjadi aksi pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi.


Ia juga mengungkapkan bahwa KD merupakan residivis kasus pencurian cengkih pada 2018. Selain itu, sepeda motor yang digunakan korban saat kejadian diduga merupakan hasil pencurian di Kabupaten Bangli pada 2019. Polisi juga menyebut korban membawa senjata tajam berupa pisau, ketapel, dan batu-batu kecil saat kejadian.


Dalam penanganan perkara tersebut, penyidik telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND.


"Kami belum bisa menyampaikan peran masing-masing karena masih dilakukan pendalaman. Lima orang inilah yang berdasarkan alat bukti sementara telah kami tetapkan sebagai tersangka," tegas Bayu Pati.


Polisi masih mendalami peran masing-masing tersangka dan belum memastikan ada atau tidaknya penambahan tersangka baru.


Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Saat jenazah KD dipulangkan ke Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman. Video yang beredar memperlihatkan putri bungsu korban menangis histeris sambil terus memanggil ayahnya yang telah terbujur kaku.


Perbekel Sidetapa I Made Sutama mengatakan, KD meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Anak sulung telah menikah, anak kedua duduk di bangku kelas 1 SMA, sedangkan anak bungsunya masih bersekolah di kelas 1 SD.


"Anaknya ada tiga. Satu masih sekolah SD dan satu masih sekolah SMA, yang paling besar sudah menikah," kata Sutama.


Sutama menyayangkan aksi kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang. Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana seharusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.


"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara hukum sehingga setiap dugaan tindak pidana harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.


"Kalau semua orang mempunyai pemikiran seperti itu, tentu akan banyak orang meninggal hanya karena persoalan pencurian. Negara kita adalah negara hukum," katanya.


Sutama mengaku sedih melihat kondisi anak-anak korban yang kehilangan ayah mereka. Menurutnya, pihak keluarga memilih mengikhlaskan kepergian KD dan tidak berencana menempuh langkah hukum secara terpisah terkait dugaan pengeroyokan tersebut.


"Saya sedih sekali melihat anak-anaknya menangis," ucapnya.


"Kemarin pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhum. Karena terus terang saja dalam hal ini sudah menganggap musibah," tambahnya.


Sementara itu, Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Wilayah Kerja Provinsi Bali turut memberikan perhatian terhadap kasus tersebut. Koordinator Wilayah Kerja Kementerian HAM Provinsi Bali Anak Agung Gede Ngurah Dalem mengecam aksi main hakim sendiri dan meminta proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, serta akuntabel.


"Kami mengecam keras. Di sisi lain, kami juga mendorong agar proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel," kata Ngurah Dalem di Denpasar, Minggu (26/7/26).


Menurutnya, Kementerian HAM telah melakukan pemantauan lapangan serta berkoordinasi dengan aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan pihak terkait guna memastikan penanganan perkara berjalan sesuai prinsip hak asasi manusia.


Ia menegaskan bahwa aksi main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan karena melanggar hukum dan hak asasi manusia. Selain itu, tindakan tersebut juga berpotensi menimbulkan trauma, terutama bagi anak korban yang harus kehilangan ayahnya.


Kementerian HAM juga mendorong penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat serta memastikan adanya pendampingan dan perlindungan bagi anak-anak korban beserta keluarganya.


Hingga kini, penyidik Polres Tabanan masih mendalami penyebab pasti kematian KD serta menyelidiki seluruh rangkaian peristiwa guna mengungkap fakta secara menyeluruh.(Che)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya