Bupati Kembang Sampaikan Aspirasi Sopir Truk, Dorong Peningkatan Kapasitas Dermaga Gilimanuk
JEMBRANA - analisapost.com | Kapasitas Dermaga II Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, ditingkatkan dari sekitar 20-30 ton menjadi 50 ton. Peningkatan kapasitas tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendukung kelancaran penyeberangan kendaraan, khususnya truk, di lintasan Gilimanuk-Ketapang yang selama ini kerap mengalami antrean panjang.

Persoalan antrean kendaraan angkutan barang sebelumnya turut disampaikan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7).
Rapat tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Pertemuan juga dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Ossy Dermawan, Gubernur Bali Wayan Koster, serta kepala daerah se-Bali.
Dalam forum tersebut, Bupati Kembang menyampaikan kondisi yang dihadapi para sopir truk yang harus menggunakan jalur penyeberangan GilimanukāKetapang. Menurutnya, antrean tidak hanya terjadi pada periode tertentu, tetapi juga pada hari-hari biasa.
"Beberapa kali kami sempat berkoordinasi dengan ASDP, bahkan asosiasi sopir truk rame-rame datang ke DPRD. Dan ini saya sampaikan, kemacetan sudah parah. Tidak hanya pada hari-hari tertentu, tapi hari-hari biasa juga macet, ini dikeluhkan oleh para sopir," ujar Kembang.
Selain peningkatan kapasitas dermaga, Kembang mendorong adanya penambahan daya tampung kendaraan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Ia menilai pengembangan infrastruktur perlu mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang, termasuk kemungkinan perluasan kawasan pelabuhan atau pembangunan pelabuhan baru.

"Sebenarnya untuk kita utamakan perlu perluasan, tidak hanya peningkatan kapasitas ASDP, tetapi rasanya perlu perluasan atau kalau memungkinkan dibangun pelabuhan baru," katanya.
Revitalisasi Dermaga II Gilimanuk kini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kelancaran arus kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Jawa. Dalam pelaksanaannya, ASDP juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Untuk jangka pendek, langkah yang dilakukan mencakup pengendalian arus kendaraan dan penguatan kapasitas pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Sementara untuk jangka menengah dan panjang, upaya tersebut diarahkan pada peningkatan kapasitas dermaga, pengembangan buffer area, penguatan akses pendukung, serta penambahan armada operasional kapal perbantuan.
Peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk ditargetkan selesai dan dapat dioperasikan paling lambat pada periode Angkutan Lebaran 2027. Dengan penambahan kapasitas tersebut, pengelolaan arus kendaraan di lintasan Gilimanuk-Ketapang diharapkan dapat dilakukan dengan dukungan infrastruktur yang lebih memadai.(Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com






Komentar