top of page

BPS Gandeng Media dan Tokoh Masyarakat Dorong Partisipasi Sensus Ekonomi 2026

SURABAYA - analisapost.com | Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai upaya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian nasional dan daerah. Pendataan ini mencakup seluruh pelaku usaha nonpertanian, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan besar di berbagai sektor ekonomi.

Plt Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwaty menyampaikan paparan dalam kegiatan Sosialisasi dan Internalisasi Sensus Ekonomi 2026 bersama wartawan dan tokoh masyarakat.
Plt Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwaty menyampaikan paparan dalam kegiatan Sosialisasi dan Internalisasi Sensus Ekonomi 2026 bersama wartawan dan tokoh masyarakat (Foto: Div)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwaty, mengatakan SE2026 menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Menurutnya, data yang dihasilkan akan memberikan gambaran lengkap mengenai struktur dan karakteristik usaha di Indonesia.


"Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan data dasar yang lengkap dan akurat mengenai struktur serta karakteristik usaha di Indonesia. Data ini menjadi rujukan utama pemerintah dalam merancang kebijakan ekonomi yang tepat sasaran,” ujarnya dalam kegiatan Sosialisasi dan Internalisasi Sensus Ekonomi 2026 bersama Wartawan dan Tokoh Masyarakat, Senin (6/4/26).


Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus dilakukan dalam dua tahap. Untuk perusahaan besar, pengisian kuesioner dilakukan secara mandiri melalui tautan daring pada 1-31 Mei 2026. Sementara itu, pendataan lapangan secara door to door oleh petugas sensus dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.


SE2026 menyasar seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha perorangan seperti warung dan UMKM, hingga perusahaan berbadan hukum yang bergerak di sektor perdagangan, industri, jasa, dan sektor lainnya.


"Kami ingin memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat, karena setiap unit usaha memiliki kontribusi terhadap perekonomian,” katanya.


Di Jawa Timur, BPS memproyeksikan jumlah usaha nonpertanian yang akan terdata pada SE2026 mencapai lebih dari 5 juta unit usaha, meningkat dibandingkan hasil Sensus Ekonomi 2016 yang mencatat sekitar 4,6 juta usaha.


Herum menuturkan, data sensus akan memberikan gambaran mutakhir kondisi ekonomi di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk keunggulan sektor usaha di masing-masing wilayah dan perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh.



"Dari sensus ini, kita bisa melihat keunggulan sektor di setiap wilayah, karakteristik usaha berdasarkan skala, mulai dari usaha besar, menengah, kecil, hingga mikro. Termasuk juga perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat," terangnya.


Menurutnya, tantangan pelaksanaan sensus kali ini tidak hanya terkait kondisi geografis Jawa Timur yang beragam, tetapi juga perubahan pola aktivitas ekonomi, terutama perkembangan usaha berbasis digital yang tidak selalu terlihat secara fisik.


"Sekarang banyak kegiatan ekonomi yang sifatnya online. Dari luar rumah tidak terlihat ada kegiatan usaha, padahal ada aktivitas ekonomi di dalamnya. Karena itu, pendataan harus dilakukan secara door to door agar kegiatan ekonomi yang tidak kasat mata ini tetap bisa terdata,” jelasnya.

Plt Kepala BPS Jawa Timur bersama jajaran memberikan keterangan kepada awak media usai kegiatan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026
Plt Kepala BPS Jawa Timur bersama jajaran memberikan keterangan kepada awak media usai kegiatan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (Foto: Div)

Selain menangkap perkembangan ekonomi digital, SE2026 juga mulai memuat data terkait ekonomi lingkungan, yang dinilai semakin relevan di tengah isu keberlanjutan dan pembangunan berwawasan lingkungan.


Dalam kesempatan tersebut, Herum menekankan pentingnya peran strategis media dan tokoh masyarakat dalam mendorong partisipasi publik serta menjaga kualitas data yang dihimpun.


"Kualitas data sangat ditentukan oleh jawaban responden. Karena itu, kami berharap dukungan tokoh masyarakat dan rekan-rekan media untuk mendorong masyarakat memberikan data yang benar dan jujur,” ucapnya.


Ia menambahkan, data hasil sensus dapat disajikan secara rinci hingga tingkat mikro, mulai dari struktur ekonomi secara umum hingga detail sektor tertentu, seperti jumlah tenaga kerja yang terserap dan penggunaan bahan baku.



Sebagai kegiatan nasional, SE2026 diharapkan menjadi landasan perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih terukur dan responsif terhadap dinamika global, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.


"Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS berharap dapat menghadirkan data yang kredibel sebagai pijakan untuk memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.


BPS juga memastikan seluruh informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan statistik. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Contact Center SE2026 Jawa Timur melalui layanan “Hai SE” di nomor 0820-8208-2082. (Che)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya