BPS Jawa Timur Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Targetkan Pendataan Lebih dari 5 Juta Usaha
- analisapost

- 2 jam yang lalu
- 3 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur menyiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai upaya memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh di wilayah tersebut.

Pendataan dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026, dengan sasaran seluruh pelaku usaha, mulai dari skala mikro hingga perusahaan besar, termasuk rumah tangga usaha di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwaty, mengatakan bahwa SE2026 merupakan amanat undang-undang sekaligus menjadi sensus ekonomi kelima yang diselenggarakan di Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini memiliki peran penting dalam menyediakan data dasar perekonomian yang lengkap dan akurat sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan.
“Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan data dasar yang lengkap dan akurat mengenai struktur serta karakteristik usaha di Indonesia. Data ini menjadi rujukan utama pemerintah dalam merancang kebijakan ekonomi yang tepat sasaran,” ujarnya dalam kegiatan Sosialisasi dan Internalisasi Sensus Ekonomi 2026 bersama wartawan dan tokoh masyarakat, Senin (6/4/26).
Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya yang berfokus pada sektor nonpertanian, sensus tahun ini akan mencakup seluruh sektor ekonomi, termasuk sektor pertanian. Secara keseluruhan terdapat 17 sektor ekonomi yang akan didata, sehingga hasilnya diharapkan mampu menggambarkan potensi ekonomi, struktur usaha, serta tingkat daya saing masing-masing daerah.
Menurut Herum, proses pendataan akan dilakukan dalam dua tahap. Untuk perusahaan besar, pengisian kuesioner dilaksanakan secara mandiri melalui tautan daring pada 1-31 Mei 2026. Sementara itu, pendataan lapangan secara door to door oleh petugas sensus dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Seluruh unit usaha menjadi sasaran sensus, mulai dari usaha perorangan seperti warung dan UMKM hingga perusahaan berbadan hukum yang bergerak di sektor perdagangan, industri, jasa, serta sektor lainnya.
“Kami ingin memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat, karena setiap unit usaha memiliki kontribusi terhadap perekonomian,” katanya.
BPS Jawa Timur memprediksi jumlah usaha yang terdata pada SE2026 akan mengalami peningkatan dibanding sensus sebelumnya. Pada Sensus Ekonomi 2016, tercatat sekitar 4,6 juta usaha nonpertanian di Jawa Timur. Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan meningkat dan menembus lebih dari 5 juta usaha.
Herum menjelaskan, hasil sensus nantinya akan memberikan gambaran mutakhir mengenai kondisi ekonomi di setiap wilayah, termasuk keunggulan sektor unggulan, karakteristik usaha berdasarkan skala, serta perkembangan ekonomi digital yang tumbuh semakin pesat.
“Dari sensus ini, kita bisa melihat keunggulan sektor di masing-masing wilayah, bagaimana karakteristik usahanya berdasarkan skala, mulai dari usaha besar, menengah, kecil, hingga mikro, termasuk perkembangan ekonomi digital,” ujarnya.

Ia mengakui, pelaksanaan sensus di lapangan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan akses di wilayah tertentu, tingginya mobilitas pelaku usaha, hingga perubahan pola kegiatan ekonomi akibat digitalisasi yang membuat banyak aktivitas usaha tidak lagi terlihat secara fisik.
Karena itu, BPS mengajak masyarakat, media, dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif dalam mendorong partisipasi serta meningkatkan kualitas data yang dihimpun.
“Kami berharap para pelaku usaha dapat menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan jawaban yang jujur serta lengkap. Data yang akurat hanya dapat diperoleh dengan dukungan penuh dari masyarakat,” tuturnya.
BPS juga memastikan seluruh informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan statistik. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Contact Center SE2026 Jawa Timur melalui layanan Hai SE di nomor 0820-8208-2082.
Melalui pelaksanaan SE2026, BPS berharap dapat menghadirkan data yang kredibel sebagai pijakan dalam memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional, di tengah dinamika global yang terus berkembang. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar