Expo Pendidikan Keuskupan Surabaya 2026 Dorong Kolaborasi Yayasan dan Perluas Akses Pendidikan
SURABAYA- analisapost.com | Sebanyak 22 lembaga dan yayasan pendidikan Katolik mengikuti Expo Pendidikan Keuskupan Katolik 2026 bertajuk Passport to Purpose di Galaxy Mall 2 Surabaya, 23-25 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan keunggulan lembaga pendidikan Katolik, memperkuat kolaborasi antaryayasan, serta mendorong pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.

Ketua Panitia Expo Pendidikan Katolik, RD. Edward Paulus Suryandoko mengatakan kegiatan tersebut kembali diselenggarakan setelah terakhir kali digelar pada 2019, sebelum pandemi COVID-19. Melalui expo ini, yayasan-yayasan pendidikan Katolik diharapkan dapat memperkuat sinergi sekaligus memperkenalkan keunggulan sekolah masing-masing kepada masyarakat.
"Secara internal kami dari yayasan-yayasan yang bekerja di pendidikan itu bersatu, bekerja sama, sinergi untuk boleh mengangkat kembali relevansi keunggulan dari sekolah-sekolah Katolik," ujarnya pada Jumat (23/10/2026).
Peserta expo berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Melalui stan pameran, masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan perwakilan yayasan untuk memperoleh informasi mengenai program pendidikan dan pilihan sekolah bagi anak-anak mereka.
Selain memperkenalkan lembaga pendidikan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membahas peningkatan mutu dan pemerataan akses pendidikan Katolik. Dalam sambutan pembukaan, Uskup Surabaya Monsinyur Agustinus Tri Budi Utomo menekankan pentingnya membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk bersekolah di lembaga pendidikan Katolik. Karena itu, diperlukan dukungan melalui solidaritas, subsidiaritas, dan beasiswa yang melibatkan umat, masyarakat, serta kalangan pengusaha Katolik.
"Bagaimana supaya orang miskin tetap bisa sekolah di sekolah Katolik, maka perlunya solidaritas, subsidiaritas, beasiswa yang didukung oleh umat Katolik dan masyarakat serta pengusaha-pengusaha Katolik untuk peduli pada pendidikan anak-anak kecil, anak-anak orang miskin," ujar Uskup Agustinus.
Menanggapi hal tersebut, Suryandoko menjelaskan bahwa Keuskupan Surabaya memberikan peluang bagi keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi untuk mengakses pendidikan di lembaga pendidikan Katolik. Kesempatan tersebut juga diberikan kepada mereka yang aktif dalam kegiatan paroki atau gereja.
"Secara umum keuskupan itu memberi peluang bagi mereka yang secara ekonomi tidak mampu, tetapi juga aktif di paroki atau di gereja untuk bisa mengakses pendidikan," kata Surya.
Ia menjelaskan, dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui program beasiswa yang dikelola Pusat Layanan Pendidikan Keuskupan Surabaya (PULPEN). Selain itu, sejumlah paroki dan gereja juga menyediakan bantuan pendidikan bagi keluarga yang membutuhkan.
Uskup Agustinus turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran, perbaikan sarana dan prasarana, serta penguatan pendidikan karakter dan inklusivitas. Berbagai upaya tersebut diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat kontribusi sekolah Katolik bagi masyarakat.
Selain pameran lembaga pendidikan, Expo Pendidikan Katolik juga menghadirkan sesi talk show dengan dua narasumber, yakni Uskup Keuskupan Surabaya Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo atau Romo Didik dan cendekiawan Katolik Frans Magnis-Suseno yang dikenal sebagai Romo Magnis.
Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan masyarakat mengenai pendidikan serta nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraannya.
Melalui kegiatan ini, Keuskupan Surabaya berharap sinergi antarlembaga pendidikan Katolik semakin kuat dan masyarakat memperoleh informasi yang lebih luas mengenai pilihan sekolah serta nilai-nilai yang ditawarkan. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com






Komentar