Heboh Isu Pagar Tinggi di Empat Mal Surabaya, Pakuwon Group Tegaskan Murni Demi Keamanan
- analisapost

- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Warganet di Surabaya dihebohkan dengan beredarnya informasi mengenai pemasangan pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter di empat pusat perbelanjaan yang dikelola Pakuwon Group.

Kabar tersebut memicu berbagai spekulasi di media sosial, termasuk dugaan bahwa pemasangan pagar berkaitan dengan antisipasi kerusuhan dan aksi penjarahan akibat kondisi ekonomi.
Empat pusat perbelanjaan yang menjadi sorotan tersebut adalah Pakuwon Mall Surabaya, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall.
Sejumlah warganet mengaitkan pemasangan pagar dengan isu menurunnya daya beli masyarakat hingga potensi terjadinya kerusuhan berskala besar. Namun, pihak manajemen Pakuwon Group membantah anggapan tersebut.
Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, menegaskan bahwa pemasangan pagar tidak memiliki kaitan dengan isu kerusuhan maupun kondisi ekonomi. Melalui keterangannya yang diunggah di akun Instagram, ia menyebut spekulasi tersebut tidak berdasar.
"Ngawur, memangnya Surabaya mau kejadian apa?" kata Sutandi.
Menurut Sutandi, keputusan memasang pagar dilandasi pertimbangan keselamatan pengunjung. Ia menjelaskan bahwa sejak dibuka pada 2017, kawasan Pakuwon Mall memiliki area terbuka sepanjang sekitar 1,5 kilometer tanpa pembatas, sehingga dinilai berisiko bagi masyarakat yang menyeberang.
"Awalnya kita berpikir karena itu Pakuwon Mall terbuka lebar, 1,5 km terbuka. Kalau sekarang orang datang menyeberang berbahaya bagi mereka," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemasangan pagar merupakan langkah peningkatan aspek keamanan, bukan sebagai bentuk antisipasi terhadap peristiwa tertentu.
"Yang jelas Pakuwon bukan peramal. Kita tidak tahu akan terjadi apa," ucapnya.
Sutandi juga menjelaskan bahwa penggunaan pagar bukanlah hal baru di lingkungan pusat perbelanjaan yang dikelola Pakuwon Group. Menurutnya, Royal Plaza telah menggunakan pagar sejak 2006. Selain itu, konsep serupa juga diterapkan di sejumlah pusat perbelanjaan lain, termasuk Blok M Plaza di Jakarta.
"Sudah 20 tahun pakai pagar holo. Blok M Plaza di Jakarta juga sudah dipagar keliling. Justru pagar Pakuwon Mall dipagar meniru Blok M, sudah ada prototypenya," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan kawasan Pakuwon City menjadi salah satu alasan dilakukannya peningkatan fasilitas, termasuk sistem pengamanan di area mal.
"Sekarang berkembangnya zaman, Pakuwon City sudah maju, kita harus upgrade. Ngawur, orang-orang overthinking," katanya.
Menutup keterangannya, Sutandi memastikan bahwa kondisi Surabaya tetap aman dan aktivitas perekonomian berjalan sebagaimana mestinya. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada spekulasi yang beredar.
"Memang kenapa ekonomi? Kan baik-baik saja. Kita mau takut apa, wong kita hidup di Indonesia, orang Indonesia, realita harus kita hadapi," pungkasnya.(Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com





Komentar