Lotus Art Courses Hadirkan 400 Karya Kreatif Anak dalam 4th Drawing Competition 2026
Diperbarui: 2 jam yang lalu
SURABAYA - analisapost.com | Seni bukan sekadar kegiatan menggambar dan memadukan warna, melainkan juga sarana bagi anak-anak untuk mengembangkan imajinasi, menyampaikan gagasan, serta mengenal keberagaman budaya. Nilai tersebut tercermin dalam penyelenggaraan 4th Drawing Competition 2026 yang memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk menuangkan kreativitas melalui karya seni visual.

Kompetisi menggambar tingkat Jawa Timur dan Jawa Tengah yang digagas Lotus Art Courses bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya dan Western Sydney University Indonesia tersebut mengusung tema “Australia-Indonesia: Young Artists Bring Art to the World”. Puncak kegiatan ditandai dengan Awarding Ceremony yang berlangsung di Surabaya, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana, kemudian penyerahan mendali kepada peserta dengan karya terbaik dari tiga kategori usia oleh I Putu Mahendra, D.P., S.Ds, penyerahan goodie bag oleh Maulana perwakilan dari SLB Harapan Bunda, serta Satria Wicaksana, S.Pd. dari Inkala Art and Design.
Deputi Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Christine Bui, hadir dalam acara tersebut sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, orang tua, dan keluarga yang telah mendukung anak-anak dalam mengembangkan kreativitas.
Christine mengaku senang melihat banyaknya karya dari peserta Jawa Timur dan Jawa Tengah yang menghadirkan beragam ide, perspektif, serta cerita melalui seni.
Menurutnya, setiap gambar memiliki cerita dan interpretasi tersendiri. Ia juga mengingatkan peserta agar tetap bangga terhadap karya yang telah dihasilkan, terlepas dari apakah mereka memperoleh penghargaan atau tidak.
"We may speak different languages and come from different backgrounds, but through art, we can share our ideas, express ourselves, and tell our stories to one another."
Christine mendorong generasi muda untuk terus menggambar, bereksperimen, menikmati proses berkarya, serta menjadikan seni sebagai sarana mengekspresikan diri.
"To all our young artists, Please keep creating, keep exploring new ideas, and most importantly, keep enjoying the process of making art. This theme reminds us of the power of art to bring people together."
Ia juga menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara cermat melalui pembahasan bersama dewan juri sebelum menentukan karya terbaik.

"Continue sharing your ideas and stories with the world. Once again, congratulations to all the winners and participants. Thank you very much!"
Sementara itu, Founder Lotus Art Courses, I Putu Mahendra D.P., S.Ds., menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini merupakan penyelenggaraan edisi keempat bersama Konsulat Jenderal Australia. Tema yang diangkat mengajak anak-anak menerjemahkan hubungan budaya Indonesia dan Australia melalui ikon serta unsur budaya kedua negara ke dalam karya seni yang dapat diperkenalkan kepada dunia.
Ia mengatakan, terdapat pembaruan dalam penyelenggaraan tahun ini, yakni perluasan jangkauan peserta hingga Jawa Tengah. Pada tiga edisi sebelumnya, kompetisi lebih berfokus pada peserta dari Jawa Timur.
Menurutnya, perluasan wilayah peserta memberikan kesempatan lebih besar bagi anak-anak yang memiliki ketertarikan terhadap seni untuk ikut berpartisipasi. Antusiasme tersebut terlihat dari jumlah karya yang diterima penyelenggara.
"Tahun ini kami menerima lebih dari 400 karya. Semua sangat kompetitif dan penuh kreativitas. Saya berharap para peserta terus berkarya dan tidak kehilangan semangat untuk mengejar mimpi di dunia seni," ujarnya.
Putu menjelaskan, kompetisi dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan kelompok usia. Kategori A diperuntukkan bagi anak usia 5–7 tahun, kategori B untuk usia 8–11 tahun, dan kategori C bagi remaja usia 12–15 tahun.
Dalam proses penciptaan karya, setiap peserta diberikan kesempatan menerjemahkan tema sesuai dengan usia, pemahaman, dan sudut pandang masing-masing.
"Kami memberikan kesempatan kepada anak-anak ini menerjemahkan budaya Indonesia dan budaya Australia melalui ikon-ikonnya bisa menjadi sebuah kekuatan seni yang ditujukan kepada dunia," jelas Putu kepada awak media AnalisaPost.
Ia berharap penghargaan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi peserta untuk terus berkarya, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan potensi dan bakat di bidang seni.
Adapun penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, meliputi artistik, teknik, serta resonansi dan keunikan karya. Penilaian tersebut bertujuan melihat kemampuan peserta dalam mengembangkan gagasan sekaligus menyampaikan pesan melalui hasil karya mereka.
Pandangan serupa disampaikan Satria Wicaksana, S.Pd dari Inkala Art and Design. Menurutnya, seni memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengekspresikan imajinasi, mengeksplorasi gagasan, serta mengembangkan kreativitas.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini juga dinilai menjadi jembatan untuk mempererat persahabatan dan hubungan budaya antara Indonesia dan Australia.
Ia mengajak generasi muda untuk berani berkarya, menghargai keberagaman, serta terus mengembangkan potensi diri. Sebab, sebuah karya seni yang hebat berawal dari keberanian untuk berimajinasi.
Berikut karya terbaik 4th Drawing Competition 2026 berdasarkan kategori usia:
Kategori A (5-7 Tahun)
Rachel J Ezerio – The Sound of Beautiful Collaboration.
Maja Kama Aradhana – Merajut Ragam Australia-Indonesia.
Abrisam Zhafran K – The Beauty of Indonesia and Australia at Sunset.
Fathiya Aulia Nisa – Canvas of Friendship.
Shaffiyah Kiranina Nafia – Menonton Pertunjukan Tari Remo.
Kategori B (8–11 Tahun)
Gabriella Ashlyn Hariyanto – Bersatu Dalam Ragam Hias.
Aota Ravel Saputra – Art Street.
Joyceline Liman – Harmony in the Blue Indian Ocean.
Hazel Hogolina – Laras Nusantara di Tanah Koala.
Aria Selomitha Siswanto – Dua Benua, Satu Langit Ketika Orang Utan Bertemu Koala.
Kategori C (12–15 Tahun)
Madeleine Tongku – Perform Together, Sharing Our Culture.
Azzahra Praneza Princess Situmorang – Borobudur Temple (Indonesia) – Australia Aboriginal Don’t Art: A Hundred Dreams of Me.
Sheena Guntoro – The ID.
Farah Zafiriyah Putri Wibowo – Bersemi Bersama.
Tasya Putri Prasetya – Endemik.
Dukungan Orang Tua Berperan dalam Mengembangkan Bakat Anak
Di balik karya yang mendapatkan apresiasi, terdapat proses belajar, ketekunan, dan dukungan keluarga yang turut berperan dalam perkembangan kemampuan anak. Hal tersebut terlihat dari pengalaman Gabriella Ashlyn Hariyanto, salah satu peserta kategori B yang berhasil masuk dalam daftar lima karya terbaik.
Gabriella mengaku memiliki ketertarikan terhadap dunia menggambar dan mendapatkan dukungan dari keluarganya, terutama sang ayah, Donny Hariyanto. Sang ayah kerap memberikan bimbingan, termasuk mengajarkan teknik menggambar perspektif.
Dalam berkarya, Gabriella mengaku lebih menyukai objek hewan. Ketertarikannya terhadap binatang peliharaan seperti kucing, gecko, dan ikan menjadi salah satu inspirasi dalam menggambar.
"Saya suka menggambar hewan karena lucu," ujar Gabriella sambil tersenyum malu.
Donny menceritakan, ketertarikan putrinya terhadap menggambar sudah terlihat sejak kecil. Saat itu, Gabriella sering mencoret-coret kertas. Namun, menurutnya, hasil gambar putrinya memiliki karakter tersendiri karena terlihat seperti sedang menyampaikan sebuah cerita.
Meski sudah menyukai kegiatan menggambar sejak kecil, Gabriella baru mulai mengikuti kompetisi menggambar sekitar enam bulan terakhir.
Donny mengaku senang dan bangga melihat putrinya mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Ia berupaya mendukung perkembangan kemampuan Gabriella dengan memberikan arahan serta pembelajaran agar bakat yang dimiliki dapat terus berkembang.
Cerita lainnya datang dari Tasya Putri Prasetya, peserta kategori C yang berasal dari Sragen, Jawa Tengah. Ketertarikannya terhadap seni menggambar juga telah terlihat sejak kecil dan mendapat dukungan dari sang ayah, Heri, yang berprofesi sebagai pengajar atau instruktur pelatihan kerja.
Heri menceritakan, putrinya memiliki karakter introvert. Setelah mengetahui ketertarikan dan bakat Tasya dalam menggambar, ia berusaha memberikan arahan sekaligus kesempatan bagi putrinya untuk mengembangkan kemampuan tersebut.
Menurut Heri, menggambar menjadi salah satu cara Tasya menyampaikan gagasan dan perasaannya. Ia menilai putrinya lebih mudah menuangkan ide melalui gambar dibandingkan mengungkapkannya secara lisan.

"Anak saya lebih bisa menyampaikan ide melalui gambar daripada bicara," cerita Heri sambil tertawa.
Sebagai orang tua, Heri mengaku senang sekaligus bangga ketika kemampuan putrinya mendapatkan apresiasi. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan melalui arahan dan pembelajaran, tetapi juga dengan mendampingi Tasya secara langsung dari Sragen ke Surabaya untuk menghadiri acara penghargaan.
Ia menyempatkan diri melakukan perjalanan bersama putri semata wayangnya agar Tasya dapat menerima penghargaan sekaligus merasakan langsung apresiasi atas karya yang telah dihasilkan.
Seni sebagai Media Belajar dan Membangun Kepercayaan Diri
Pengalaman Gabriella dan Tasya memperlihatkan bahwa perkembangan kemampuan seni anak tidak terlepas dari kesempatan untuk bereksplorasi serta dukungan lingkungan keluarga. Melalui kegiatan menggambar, anak tidak hanya belajar menguasai teknik, tetapi juga menemukan cara untuk menyampaikan gagasan, membangun kepercayaan diri, dan mengenali potensi yang dimiliki.
Melalui kompetisi ini, seni diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas untuk menghasilkan karya, tetapi juga bagian dari proses pendidikan yang membantu anak-anak mengembangkan kreativitas, keberanian berekspresi, dan kemampuan menghargai perbedaan.
Lebih dari sekadar mencari pemenang, 4th Drawing Competition 2026, memperlihatkan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam memahami dan menceritakan dunia melalui seni. Dengan ruang berkarya, bimbingan, dan dukungan yang tepat, imajinasi anak dapat tumbuh menjadi karya yang tidak hanya mencerminkan kemampuan artistik, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan jembatan persahabatan lintas budaya.(Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com






Komentar