top of page

Pelat Besi Disulap Menjadi Karya Seni, Henry Siswanto Gelar Pameran Sculpture di Surabaya

3 hari yang lalu
4 menit membaca

Diperbarui: 12 jam yang lalu

SURABAYA - analisapost.com | Material besi yang selama ini identik dengan dunia industri dan konstruksi diubah menjadi karya seni tiga dimensi oleh seniman patung logam asal Surabaya, Henry Siswanto. Karya-karya tersebut dipamerkan dalam Art Work, Painting, Chinese Ceramic & Sculptures Exhibition di Linear Atrium, Ground Floor, Ciputra World Mall Surabaya, 15–27 September 2026.

Henry Siswanto menggelar pameran tunggal di Ciputra World Surabaya, menyulap pelat besi industri menjadi karya seni tiga dimensi yang artistik.
Henry Siswanto menggelar pameran tunggal di Ciputra World Surabaya, menyulap pelat besi industri menjadi karya seni tiga dimensi yang artistik (Foto: Div)

Pameran yang dipersembahkan SUROBOYO VINTAGE Community bersama Ciputra World Surabaya tersebut menghadirkan pameran tunggal sculpture karya Henry Siswanto, sekaligus menampilkan lukisan dan koleksi keramik klasik Tiongkok dalam satu ruang pamer.


Henry Siswanto merupakan seorang architectural engineer yang juga menekuni seni patung logam. Latar belakangnya di bidang teknik arsitektur membuatnya terbiasa dengan ketelitian, struktur, presisi, dan detail. Sementara kegemarannya menggambar sejak lama menjadi salah satu dasar dalam mengembangkan karya tiga dimensinya.


Perjalanan berkesenian Henry berkembang dari gambar dua dimensi menuju eksplorasi menggunakan material logam. Melalui pengalaman sebagai pekerja las dan keterlibatannya dalam komunitas seni di Surabaya, ia menggabungkan kemampuan teknis dengan gagasan artistik.


Bagi Henry, besi tidak hanya merupakan material keras untuk kebutuhan konstruksi. Pelat besi dapat menjadi medium untuk menerjemahkan gagasan, imajinasi, dan bentuk yang sebelumnya dituangkan melalui sketsa.


"Konsepnya sebenarnya dari yang ada di bayangan saya. Karena basic saya tukang las, saya pakai bahan-bahan sisa bengkel. Ada besi-besi bekas yang saya pakai, lalu sebagian juga pesanan orang," ujar Henry kepada awak media AnalisaPost, Jumat (18/9/2026).


Ia menyebutkan jumlah karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut sekitar 30 sculpture. Karya-karyanya banyak berada dalam ranah seni dekoratif dengan bentuk yang beragam, antara lain malaikat, burung merak, naga, phoenix, robot, hingga figur yang terinspirasi dari mitologi dan imajinasi masa kecil.


Beberapa karya yang dipamerkan antara lain Kujaku, Vertical Root, Tangled, Ascended Temple, Merlin, Parametric, Icarus, Sentinel, Hermit, Iron Bee, Hop, Serenity, serta Jian Mu Tree atau pohon kehidupan.


Selain menggunakan besi, Henry memanfaatkan kaca hias atau stained glass pada sejumlah karya. Material tersebut dipadukan dengan struktur logam untuk menghasilkan bentuk dan tampilan visual yang berbeda.


Proses penciptaan karya umumnya diawali dengan sketsa. Setelah rancangan terbentuk, Henry membuat kerangka struktural sebelum masuk ke tahap pemotongan pelat, pembentukan, pengelasan, pelapisan, dan finishing.


Untuk karya dengan tingkat detail tinggi, pelat besi dipotong menjadi sejumlah bagian, kemudian dibentuk dan dirangkai sesuai rancangan. Tahapan tersebut dapat dilanjutkan dengan pemodelan tiga dimensi untuk memastikan bentuk dan struktur sesuai dengan konsep yang telah dibuat.


Pengerjaan sejumlah karya dilakukan secara tim. Henry berperan sebagai penggagas dan perancang, sedangkan anggota tim mengerjakan bagian tertentu sesuai keahlian, termasuk membentuk dan mengolah pelat besi.


"Teman-teman itu ada yang spesialis mengemplang besi. Semua ada bagiannya masing-masing," jelasnya.


Waktu pengerjaan setiap karya berbeda-beda, bergantung pada ukuran, bentuk, serta tingkat kerumitannya. Sebagian karya dapat diselesaikan sekitar satu minggu, sementara karya lain membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun.


Sejumlah karya yang disebut memiliki tingkat pengerjaan tinggi antara lain Icarus yang berbentuk malaikat serta gerbang yang mengangkat konsep Jian Mu Tree atau pohon kehidupan.


"Karya Icarus saya selesaikan satu tahun," tutur Henry.


Ia juga membuat karya bertema Borobudur dengan konsep melayang. Gagasan tersebut terinspirasi dari gambaran pulau-pulau yang melayang dalam film kartun yang ditontonnya ketika masih kecil. Karya tersebut dikerjakan selama sekitar dua hingga tiga bulan.


Dari sejumlah karya yang ditampilkan, Henry menyebut figur malaikat sebagai salah satu karya yang paling disukainya.


Sementara itu, salah satu karya berukuran besar dalam pameran memiliki tinggi hampir lima meter. Karya tersebut seluruhnya menggunakan pelat besi dan dirancang sebagai elemen pintu rumah berbentuk gapura.


Pada bagian desainnya terdapat unsur pohon, phoenix, dan naga yang merujuk pada konsep Jian Mu Tree atau pohon kehidupan dalam kebudayaan Tiongkok.


Di sisi lain, Henry juga membuat karya berukuran lebih kecil berupa kepala Buddha dengan bobot sekitar 40 kilogram. Perbedaan ukuran tersebut menunjukkan variasi pendekatan dalam penciptaan sculpture yang dikerjakannya.


Henry mengaku telah menekuni seni dekoratif sejak 2009. Perjalanannya berawal dari pekerjaan sebagai tukang las yang mengerjakan berbagai aksesori rumah.


Ketika memiliki waktu luang, ia mulai membuat bentuk-bentuk dari besi berdasarkan gagasan yang muncul dalam pikirannya. Aktivitas tersebut kemudian berkembang menjadi kegiatan berkarya secara lebih serius.

Karyanya menghadirkan figur hibrida, antara makhluk mitologis hingga sosok futuristik sebagai metafora pertemuan antara tradisi, masa depan,dan kekuatan mesin.
Karyanya menghadirkan figur hibrida, antara makhluk mitologis hingga sosok futuristik sebagai metafora pertemuan antara tradisi, masa depan,dan kekuatan mesin.(Foto: Div)

Seiring waktu, karya Henry tidak hanya dibuat untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga berdasarkan pesanan khusus dari klien. Klien biasanya membawa gambaran atau kebutuhan tertentu, yang kemudian diterjemahkan Henry menjadi rancangan dan karya berbahan besi.


"Karya-karya saya telah dipamerkan di Surabaya dan Jakarta. Sebagian lainnya juga telah menjadi koleksi," katanya.


Menurut Henry, pameran di Ciputra World Surabaya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih luas karya sculpture berbahan besi kepada masyarakat. Ia menyebut peminat seni instalasi dan sculpture di Surabaya masih belum terlalu banyak.


Melalui pameran tersebut, Henry ingin menunjukkan bahwa material besi dapat dikembangkan menjadi medium seni rupa sekaligus tetap memiliki fungsi praktis. Beberapa karyanya, misalnya, dapat digunakan sebagai elemen dekorasi sekaligus bagian dari pengamanan rumah.


"Selain menjadi dekorasi, sejumlah karya juga tetap dapat memiliki fungsi praktis, seperti elemen pengaman rumah," ujarnya.


Pengalaman Henry di bidang pengelasan menjadi salah satu unsur yang memengaruhi karakter karyanya. Pengetahuan mengenai material dan struktur dipadukan dengan proses kreatif untuk menghasilkan objek yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mempertimbangkan fungsi dan kekuatan.


Perawatan menjadi bagian penting dalam menjaga karya berbahan besi, khususnya yang ditempatkan di luar ruangan. Henry menyebut sculpture yang berada di area outdoor perlu dirawat secara berkala sekitar tiga hingga lima tahun sekali untuk mengurangi risiko korosi atau karat.


Sementara karya yang ditempatkan di dalam ruangan relatif lebih mudah dirawat dengan membersihkannya secara rutin.


Selain karya Henry, pameran Art Work, Painting, Chinese Ceramic & Sculptures Exhibition juga menghadirkan lukisan dan koleksi keramik klasik Tiongkok.


Ketiga medium tersebut menghadirkan karakter yang berbeda, mulai dari goresan pada lukisan, struktur dan bentuk logam, hingga detail serta kehalusan glasir pada keramik. Kehadiran berbagai medium dalam satu ruang memberikan pengalaman visual yang mempertemukan karya dari latar teknik, zaman, dan budaya yang berbeda.


Bagi Henry, proses berkarya dari dunia pengelasan menuju seni sculpture menunjukkan bahwa material industri seperti besi dapat dikembangkan menjadi medium ekspresi artistik. (Che)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya