top of page

Pemilik Burger Panen Edukasi Siswa SMK Ketintang tentang Strategi Membangun Bisnis dari Nol

2 hari yang lalu
3 menit membaca

SURABAYA - analisapost.com | Membangun usaha tidak cukup hanya bermodalkan keberanian dan kemampuan menjual produk. Diperlukan pengetahuan, strategi bisnis, inovasi, serta konsistensi dalam menjaga kualitas agar usaha mampu bertahan dan berkembang.

Pemilik Burger Panen, Gaguk Triyatno saat memberikan materi kepada siswa-siswi SMK Ketintang Surabaya
Pemilik Burger Panen, Gaguk Triyatno saat memberikan materi kepada siswa-siswi SMK Ketintang Surabaya (Foto: Div)

Hal tersebut disampaikan Pemilik Burger Panen (Pancen Enak), Gaguk Triyatno, kepada siswa kelas XI SMK Ketintang Surabaya saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk Success Story yang digelar SMK Ketintang Surabaya, Kamis (29/10/26).


Kegiatan yang berlangsung di Aula Sasana Paramawidya SMK Ketintang Surabaya tersebut merupakan bagian dari kegiatan tengah semester (KTS) tahun ajaran 2026/2027 yang diikuti sekitar 200 siswa kelas XI dari kompetensi keahlian Akuntansi (AK), Manajemen Perkantoran (MP), dan Bisnis Digital (BD)


Dalam kesempatan tersebut, Gaguk membagikan pengalaman membangun Burger Panen, merek burger lokal asal Surabaya yang mengusung konsep produk premium dengan harga terjangkau.


Ia tidak hanya menceritakan perjalanan usahanya, tetapi juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mempelajari strategi bisnis sebelum memulai usaha.


Menurut Gaguk, keputusan memilih burger sebagai produk utama bukanlah langkah yang diambil secara spontan.


Sebelum memulai bisnis, ia terlebih dahulu mempelajari sejumlah konsep dasar kewirausahaan, seperti Business Model Canvas (BMC), analisis SWOT, hingga Unique Selling Proposition (USP).


"Karena saya itu orangnya pembelajar. Artinya, ketika saya mau ambil atau mau jualan atau mau bisnis, saya pelajari dulu. Saya belajar tentang BMC, Business Model Canvas. Saya belajar tentang analisis SWOT," kata Gaguk di hadapan para siswa.


Ia menjelaskan, pemahaman terhadap konsep bisnis diperlukan agar pelaku usaha memiliki arah yang jelas dalam menentukan produk, mengenali keunggulan, membaca peluang, serta menghadapi persaingan pasar.


Dalam mengembangkan Burger Panen, Gaguk juga menerapkan berbagai strategi pemasaran. Penjualan dilakukan secara langsung melalui outlet maupun layanan pesan-antar daring, seperti GrabFood, ShopeeFood, GoFood, dan BukaPO.


Selain menyasar konsumen secara langsung, Burger Panen menjalin kerja sama dengan kafe dan mitra usaha skala kecil melalui skema business to business (B2B). Perusahaan juga mengembangkan sistem kemitraan untuk memperluas jangkauan usaha sekaligus membuka peluang bisnis bagi masyarakat.


Gaguk turut menekankan pentingnya menjaga kualitas produk melalui proses evaluasi dan kurasi. Produk Burger Panen disebut telah melalui sejumlah proses kurasi yang melibatkan beberapa chef ternama.

Haanny, guru Bahasa Inggris sebagai perwakilan dari sekolah SMK Ketintang Surabaya
Haanny, guru Bahasa Inggris sebagai perwakilan dari sekolah SMK Ketintang Surabaya (Foto: Div)

Menurutnya, penilaian dari orang yang memiliki pemahaman tentang kuliner dapat memberikan masukan yang lebih mendalam terhadap kualitas makanan, dibandingkan penilaian yang hanya berdasarkan pengalaman menikmati produk.


"Ini sangat penting. Jika yang menilai produk makananmu orang yang paham dengan makanan, maka hasilnya akan beda dengan yang hanya sekadar menikmati makanan tersebut," paparnya.


Ia menambahkan, konsistensi dalam menjaga kualitas turut mendapatkan respons positif dari konsumen. Hal itu tercermin dalam Google Business Profile Burger Panen yang mencatat rating 5,0 berdasarkan 170 ulasan. Selain itu, outlet Burger Panen juga disebut telah dikunjungi wisatawan mancanegara dari sejumlah negara.


Di hadapan para siswa, Gaguk menegaskan bahwa membangun bisnis kuliner membutuhkan komitmen terhadap kualitas, keberanian berinovasi, dan kemampuan membaca peluang pasar.


"Burger Panen bukan sekadar makanan, tapi simbol inovasi kuliner lokal dengan kualitas premium, harga terjangkau, dan semangat UMKM Indonesia untuk naik kelas," tegasnya.


Ia juga menceritakan perjalanan Burger Panen yang berawal dari sistem titip jual hingga berkembang dengan outlet dan kemitraan. Melalui pengalaman tersebut, Gaguk mengajak para siswa untuk tidak malu memulai usaha serta berani mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.


Menurutnya, keberanian mencoba dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam proses membangun bisnis.


Sementara itu, guru Bahasa Inggris SMK Ketintang yang juga bertindak sebagai moderator, Haanny, menjelaskan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari agenda tahunan KTS sekolah. Melalui kegiatan ini, sekolah menghadirkan pelaku usaha yang memiliki pengalaman nyata dalam membangun bisnis untuk berbagi pengetahuan dan wawasan kepada siswa.


Menurut Haanny, kegiatan tersebut dirancang agar siswa mendapatkan gambaran langsung mengenai dunia usaha dan dunia kerja, termasuk proses membangun bisnis dari nol tanpa bergantung pada bantuan orang tua maupun koneksi orang dalam.

Pemilik Burger Panen, Gaguk Triyatno, berinteraksi dengan salah satu siswa SMK Ketintang Surabaya dalam sesi tanya jawab seminar Success Story.
Pemilik Burger Panen, Gaguk Triyatno, berinteraksi dengan salah satu siswa SMK Ketintang Surabaya dalam sesi tanya jawab seminar Success Story.(Foto: Div)

"Kegiatan hari ini adalah bagaimana anak-anak diajarkan membangun bisnis mulai dari nol tanpa bantuan orang tua atau channel orang dalam. Jadi, anak-anak diajarkan untuk berani, lebih tepatnya bagaimana membangun strategi yang ilmunya sudah disampaikan Pak Gaguk," tuturnya kepada awak media AnalisaPost.


Ia menambahkan, siswa juga diajak memahami bahwa kegagalan merupakan bagian yang wajar dalam proses merintis usaha. Karena itu, mereka diharapkan tidak mudah takut mencoba hal baru dan mampu menerapkan strategi yang telah dipelajari.


Haanny berharap pengalaman dan materi yang disampaikan narasumber dapat memperluas wawasan siswa, menumbuhkan keberanian mengembangkan potensi diri, serta mendorong mereka untuk melihat peluang usaha secara lebih mandiri.


Melalui seminar Success Story tersebut, SMK Ketintang Surabaya berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memahami praktik membangun usaha dari pengalaman langsung pelaku UMKM. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda yang mandiri dan inovatif. (Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Komentar


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya