Ratusan Truk Kepung Kantor Gubernur, Forum Swakelola Sampah Bali Sampaikan Tiga Tuntutan
- analisapost

- 16 Apr
- 2 menit membaca
DENPASAR - analisapost.com | Ratusan armada truk yang tergabung dalam Forum Swakelola Sampah Bali (SSB) mendatangi kawasan Kantor Gubernur Bali di Renon, Denpasar, Kamis (16/4).

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan atas kebijakan penghentian pembuangan sampah organik ke TPA Suwung yang mulai diberlakukan sejak 1 April 2026.
Dari pantauan awak media AnalisaPost di lapangan, iring-iringan truk sampah memadati ruas jalan di depan Kantor Gubernur hingga area Kantor Pengendalian Lingkungan Hidup Bali-Nusra.
Massa aksi membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Bali.
Dalam aksi tersebut, Forum SSB menyampaikan tiga tuntutan utama.
Pertama, mereka meminta agar TPA Suwung tetap dibuka tanpa pembatasan jenis buangan sampah, setidaknya hingga fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) benar-benar beroperasi.

Kedua, massa mendesak agar Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung untuk membantu menyelesaikan persoalan tata kelola sampah di Bali yang dinilai semakin mendesak.
Ketiga, Forum SSB mengultimatum akan melakukan mogok massal pengangkutan sampah masyarakat apabila tuntutan tersebut tidak segera mendapat kepastian dari pemerintah.
Koordinator aksi, I Wayan Suarta, menegaskan bahwa kebijakan penutupan akses sampah organik ke TPA Suwung belum diikuti solusi teknis yang memadai bagi para pengangkut sampah.
"TPA Suwung tetap dibuka tanpa pembatasan buangan sampah sambil revitalisasi berjalan sampai fasilitas PSEL beroperasi,ā tegasnya saat menyampaikan orasi di depan massa.

Ia juga menegaskan, apabila pemerintah tidak merespons tuntutan tersebut, pihaknya siap menghentikan layanan pengangkutan sampah.
'Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, kami akan mogok massal dan tidak mengangkut sampah masyarakat,ā ujarnya.
Aksi ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian, sementara sejumlah perwakilan massa disebut telah diterima untuk melakukan dialog dengan pemerintah daerah guna mencari solusi atas polemik sampah yang saat ini menjadi perhatian publik di Bali. (Che/Dna)





Komentar