Solidaritas Bubuhan Banjar Gelar Doa dan Tausiyah untuk Korban KMP Virgo Transport 8
Diperbarui: 7 jam yang lalu
SURABAYA -analisapost.com | Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Jawa Timur bersama Anak Muda Bubuhan Banjar (AMBB) Jatim dan Majelis Taklim (MT) Sirrul Qulub Surabaya menggelar tausiyah dan doa bersama untuk para korban musibah tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 (KM Virgo Trans 8) rute Surabaya-Banjarmasin di perairan Laut Jawa.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (17/9/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB seusai salat Isya, di Posko Terpadu Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Tausiyah dan doa bersama dipimpin Abuya Dhanigemoy. Kegiatan dihadiri jemaah, perwakilan keluarga korban, komunitas paguyuban Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), Basarnas, PMI, kepolisian, serta Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Saiful Bachri.
Suasana berlangsung khidmat. Lantunan doa dan bacaan Al-Fatihah dipanjatkan untuk para korban yang hingga kini masih dalam pencarian serta tim SAR gabungan yang terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi.
Sekretaris Umum KBB Jawa Timur, M. Suryansyah, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada keluarga korban yang masih menunggu kepastian mengenai anggota keluarganya.
"Kehadiran kita untuk memberikan support dan dukungan moril. Tujuannya untuk meringankan beban para keluarga korban. Malam ini kami mencoba memberikan tausiyah sekaligus doa bersama untuk menenangkan hati keluarga korban," ujar Suryansyah kepada awak media AnalisaPost.
Menurutnya, musibah tersebut menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian. Ia juga menyampaikan bahwa mereka yang sedang mencari nafkah untuk keluarganya kemudian meninggal dalam musibah, diharapkan mendapat tempat yang baik di sisi Tuhan.

"Setiap insan pasti akan menemui ajal. Bagi keluarga yang mencari nafkah untuk keluarganya dan ternyata mendapat musibah, itu dapat dikatakan mati syahid. Kami sudah bergerak hingga hari ketiga. Semoga hari ini doa-doa yang kita panjatkan bersama mendapatkan jawabannya," katanya.
Suryansyah berharap pencarian korban yang masih hilang segera membuahkan hasil. Ia juga berharap informasi mengenai perkembangan pencarian dapat segera diterima keluarga korban.
"Kami berharap segera mendapatkan informasi tambahan mengenai korban," imbuhnya.
Selain doa untuk korban, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan kepada tim SAR gabungan yang masih melakukan proses pencarian, termasuk penyisiran bawah air atau underwater search. Para peserta mendoakan agar seluruh personel yang bertugas diberikan keselamatan, kelancaran, dan kemudahan selama menjalankan operasi.
Sebelumnya, sebagai bentuk penghormatan dan duka cita, komunitas rekan-rekan sopir juga menggelar aksi simbolis tabur bunga di area dermaga Pelabuhan Tanjung Perak pada Selasa (15/9/26) siang.
Kesedihan juga dirasakan keluarga korban yang datang langsung ke Surabaya untuk menunggu perkembangan pencarian.
Wisana, salah seorang keluarga korban, mengatakan dua kerabatnya menjadi bagian dari korban yang hingga kini masih belum ditemukan. Keduanya adalah adik iparnya, Tri Sutrisno (30), yang bekerja sebagai sopir ekspedisi, serta adik sepupunya, Aditya Firmansyah (20).
"Kami jarang berkomunikasi. Terakhir kali bertemu tanggal 8 Agustus 2026. Mereka bekerja di ekspedisi Jawa-Kalimantan," kata Wisana.
Ia mengenang kedua kerabatnya sebagai sosok yang humoris dan mudah bergaul. "Sosoknya humoris dan mudah bergaul, meskipun agak nyeleneh," ceritanya.
Wisana mengatakan keluarganya telah menunggu perkembangan pencarian selama beberapa hari. Ia berharap kondisi cuaca mendukung sehingga proses pencarian dapat berjalan lebih cepat dan lancar.
"Harapannya cuaca mendukung sehingga pencarian segera dan lancar. Dari pantauan saya sejak hari Minggu dan Senin belum ada perubahan, karena belum ada lagi informasi penemuan baru. Makanya kami dari Kediri datang ke Surabaya," ungkapnya.
Ia bersama keluarga berencana tetap berada di Surabaya hingga mendapatkan informasi mengenai keberadaan kedua kerabatnya.
"Rencananya kami menginap di sini sampai dapat kabar. Kami pasrah. Apalagi setelah doa bersama, hati kami dikuatkan dan yakin kepada Tuhan," tutur Wisana.
Kesedihan terlihat dari raut wajah Wisana saat menyampaikan harapannya. Namun, setelah mengikuti doa bersama, ia mengaku merasa lebih tenang dan mendapat kekuatan untuk menghadapi situasi yang masih belum pasti.

Sementara itu, Posko Terpadu di Terminal Penumpang GSN Pelabuhan Tanjung Perak tidak hanya digunakan sebagai tempat kegiatan doa bersama dan penguatan spiritual bagi keluarga korban. Posko tersebut juga menjadi pusat koordinasi dalam penanganan musibah.
Posko beroperasi selama 24 jam untuk mendukung koordinasi dengan tim SAR, memberikan pembaruan terkait manifes resmi penumpang, serta mendampingi proses identifikasi korban oleh Tim Disaster Victim IdentificationĀ (DVI) Polda Jawa Timur.
Hingga kini, Posko Terpadu masih difungsikan untuk memberikan informasi resmi kepada keluarga korban sekaligus memfasilitasi proses antemortemĀ oleh Tim DVI Polda Jatim.
Posko juga melayani berbagai kebutuhan keluarga korban selama proses pemantauan dan pencarian serta evakuasi lanjutan berlangsung.
Di tengah penantian keluarga yang masih menunggu kabar mengenai anggota keluarganya, doa bersama menjadi salah satu bentuk dukungan moral dan spiritual agar mereka tetap memperoleh kekuatan selama proses pencarian berlangsung.(Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com






Komentar